- Chairman Lippo Group James Riady memastikan seluruh mal Lippo tidak akan memasang pagar tinggi di Jakarta pada Jumat (31/7/2026).
- James menilai kehati-hatian pengusaha lain adalah hal wajar untuk mengantisipasi dinamika perekonomian serta gejolak geopolitik saat ini.
- Pelaku usaha diingatkan agar menata struktur keuangan dengan bijak dan menghindari pinjaman dolar Amerika Serikat jangka pendek.
Suara.com - Chairman Lippo Group, James Riady, memastikan seluruh pusat perbelanjaan atau mal di bawah naungan Lippo Group tidak akan memasang pagar tinggi di area komersialnya.
Pernyataan ini menanggapi langkah sejumlah pengelola mal lain yang belakangan memasang pagar tinggi.
"Pasti tidak. Yang terjadi 10 tahun ini ada pagar itu semua mal-mal Lippo kita bongkar, kita turunkan," ujar James usai menghadiri agenda Presidential Briefing KADIN di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Jumat (31/7/2026).
Meski begitu, James menilai sikap kehati-hatian yang ditunjukkan sebagian pelaku bisnis merupakan hal yang wajar.
Menurutnya, dinamika perekonomian dan kondisi geopolitik saat ini memang menuntut antisipasi lebih dari pelaku usaha.
"Kehati-hatian pengusaha itu bisa dimengerti. Memang ini zamannya akan lebih banyak gejolak," kata James.
![Mall Lippo Cikarang. [lippo-cikarang.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2016/03/06/o_1ad4guah71ph71dqm1soi1dkp6l2a.jpg)
Guna menghadapi ketidakpastian tersebut, James menekankan pentingnya pembenahan struktur keuangan, baik di tingkat perusahaan maupun negara. Ia mengingatkan para pelaku usaha agar lebih bijak dalam mengelola beban utang.
"Struktur keuangan setiap perusahaan, struktur keuangan negara dan sebagainya memang harus ditata lebih baik daripada dulu. Umpamanya, kita tidak bisa lagi pinjam uang US dollar jangka pendek lalu masuk ke Indonesia mengembangkan usaha, tentu itu lebih berat," pungkasnya.