- Investor asing mencatatkan aksi jual bersih senilai Rp1,25 triliun di pasar saham pada perdagangan Jumat, 24 Juli 2026.
- Secara kumulatif sejak awal tahun 2026, total aksi jual bersih investor asing di pasar domestik mencapai Rp93,59 triliun.
- Saham BBRI menjadi yang paling banyak dibeli senilai Rp131,15 miliar, sedangkan saham BMRI paling banyak dilepas sebesar Rp639,69 miliar.
Suara.com - Investor asing melenggang bebas bawa dananya dari pasar saham pada perdagangan Jumat (24/7/2026). Berdasarkan data Phillip Sekuritas, investor asing membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) di pasar reguler sebesar Rp1,25 triliun.
Dengan tambahan aksi jual tersebut, secara kumulatif sejak awal tahun (year to date/YTD), investor asing telah mencatatkan net foreign sell sebesar Rp93,59 triliun.
Meski secara keseluruhan melakukan aksi jual, investor asing masih memborong sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi yang paling banyak dibeli dengan nilai mencapai Rp131,15 miliar.
Di posisi berikutnya terdapat PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp124,07 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp51,14 miliar, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) senilai Rp46,61 miliar, serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT) sebesar Rp26,07 miliar.

Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi emiten yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp639,69 miliar.
Aksi jual asing juga tercatat pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp164,99 miliar, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sebesar Rp140,38 miliar, PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (EMAS) sebesar Rp62,05 miliar, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) sebesar Rp60,66 miliar.
Top 5 Net Foreign Buy
- BBRI: Rp131,15 miliar
- BBCA: Rp124,07 miliar
- ANTM: Rp51,14 miliar
- BULL: Rp46,61 miliar
- BRPT: Rp26,07 miliar
Top 5 Net Foreign Sell
- BMRI: Rp639,69 miliar
- BUMI: Rp164,99 miliar
- CUAN: Rp140,38 miliar
- EMAS: Rp62,05 miliar
- PTRO: Rp60,66 miliar
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.