- IHSG berpotensi melakukan rebound teknikal pada Kamis, 30 Juli 2026, setelah sebelumnya ditutup melemah.
- Wall Street melemah karena The Fed menahan suku bunga dan terbebani sektor teknologi.
- Sejumlah emiten domestik telah merilis laporan kinerja keuangan mereka untuk Semester I-2026.
Suara.com - Mengacu pada laporan riset harian PT BNI Sekuritas yang dirilis pada Kamis, 30 Juli 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki potensi pembalikan arah (rebound) teknikal pada perdagangan hari ini.
Pada sesi perdagangan sebelumnya, Rabu (29/7), IHSG ditutup melemah sebesar 0,64% ke level 6.091,39. Penurunan indeks domestik ini berkorelasi langsung dengan masifnya aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing di pasar reguler yang mencapai angka Rp183 miliar.
Berdasarkan analisis teknikal tersebut, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan berada pada rentang support di level 6.087 dan 6.030, sementara area resistance berada di 6.110 dan 6.170.
Dari bursa global, indeks utama Wall Street kompak ditutup melemah pasca-pengumuman bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
Pada penutupan perdagangan, indeks S&P 500 terkoreksi 1,52%, Nasdaq turun 1,74%, dan Dow Jones Industrial Average merosot 2,19%.
Keputusan penahanan suku bunga tersebut diwarnai oleh adanya dissenting opinion atau perbedaan pendapat dari tiga anggota komite (FOMC) yang sebenarnya lebih menyukai kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini.
Selain faktor makroekonomi, saham-saham sektor teknologi dan produsen cip yang terkait dengan tren kecerdasan buatan (AI) turut menambah tekanan kerugian di bursa AS. Hal ini terjadi setelah laporan kuartalan SK Hynix dinilai gagal memenuhi ekspektasi tinggi dari investor.
Beralih ke kawasan regional, bursa saham Asia mayoritas berbalik menguat (rebound) pada perdagangan Rabu (29/7) setelah sempat didera aksi jual besar-besaran sehari sebelumnya. Sentimen pelaku pasar terpantau masih sangat berhati-hati dalam menyikapi valuasi saham teknologi dan tingginya angka belanja modal (capex) untuk infrastruktur AI.
Beberapa indeks utama Asia bergerak bervariasi:
Indeks KOSPI Korea Selatan anjlok 6% dan KOSDAQ merosot 6,1%.
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 1,49%, namun indeks Topix berhasil naik 0,26%.
Di zona hijau, indeks Hang Seng Hong Kong melesat 2%, ASX 200 Australia naik 1,02%, dan CSI 300 China menguat 0,67%.
Rekomendasi Saham (Trading Idea)
Menyikapi volatilitas pergerakan indeks, BNI Sekuritas menyarankan sejumlah saham pilihan (Stock Recommendation) dengan strategi Speculative Buy (Spec Buy) untuk dicermati pada hari ini:
ENRG: Lakukan pembelian di area 1.210–1.225, dengan titik cutloss jika turun di bawah 1.200. Target harga terdekat di 1.250–1.270.
MEDC: Lakukan pembelian di area 1.220–1.230, dengan titik cutloss di bawah 1.210. Target harga terdekat di 1.250–1.290.
AKRA: Lakukan pembelian di area 1.440–1.465, dengan titik cutloss di bawah 1.440. Target harga terdekat di 1.480–1.510.
ESSA: Lakukan pembelian di area 600–615, dengan titik cutloss di bawah 600. Target harga terdekat di 630–660.
AADI: Lakukan pembelian di area 8.650–8.850, dengan titik cutloss di bawah 8.500. Target harga terdekat di 9.000–9.100.
ISAT: Lakukan pembelian di area 1.880–1.900, dengan titik cutloss di bawah 1.860. Target harga terdekat di 1.920–1.950.
Kabar Emiten Domestik (Market Flash)
Turut mewarnai pergerakan pasar hari ini, sejumlah emiten telah merilis laporan kinerjanya pada Semester I-2026:
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan raihan positif dengan membukukan laba bersih sebesar Rp607,48 miliar pada paruh pertama 2026.
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyebutkan bahwa kinerja perseroan pada Semester I-2026 terdorong kuat oleh strategi diversifikasi dan ekspansi.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memberikan penjelasan terkait terjadinya penurunan marjin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM) sebesar 50 basis poin (bps) di sepanjang Semester I-2026.
Anak usaha PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yaitu KPC dan Arutmin, bersiap mengeksekusi proyek hilirisasi pemrosesan batu bara menjadi metanol (coal to methanol).
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) berekspansi dengan membentuk anak usaha baru yang bergerak di lini bisnis pariwisata dan real estat.
PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 16,7% pada paruh pertama tahun 2026.
Pendapatan emiten PT Chandra Daya Investasi (CDIA) melonjak 22% secara semesteran, kendati laba bersih perseroan tercatat anjlok sebesar 74%.