- Harga beras bawah naik hingga 5,15 persen.
- Daging ayam, sapi, dan cabai hijau kompak turun.
- Minyak goreng curah dan gula lokal tetap stabil.
Suara.com - Pergerakan harga pangan di pasar tradisional menunjukkan tren yang beragam pada Jumat (31/7/2026). Di tengah kenaikan mayoritas jenis beras, sejumlah komoditas seperti daging ayam, daging sapi, cabai hingga minyak goreng kemasan justru mengalami penurunan harga.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional Bank Indonesia per pukul 10.00 WIB, kenaikan harga paling menonjol terjadi pada kelompok beras.
Beras kualitas bawah II mencatat lonjakan tertinggi dengan kenaikan 5,15 persen atau Rp750 menjadi Rp15.300 per kilogram (kg). Sementara beras kualitas bawah I naik 3,05 persen atau Rp450 menjadi Rp15.200 per kg.
Kenaikan juga terjadi pada beras kualitas medium. Beras kualitas medium I naik 0,91 persen menjadi Rp16.550 per kg, sedangkan beras kualitas medium II bertambah 1,54 persen menjadi Rp16.450 per kg.
Di sisi lain, beras premium justru bergerak berlawanan. Beras kualitas super I turun 1,13 persen menjadi Rp17.500 per kg dan beras kualitas super II turun tipis 0,29 persen menjadi Rp17.100 per kg.
Pada kelompok bumbu dapur, harga bawang masih melanjutkan tren kenaikan. Bawang merah ukuran sedang naik 1,78 persen menjadi Rp41.400 per kg, sedangkan bawang putih ukuran sedang meningkat 0,59 persen menjadi Rp42.450 per kg.
Pergerakan harga cabai terlihat bervariasi. Cabai merah besar naik 1,45 persen menjadi Rp48.850 per kg. Namun, cabai merah keriting turun cukup tajam 4,32 persen menjadi Rp44.250 per kg, sementara cabai merah hijau merosot 5,19 persen menjadi Rp49.250 per kg. Adapun cabai rawit merah naik tipis menjadi Rp54.450 per kg.
Sementara itu, kelompok protein hewani menunjukkan tren pelemahan. Harga daging ayam ras segar turun 1,28 persen menjadi Rp38.600 per kg.
Harga daging sapi kualitas I juga terkoreksi 1,13 persen menjadi Rp149.200 per kg, sedangkan daging sapi kualitas II turun 0,63 persen menjadi Rp141.000 per kg.
Pada komoditas lainnya, gula pasir premium turun 0,74 persen menjadi Rp20.150 per kg, sedangkan gula pasir lokal tetap bertahan di Rp19.100 per kg.
Harga minyak goreng curah juga stabil di level Rp20.450 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek I turun 1,85 persen menjadi Rp23.850 per kg, sementara minyak goreng kemasan bermerek II tidak mengalami perubahan di Rp23.400 per kg.
Adapun harga telur ayam ras segar turun tipis 0,17 persen menjadi Rp29.550 per kg.
Pergerakan harga yang beragam ini menunjukkan tekanan harga pangan belum merata. Kenaikan pada beras sebagai komoditas utama menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi pengeluaran rumah tangga, meski di sisi lain penurunan harga sejumlah komoditas protein hewani dan hortikultura dapat membantu meredam beban belanja masyarakat.