Jangan Ragu Sama BBTN, Cuannya Tebel Saham Bisa Melenggang ke Rp1.500

Achmad Fauzi

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:38 WIB
Jangan Ragu Sama BBTN, Cuannya Tebel Saham Bisa Melenggang ke Rp1.500
Saham BBTN Diproyeksikan ke Level Rp1.500 per lembar. [Dok BBTN].
baca 10 detik
  • PT Bank Tabungan Negara Tbk mencatat laba bersih Rp1,3 triliun pada kuartal II 2026, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
  • Peningkatan laba tersebut dipicu oleh penurunan biaya pencadangan akibat perbaikan kualitas aset dan rasio kredit bermasalah perseroan.
  • BRI Danareksa Sekuritas menetapkan target harga saham BBTN sebesar Rp1.500 dengan mempertahankan rekomendasi beli bagi para investor.

Suara.com - Emiten Perbankan, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) memiliki masa depan yang cerah. Bahkan harga sahamnya diproyeksi bisa melonjak hingga 19 persen.

BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi Buy untuk saham BBTN dengan target harga Rp1.500 per saham.

Pada hari ini, Saham BBTN diperdagangkan, masih berada di level Rp1.265 per saham, atau masih sama dibandingkan perdagangan kemarin. Namun, dalam sepekan Saham Himbara itu telah naik 6,30 persen atau 75 poin.

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano, mengatakan laba bersih BBTN pada kuartal II 2026 melampaui ekspektasi karena ditopang oleh penurunan biaya pencadangan yang lebih besar dari perkiraan.

Konferensi Pers Paparan Kinerja per 30 Juni 2026 di Jakarta, Kamis (16/7/2026). (Dok: BTN)
Konferensi Pers Paparan Kinerja per 30 Juni 2026 di Jakarta, Kamis (16/7/2026). (Dok: BTN)

"Kinerja laba bersih BBTN pada kuartal II 2026 melampaui ekspektasi kami terutama karena biaya pencadangan yang lebih rendah, didukung oleh perbaikan kualitas aset. Meski profit operasional sebelum pencadangan (PPOP) sesuai ekspektasi, penurunan CoC berhasil mendorong laba melampaui perkiraan," ujar Analis BRI Danareksa Sekuritas, Victor Stefano dalam risetnya yang dikutip, Selasa (21/7/2026).

Pada kuartal II 2026, BBTN membukukan laba bersih sebesar Rp1,3 triliun, naik 17 persen secara kuartalan (qoq) dan 61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).

Dengan demikian, laba bersih semester I 2026 mencapai Rp2,4 triliun, meningkat 41 persen secara tahunan. Realisasi tersebut telah mencapai 68 persen dari proyeksi laba BRI Danareksa Sekuritas untuk sepanjang 2026 dan 64 persen dari konsensus pasar.

Menurut Victor, pencapaian tersebut terutama didorong oleh penurunan signifikan biaya pencadangan. Beban provisi turun 33 persen secara kuartalan dan 79 persen secara tahunan, sehingga CoC menyusut menjadi 1,1 persen.

"Perbaikan kualitas aset terus menopang profitabilitas. Penurunan biaya pencadangan terjadi seiring membaiknya rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 3,0 persen dan Loan at Risk (LaR) turun menjadi 18,6 persen, sementara rasio pencadangan terhadap NPL tetap terjaga di level 122 persen," katanya.

baca juga

Meski demikian, BRI Danareksa Sekuritas mencatat profit operasional sebelum pencadangan (PPOP) masih tertekan akibat penurunan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM). PPOP pada kuartal II 2026 turun menjadi Rp2,1 triliun, dipengaruhi oleh NIM yang melemah serta kenaikan beban operasional.

Di sisi lain, kualitas aset diperkirakan masih akan membaik hingga akhir tahun. Manajemen BBTN menargetkan rasio NPL turun ke kisaran 2,8–2,9 persen, sedangkan CoC diproyeksikan berada di batas bawah panduan 1,0–1,2 persen. Perbaikan tersebut didukung oleh peningkatan efektivitas penagihan, potensi penjualan kredit bermasalah (NPL sales), serta peningkatan proses pemulihan melalui digitalisasi.

Meski laba melampaui ekspektasi, BRI Danareksa Sekuritas memilih tidak mengubah proyeksi kinerja BBTN sepanjang 2026. Hal ini karena terdapat potensi kenaikan CoC pada semester II 2026 yang dapat membatasi pertumbuhan laba.

"Kami mempertahankan proyeksi kinerja karena masih terdapat potensi kenaikan biaya pencadangan pada semester II 2026. Oleh karena itu, kami tetap mempertahankan rekomendasi Buy dengan target harga Rp1.500. Dalam jangka pendek, kami menilai tren kualitas aset masih tetap solid," ujar Victor Stefano, BRI Danareksa Sekuritas Analysts.

Dalam valuasinya, BRI Danareksa Sekuritas menggunakan metode Gordon Growth Model (GGM) dengan biaya modal (cost of equity) sebesar 14,9 persen dan proyeksi ROE 9,4 persen untuk 2026.

Pendekatan tersebut menghasilkan valuasi Price to Book Value (PBV) sebesar 0,5 kali dan target harga Rp1.500 per saham. Sementara itu, risiko utama yang perlu diperhatikan investor adalah potensi kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF).

Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300

Saham Konglomerat Kompak Naik, IHSG Betah di Level 6.300

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:59 WIB

Tak Punya Aksi Korporasi, Tapi Sahamnya Melejit 60%

Tak Punya Aksi Korporasi, Tapi Sahamnya Melejit 60%

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:41 WIB

Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut

Episode Gagal Bayar Korporasi RI Berlanjut

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 16:00 WIB

Terkini

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Brace Balsa Sekulic Bawa Persib Hajar Melbourne FC, Maung Bandung Sempurna di ACL Two

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Dramatis! Timnas Indonesia Singkirkan Moldova 9-8, Garuda Muda Tembus 16 Besar Piala Dunia U-15

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Demo di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-kacir

Video | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Niat Liburan Berubah Mencekam: Cerita Keluarga Terjebak Demo Rusuh Malioboro hingga Dievakuasi

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 22:23 WIB

×