1,2 Juta Buruh Linting Bisa Jadi Korban Aturan Kemasan Rokok Polos

Achmad Fauzi

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:10 WIB
1,2 Juta Buruh Linting Bisa Jadi Korban Aturan Kemasan Rokok Polos
Salah satu buruh tembakau. [Suara.com/Aminuddin]
baca 10 detik
  • Kemenaker menyebutkan bahwa kebijakan standardisasi kemasan rokok mengancam kelangsungan kerja jutaan buruh industri tembakau.
  • Sebagian besar buruh linting berusia lanjut sehingga menyulitkan proses peningkatan keterampilan dan alih profesi baru.
  • DPR RI meminta pemerintah menyusun regulasi secara komprehensif tanpa menghilangkan lapangan pekerjaan sektor tembakau.

Suara.com - Rencana pemerintah menerapkan kebijakan standardisasi kemasan rokok atau plain packaging dinilai tidak hanya berdampak pada industri hasil tembakau (IHT), tetapi juga mengancam keberlangsungan mata pencaharian ribuan buruh linting yang sebagian besar berada di usia produktif akhir.

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mengingatkan pekerja sigaret kretek tangan (SKT) menjadi kelompok yang paling rentan apabila kebijakan tersebut diterapkan tanpa masa transisi maupun strategi perlindungan tenaga kerja.

Direktur Kelembagaan dan Pencegahan Perselisihan Hubungan Industrial Kemenaker, Decky Haedar Ulum, mengatakan industri tembakau selama ini menjadi salah satu sektor padat karya yang memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja.

Ia mencontohkan, satu lini produksi di perusahaan rokok besar mampu menyerap ratusan pekerja. Bahkan, pada industri SKT, jumlah tenaga kerja yang terserap bisa mencapai ribuan orang dalam satu pabrik.

Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI) menolak rencana pemerintah menerapkan penyeragaman kemasan rokok karena dinilai berpotensi menekan industri hasil tembakau (IHT) dan berdampak langsung terhadap perekonomian sekitar 1,5 juta petani cengkeh di Indonesia. Foto Suara.com
Kemasan rokok polos. Foto Suara.com

"Kalau SKT itu bisa menyerap sampai 4.000 sampai 6.000 orang. Jadi di tengah kondisi yang cukup berat saat ini, penyerapan sektor tenaga kerja di sektor tembakau menjadi satu hal yang cukup krusial dalam penciptaan lapangan kerja," ujarnya seperti dikutip Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Menurut Decky, implementasi kebijakan standardisasi kemasan rokok secara langsung berpotensi memberikan tekanan terhadap sekitar 1,2 juta pekerja yang berada dalam ekosistem industri hasil tembakau. Karena itu, pemerintah perlu menyiapkan langkah mitigasi sebelum aturan diberlakukan.

"Jika implementasi ini dilakukan secara serta-merta, tentunya akan berdampak dan kita perlu suatu exit strategy bagaimana kita bisa tetap mempekerjakan tenaga kerja di sektor rokok ini," ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar terletak pada karakteristik pekerja di industri tembakau yang didominasi buruh dengan usia 40 hingga 50 tahun dan telah mengabdi selama puluhan tahun. Kondisi tersebut membuat proses peningkatan keterampilan (upskilling) maupun alih profesi tidak mudah dilakukan.

"Buruh linting itu pada rentang usia 40-50 tahun dengan masa kerja 35 tahun. Kita bingung juga untuk upscaling karena usia mereka yang hampir purna. Jika kebijakan ini dijalankan akan jadi beban sosial juga untuk kita semua," tutur Decky.

baca juga

Kekhawatiran serupa disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem, Nurhadi. Menurutnya, kebijakan pengendalian produk tembakau seharusnya disusun secara komprehensif dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, keberlangsungan industri, hingga perlindungan tenaga kerja.

"Kebijakan ini melihat dari sisi kesehatan saja, tapi tidak melihat dari sisi yang lain, termasuk keberlanjutan ekonomi," katanya.

Nurhadi mengingatkan regulasi yang diterapkan tanpa kajian dampak menyeluruh berpotensi menimbulkan persoalan baru berupa hilangnya lapangan kerja.

"Jangan hanya bisa melarang, tetapi tidak memberikan ruang untuk mengonversi dampak akibat kebijakan tersebut," tegas Nurhadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret

Keruwetan Aturan Rokok, Bikin Investasi di Industri Hasil Tembakau Seret

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:59 WIB

Berantas Produk Ilegal, Industri Vape Ekspansi Distribusi ke Ritel

Berantas Produk Ilegal, Industri Vape Ekspansi Distribusi ke Ritel

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 14:18 WIB

Nasib 2,3 Juta Keluarga Petani Tembakau Tak Jelas dengan Adanya Aturan Baru

Nasib 2,3 Juta Keluarga Petani Tembakau Tak Jelas dengan Adanya Aturan Baru

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 09:30 WIB

Terkini

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

Ketegangan Gas dengan Singapura, Indonesia Disebut Buktikan Nyali dan Kedaulatan Energi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:53 WIB

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

MHU Pangkas Emisi Tambang 41,34%, Lampaui Target Penurunan hingga 2030

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:43 WIB

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

JIS Mulai Dilirik Investor Naming Rights, Pramono Ungkap Ada 15 Konser Tahun Depan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

Kerap Jadi Alat Kriminalisasi, Perumus Kritik Penerapan Pasal UU Tipikor: Sudah Jauh Menyimpang!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:37 WIB

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Segmen Derivatif Topang Kinerja PT Indokripto Koin Semesta Tbk di Tengah Koreksi Pasar Aset Kripto

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:36 WIB

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:24 WIB

×