Purbaya Diancam Pengusaha Lokal Jika Tak Tertibkan Perusahaan Baja China

Dicky Prastya

Rabu, 22 Juli 2026 | 18:17 WIB
Purbaya Diancam Pengusaha Lokal Jika Tak Tertibkan Perusahaan Baja China
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat media briefing di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Jumat (26/6/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya diancam pengusaha lokal di Jakarta pada Juli 2026 akibat persaingan tidak adil perusahaan baja China.
  • Sebanyak 40 perusahaan baja China menggelapkan pajak menggunakan transaksi tunai dengan potensi kerugian ratusan miliar rupiah.
  • Pemerintah menindak tegas pelaku penyelewengan pajak dan sebagian perusahaan China kini mulai mendatangi Kantor Pajak.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku diancam para pengusaha lokal apabila tidak menyelesaikan masalah penyelewengan pajak yang dilakukan para perusahaan baja asal China.

Menkeu Purbaya menyebutkan kalau dirinya mendapatkan keluhan dari perusahaan baja domestik karena perusahaan China itu menciptakan persaingan yang tidak adil.

"Sehingga sebagian perusahaan baja domestik tadi ngancam saya. Kalau enggak dibetulin, saya akan lakuin juga beroperasi secara gelap seperti perusahaan Cina. Jadi saya pikir saya mesti bereskan itu," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, dikutip Rabu (22/7/2026).

Bendahara Negara menjelaskan bahwa belakangan ini dirinya sering blusukan ke perusahaan baja China lantaran adanya laporan terkait penyelewengan pajak, baik dari pengusaha lokal maupun Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kemenkeu.

Modusnya, perusahaan baja China ini melakukan transaksi berbasis tunai (cash based) yang membuat laporan transaksi tidak tercatat penuh. Alhasil mereka bisa lolos dari penagihan, termasuk pajak pertambahan nilai (PPN).

"Jadi dia semuanya sebagian besar perdagangannya cash based. Jadi bayar pajaknya lebih rendah, PPN-nya lebih rendah karena di laporan lebih kecil dibanding yang sesungguhnya," beber dia.

Salah satu perusahaan baja China yang sempat didatangi Purbaya berlokasi di Pulo Gadung, Jakarta Timur. Dalam temuannya, ia mendapatkan total ada 40 perusahaan baja China yang melakukan modus serupa.

"Saya nunggu mereka insaf apa enggak, ada 40 perusahaan seperti itu yang kita tahu, dan yang di Pulo Gadung sudah kelihatan tuh potensi pajaknya berapa," imbuhnya.

Purbaya menguraikan kalau perusahaan baja China di Pulo Gadung itu menunggak pajak dengan estimasi Rp 100-500 miliar selama beberapa tahun. Makanya ia mengejar lagi perusahaan baja yang tersisa untuk menghindari banyaknya kerugian negara.

baca juga

"Dan bukan itu saja, dia menciptakan kompetisi tidak fair untuk perusahaan-perusahaan domestik yang bayarnya lebih jujur. Betulan lah. Semuanya bayar PPN segala macam," terang dia.

"Nah ini belum selesai, ini baru satu. Nanti ada beberapa lagi kalau mereka enggak insaf ya kita datangi lagi," ungkapnya lagi.

Setelah diultimatum, Purbaya mengklaim kalau beberapa perusahaan China sudah mendatangi Kantor Pajak. Namun ia akan terus mengecek seberapa akurat besaran pajaknya, mulai dari penggunaan listrik hingga jumlah transaksi impor.

"Dan kita punya ahli khusus auditor, perusahaan-perusahaan yang biasa dengan cara perusahaan-perusahaan China membohongi pemerintah. Jadi sekarang tidak akan bisa lagi terjadi itu," tegas Purbaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian

Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:48 WIB

Purbaya Akan Temui Kepala BGN Bahas Efisiensi Anggaran MBG 2027

Purbaya Akan Temui Kepala BGN Bahas Efisiensi Anggaran MBG 2027

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:40 WIB

Heboh Isu Babinsa Bakal Awasi Wajib Pajak, Begini Penjelasan Tegas TNI AD

Heboh Isu Babinsa Bakal Awasi Wajib Pajak, Begini Penjelasan Tegas TNI AD

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:27 WIB

Purbaya Klaim Hubungan Kemenkeu & BI Solid, Buktikan Lewat 'Tukar Guling' Pejabat

Purbaya Klaim Hubungan Kemenkeu & BI Solid, Buktikan Lewat 'Tukar Guling' Pejabat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:26 WIB

Purbaya Sebut Pembangunan PFII Dibiayai Danantara, Tapi Sebagian Bisa dari APBN

Purbaya Sebut Pembangunan PFII Dibiayai Danantara, Tapi Sebagian Bisa dari APBN

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:51 WIB

Isu TNI Jadi 'Penagih Pajak', Apa Tugas Babinsa Menurut UU yang Berlaku

Isu TNI Jadi 'Penagih Pajak', Apa Tugas Babinsa Menurut UU yang Berlaku

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 15:44 WIB

Terkini

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

Sempat Lumpuh Diterjang Banjir, Jalur PiningLokop Gayo Lues Aceh Akhirnya Bisa Dilalui

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Review Buku Hidden Figures: Saat Kecerdasan Tidak Mengenal Ras dan Gender

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Dedi Congor Dicegah ke Luar Negeri!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:43 WIB

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

Menteri Wihaji: Mau Memperbaiki Negara? Perbaiki Dulu Keluarganya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:39 WIB

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Pemerintah Mau Bangun Kawasan Industri di Pulau Kecil Maluku

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:36 WIB

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

Tambang Emas Nabire: Izin Dicabut, Konsesi Diserahkan ke Antam, Nasib Warga Bagaimana?

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:32 WIB

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Park Ju Hyun Resmi Gabung Film Prekuel Inside Men, Gantikan Yeonwoo

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:27 WIB

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Refleksi Mariposa 2: Belajar Mengerti Komitmen & Kedewasaan dalam Asmara

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:20 WIB

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

IMF: Kekayaan Vietnam Lampaui Indonesia Tahun Ini Berkat Pembangunan Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 16:17 WIB

×