- Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat ke level 6.346 pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.
- Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6,00 persen demi menjaga stabilitas pasar.
- Konflik di Timur Tengah yang kembali memanas menjadi sentimen global utama yang mempengaruhi pergerakan pasar.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menghijau lagi pada awal perdagangan, Kamis, 23 Juli 2026 IHSG dibuka menguat ke level 6.346.
Mengutip data Stockbit, hingga pukul 09.05 WIB, masih melesar 0,35 persen atau 22,29 poin ke level 6.356.
Pada perdagangan waktu itu sebanyak 3,17 miliar lembar saham diperdagangkan dengan nila transaksi mencapai Rp 930,84 miliar serta frekuensi sebesar 165.390 kali.
Di waktu itu, terdapat 303 saham menghijau, sedangkan, 184 saham merosot. Sisanya, 478 saham masih belum bergerak alias stagnan.
![Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/01/02/33118-bursa-efek-ihsg-idx-saham.jpg)
Adapun, berikut beberpa saham yang Top Gainer dan Loser di waktu itu:
Top Gainer
- MLPT
- MDIA
- ZATA
- ALDO
- MEJA
Top Loser
- SWID
- PORT
- KDTN
- ERTX
- YELO
Proyeksi IHSG
IHSG diproyeksikan bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (23/7/2026) di tengah meningkatnya sentimen global akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 6,00 persen dinilai masih menjadi penopang stabilitas pasar domestik.
Mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas, IHSG diperkirakan bergerak pada kisaran support 6.200 dan resistance 6.400.
"IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 6.200 dan resistance 6.400. Selama mampu bertahan di atas area support, peluang konsolidasi dengan kecenderungan positif masih terbuka, meski volatilitas berpotensi meningkat seiring perkembangan sentimen global," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset Sapa Mentari, Kamis (23/7/2026).
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah tipis 0,09 persen ke level 6.334,40, sekaligus mengakhiri reli penguatan selama sepuluh hari berturut-turut.
Pelemahan indeks dipicu aksi ambil untung (profit taking) setelah kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Selain itu, investor asing juga masih melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp1,11 triliun di pasar reguler.
Dari dalam negeri, keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 6,00 persen dinilai mencerminkan optimisme terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang tetap terkendali, serta prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
Sementara itu, dari eksternal, perhatian pelaku pasar tertuju pada kembali memanasnya konflik di Timur Tengah.
Sentimen tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menutup peluang negosiasi dengan Iran dan mengancam aksi militer lebih lanjut. Kondisi itu mendorong harga minyak mentah Brent melonjak lebih dari 4 persen ke kisaran US$95 per barel, sehingga meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi serta tekanan inflasi global.
Selain perkembangan geopolitik, investor juga akan mencermati rilis data M2 Money Supply dari dalam negeri sebagai salah satu indikator kondisi likuiditas perekonomian Indonesia.
Di pasar global, pergerakan bursa saham Amerika Serikat juga cenderung melemah pada perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,012 persen ke level 52.218,58, diikuti S&P 500 yang terkoreksi 0,14 persen menjadi 7.498,96, serta Nasdaq Composite yang melemah 0,57 persen ke level 25.690,90.
Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan tiga saham yang layak dicermati investor, yakni PT Elnusa Tbk (ELSA), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR).
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.