- PT Bank Negara Indonesia Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham senilai Rp627 miliar dari kas internal.
- Aksi korporasi tersebut dijadwalkan berlangsung di Bursa Efek Indonesia mulai tanggal 27 Juli hingga 26 Oktober 2026.
- Kebijakan ini bertujuan mengatasi fluktuasi pasar tanpa mengganggu kondisi keuangan serta laba bersih perusahaan.
Suara.com - Emiten bank BUMN, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) akan melakukan pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp627 miliar.
Upaya buyback saham ini, Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap kondisi pasar modal yang masih berfluktuasi signifikan sekaligus untuk mengimbangi tekanan jual di pasar saham.
Mengutip keterbukaan informasi, Selasa, 28 Juli 2026, aksi korporasi ini akan menggunakan sumber dana dari kas internal.
Adapun, Buyback dapat dilakukan secara bertahap maupun sekaligus melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) dan ditargetkan rampung paling lambat tiga bulan sejak keterbukaan informasi diterbitkan.
Berdasarkan jadwal yang dipublikasikan perseroan, periode pelaksanaan buyback berlangsung mulai 27 Juli 2026 hingga 26 Oktober 2026.

Nilai buyback tersebut juga telah memperhitungkan biaya transaksi, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya lainnya yang diperkirakan maksimal 0,30 persen dari nilai pembelian kembali saham.
Manajemen BNI menegaskan aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu kondisi keuangan perusahaan.
Dengan asumsi seluruh dana buyback digunakan, aset dan ekuitas perseroan memang diperkirakan berkurang sebesar Rp627 miliar.
Namun, dampaknya terhadap biaya operasional dinilai tidak material sehingga kinerja laba tetap diperkirakan sejalan dengan target perusahaan.
Selain itu, hasil analisis perseroan menunjukkan buyback tidak memberikan perubahan signifikan terhadap indikator keuangan utama.
Laba bersih diproyeksikan tetap sebesar Rp9,05 triliun, sementara laba bersih per saham (earning per share/EPS) diperkirakan meningkat dari Rp243 menjadi Rp244. Return on Equity (ROE) juga diproyeksikan naik tipis dari 14,51 persen menjadi 14,52 persen.
BNI menjelaskan, salah satu alasan buyback adalah mengimbangi tekanan jual yang terjadi di pasar seiring kondisi pasar modal yang masih berfluktuasi.
Perseroan meyakini pelaksanaan aksi korporasi tersebut tidak akan mengganggu kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial maupun mengurangi likuiditas saham BBNI di Bursa Efek Indonesia.