- Indeks Harga Saham Gabungan melemah 0,89 persen akibat aksi jual bersih asing sebesar Rp789 miliar pada saham berkapitalisasi besar.
- Bursa Asia anjlok pada Senin, 28 Juli, karena tekanan sektor semikonduktor setelah China memproduksi mesin litografi DUV lokal.
- Wall Street ditutup bervariasi pada Selasa, 28 Juli, menjelang keputusan suku bunga The Fed dan laporan keuangan perusahaan teknologi.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan pada perdagangan sebelumnya dengan ditutup melemah sebesar 0,89 persen.
Koreksi indeks domestik ini turut diperberat oleh derasnya arus modal keluar, di mana investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) mencapai sekitar Rp789 miliar.
Aksi jual asing tersebut berpusat pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps). Lima saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF).
Meskipun ditutup di zona merah, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai pergerakan indeks domestik hari ini masih memiliki potensi pembalikan arah.
"IHSG berpeluang untuk mengalami short term technical rebound hari ini," jelas Fanny. Ia memproyeksikan area support IHSG saat ini berada di rentang 6.050 hingga 6.100, sementara level resisten berada di kisaran 6.170 hingga 6.230.
Untuk menghadapi pergerakan pasar hari ini, Fanny memberikan sejumlah rekomendasi saham (trading idea) dengan strategi Speculative Buy (Spec Buy) yang dapat dicermati oleh para investor:
BUMI: Spec Buy dengan area beli di 165, cutloss jika turun di bawah 162. Target terdekat di 168–170.
TLKM: Spec Buy dengan area beli di 2.560, cutloss di bawah 2.540. Target terdekat di 2.600–2.650.
TINS: Spec Buy dengan area beli di 3.440–3.460, cutloss di bawah 3.400. Target terdekat di 3.490–3.520.
BNBR: Spec Buy dengan area beli di 102–104, cutloss di bawah 100. Target terdekat di 106–109.
BREN: Spec Buy dengan area beli di 3.370–3.430, cutloss di bawah 3.370. Target terdekat di 3.460–3.500.
TOWR: Spec Buy dengan area beli di 394–402, cutloss di bawah 394. Target terdekat di 406–414.
Bursa Asia Runtuh Terseret Sektor Cip
Koreksi yang terjadi pada IHSG sejalan dengan tekanan hebat yang melanda bursa saham kawasan Asia pada perdagangan Senin (28/7). Penurunan tajam ini dipicu oleh aksi jual masif pada saham-saham perusahaan semikonduktor (cip).
Sentimen negatif memukul sektor cip Asia menyusul laporan dari The Information yang menyebutkan bahwa China telah mulai memproduksi mesin litografi immersion deep ultraviolet (DUV) secara lokal. Teknologi krusial ini sebelumnya sangat didominasi oleh perusahaan asal Belanda, ASML.
Kabar tersebut langsung memicu efek domino di lantai bursa:
Korea Selatan: Indeks Kospi terjun bebas 10,8 persen dan Kosdaq merosot 7,7 persen. Saham raksasa teknologi Samsung Electronics merosot 13,4 persen, sementara SK Hynix jatuh 9 persen.
Jepang: Indeks Nikkei 225 anjlok 3,95 persen dan Topix turun 2,52 persen. Saham Kioxia anjlok drastis 18 persen dan Tokyo Electron melemah 11 persen.
Tiongkok & Taiwan: Indeks Taiex Taiwan melemah 4,65 persen dan CSI 300 China turun 2,83 persen. Saham ASML sendiri turut terkoreksi 2,9 persen.
Di sisi lain, bursa Hang Seng Hong Kong masih mampu menguat tipis 0,41 persen dan ASX 200 Australia naik 0,61 persen.
Wall Street Bervariasi Jelang Keputusan The Fed
Beralih ke Amerika Serikat, bursa Wall Street ditutup bervariasi (mixed) pada perdagangan Selasa (28/7) waktu setempat. Investor tengah mencermati rilis laporan keuangan dari sejumlah raksasa teknologi (Big Tech) sekaligus menantikan keputusan suku bunga acuan dari bank sentral AS (The Fed) yang dijadwalkan terbit pada Rabu (29/7).
Indeks S&P 500 berhasil menguat tipis 0,21 persen dan Dow Jones Industrial Average naik 1,03 persen. Penguatan ini banyak ditopang oleh saham-saham non-teknologi, seperti Boeing yang melonjak 4,8 persen berkat catatan arus kas bebas positif, dan Coca-Cola yang naik 5 persen pasca-menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya.
Sebaliknya, indeks padat teknologi Nasdaq Composite melemah 0,22 persen. Sektor produsen cip yang sebelumnya mendulang untung dari tren kecerdasan buatan (AI) kini menjadi beban, membuat indeks PHLX kehilangan 4,5 persen dan indeks teknologi secara umum turun 1,4 persen.
Pelaku pasar kini menahan diri menjelang rilis kinerja kuartalan Microsoft pada hari Rabu, disusul oleh Apple dan Amazon pada hari Kamis, guna melihat sejauh mana belanja modal untuk AI memengaruhi margin laba perusahaan.
DISCLAIMER
Artikel ini disajikan murni sebagai sarana informasi pasar modal dan bukan merupakan ajakan, perintah, maupun rekomendasi mutlak untuk membeli atau menjual efek tertentu. Keputusan investasi dan trading sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi setiap investor.