- Indeks Harga Saham Gabungan ditutup melemah di level 6.204 akibat tekanan jual saham kapitalisasi besar pada Jumat, 24 Juli 2026.
- Bursa Efek Indonesia mencatat total nilai transaksi sebesar Rp93,30 miliar dengan volume perdagangan mencapai 190,92 juta saham pada sesi pertama.
- Saham PT Bank Mandiri Tbk memimpin nilai transaksi harian meskipun mengalami penurunan harga sebesar 3,42 persen.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tertekan hingga akhir perdagangan sesi I, Jumat, 24 Juli 2026. IHSG ditutup di level 6.204, turun 110,67 poin atau 1,75 persen
Mengutip data Phintraco Sekuritas, tekanan jual di sejumlah saham berkapitalisasi besar membuat IHSG turun lebih dari 100 poin.
Sepanjang perdagangan sesi pertama, IHSG dibuka di level 6.267, sempat menyentuh level tertinggi 6.269, sebelum terkoreksi hingga level terendah 6.161.
Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp93,30 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 190,92 juta saham dan frekuensi transaksi mencapai 13.703 kali.
![Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/16/46023-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Secara historis sepanjang 2026, IHSG masih berada di bawah level tertingginya di 9.134,70, sementara level terendah tahun ini tercatat di 5.342,14.
Pada perdagangan sesi I, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi pemimpin transaksi berdasarkan nilai dengan harga 4.230, turun 150 poin atau 3,42 persen.
Posisi berikutnya ditempati PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di level 172, turun 11 poin atau 6,01 persen, serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di harga 2.040, melemah 130 poin atau 5,99 persen.
Sementara dari sisi volume perdagangan, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan. Disusul PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB/BNBR sesuai data) di level 105, turun 3 poin atau 2,78 persen, serta PT Citra Cocindo Tbk (COCO) di harga 126, terkoreksi 15 poin atau 10,64 persen.
Data Perdagangan IHSG pada Sesi I
- IHSG: 6.204 (-110,67 poin / -1,753persen)
- Pembukaan: 6.267
- Tertinggi: 6.269
- Terendah: 6.161
- Nilai Transaksi: Rp93,30 miliar
- Volume Perdagangan: 190,92 juta saham
- Frekuensi Perdagangan: 13.703 kali
Top Value
- BMRI: 4.230 (-150 / -3,42 persen)
- BUMI: 172 (-11 / -6,01 persen)
- TPIA: 2.040 (-130 / -5,99 persen)
Top Volume
- BUMI: 172 (-11 / -6,01 persen)
- BNBR: 105 (-3 / -2,78 persen)
- COCO: 126 (-15 / -10,64 persen)
LQ45 Top Gainers
- AKRA: 1.435 (+25 / +1,77 persen)
- BBRI: 3.000 (+10 / +0,33 persen)
- ITMG: 24.425 (+25 / +0,10 persen)
LQ45 Top Losers
- CUAN: 700 (-55 / -7,38 persen)
- BUMI: 172 (-11 / -6,01 persen)
- DEWA: 448 (-24 / -5,08 persen)
Jakarta Islamic Index (JII) Top Losers
- BUMI: 172 (-11 / -6,01 persen)
- TPIA: 2.040 (-130 / -5,99 persen)
- ENRG: 1.465 (-90 / -5,79 persen)
Sektor Tertekan
- IDX Cyclical: -3,21 persen
- IDX Basic Materials: -3,12 persen
- IDX Energy: -2,65 persen
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan merupakan ajakan atau rekomendasi untuk membeli maupun menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.