- Mochtar Riady menghibahkan lahan 31,3 hektare senilai Rp 6,2 triliun di Meikarta untuk rusun MBR pendukung program 3 juta rumah Presiden Prabowo.
- Lahan tersebut akan dikerjakan oleh BPI Danantara untuk membangun ratusan ribu unit hunian, ditargetkan rampung Agustus 2028.
- Proyek ini dinilai penting karena mendorong perekonomian nasional melalui multiplier effect dan keterlibatan banyak sektor usaha terkait.
Suara.com - Pendiri Lippo Group Mochtar Riady menghibahkan lahan seluas sekitar 31,3 hektare di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi untuk pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Nilai lahan tersebut diperkirakan mencapai Rp6,2 triliun.
Hibah tersebut diberikan untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Lahan itu nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan apartemen bersubsidi yang dikerjakan oleh Badan Pengelola Investasi (BKI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Penyerahan surat hibah dilakukan oleh Mochtar Riady kepada Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani. Prosesi tersebut disaksikan Ketua Satgas Perumahan dan Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo serta Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Apartment bersubsidi tersebut direncanakan terdiri dari puluhan menara dengan total ratusan ribu unit hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

"Tanahnya sekitar 31,3 ha. Kalau dihitung dengan nilai sekitar Rp 20 juta per m2, nilai totalnya kurang lebih Rp 6,2 triliun," ujar Maruarar seperti dikutip, Senin (9/3/2026).
Menurut Rosan, lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebagai bagian dari program perumahan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Pembangunan proyek tersebut akan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan rampung pada 17 Agustus 2028.
"Pembangunannya akan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase," kata dia.
Secara keseluruhan kawasan tersebut direncanakan terdiri atas sekitar 51 tower apartemen dengan total sekitar 126 ribu unit hunian. Pada tahap awal, proyek ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 14 triliun hingga Rp 16 triliun.
Baca Juga: Pemerintah dan Danantara Pilih Cikarang Jadi Lokasi Rumah Murah
"Yang penting hari ini adalah Danantara mendukung program pemerintah dan memulai langkah awal pada hari ini dan yang akan mengerjakan proyek ini," ucap dia.
Menteri PKP Maruarar Sirait menyebut hibah lahan tersebut merupakan salah satu yang terbesar dalam program pembangunan 3 juta rumah.
Ia juga mengapresiasi kontribusi Lippo Group yang dinilai turut membantu percepatan penyediaan hunian bagi masyarakat.
Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo mengatakan program pembangunan 3 juta rumah bukan sekadar proyek perumahan, tetapi juga strategi besar untuk menggerakkan perekonomian nasional.
"Ini benar-benar contoh Indonesia Incorporated ketika pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak bergerak bersama untuk kepentingan bangsa," kata Hashim.
Ia menambahkan, kebutuhan hunian di Indonesia masih sangat besar. Saat ini terdapat sekitar 9 juta hingga 15 juta keluarga yang membutuhkan rumah tinggal, sementara sekitar 27 juta keluarga masih tinggal di rumah tidak layak huni.