- Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0,89 persen akibat aksi jual bersih asing sebesar Rp789 miliar pada saham berkapitalisasi besar.
- Bursa Asia anjlok pada Senin, 28 Juli, karena tekanan sektor semikonduktor setelah China memproduksi mesin litografi DUV lokal.
- Wall Street ditutup bervariasi pada Selasa, 28 Juli, menjelang keputusan suku bunga The Fed dan laporan keuangan perusahaan teknologi.
Kabar tersebut langsung memicu efek domino di lantai bursa:
Korea Selatan: Indeks Kospi terjun bebas 10,8 persen dan Kosdaq merosot 7,7 persen. Saham raksasa teknologi Samsung Electronics merosot 13,4 persen, sementara SK Hynix jatuh 9 persen.
Jepang: Indeks Nikkei 225 anjlok 3,95 persen dan Topix turun 2,52 persen. Saham Kioxia anjlok drastis 18 persen dan Tokyo Electron melemah 11 persen.
Tiongkok & Taiwan: Indeks Taiex Taiwan melemah 4,65 persen dan CSI 300 China turun 2,83 persen. Saham ASML sendiri turut terkoreksi 2,9 persen.
Di sisi lain, bursa Hang Seng Hong Kong masih mampu menguat tipis 0,41 persen dan ASX 200 Australia naik 0,61 persen.
Wall Street Bervariasi Jelang Keputusan The Fed
Beralih ke Amerika Serikat, bursa Wall Street ditutup bervariasi (mixed) pada perdagangan Selasa (28/7) waktu setempat. Investor tengah mencermati rilis laporan keuangan dari sejumlah raksasa teknologi (Big Tech) sekaligus menantikan keputusan suku bunga acuan dari bank sentral AS (The Fed) yang dijadwalkan terbit pada Rabu (29/7).
Indeks S&P 500 berhasil menguat tipis 0,21 persen dan Dow Jones Industrial Average naik 1,03 persen. Penguatan ini banyak ditopang oleh saham-saham non-teknologi, seperti Boeing yang melonjak 4,8 persen berkat catatan arus kas bebas positif, dan Coca-Cola yang naik 5 persen pasca-menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya.
Sebaliknya, indeks padat teknologi Nasdaq Composite melemah 0,22 persen. Sektor produsen cip yang sebelumnya mendulang untung dari tren kecerdasan buatan (AI) kini menjadi beban, membuat indeks PHLX kehilangan 4,5 persen dan indeks teknologi secara umum turun 1,4 persen.
Pelaku pasar kini menahan diri menjelang rilis kinerja kuartalan Microsoft pada hari Rabu, disusul oleh Apple dan Amazon pada hari Kamis, guna melihat sejauh mana belanja modal untuk AI memengaruhi margin laba perusahaan.
DISCLAIMER
Artikel ini disajikan murni sebagai sarana informasi pasar modal dan bukan merupakan ajakan, perintah, maupun rekomendasi mutlak untuk membeli atau menjual efek tertentu. Keputusan investasi dan trading sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi setiap investor.