Skema Potong Komisi Langsung Dinilai Bikin Pendapatan Ojol Lebih Transparan

Achmad Fauzi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:36 WIB
Skema Potong Komisi Langsung Dinilai Bikin Pendapatan Ojol Lebih Transparan
Potongan komisi saat ini membuat transparansi pendapatan ojol. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Mulai 1 Agustus 2026, Grab menerapkan pemotongan komisi GrabBike Hemat langsung setelah order selesai.
  • Mitra pengemudi menerima 92 persen dan aplikator memperoleh 8 persen tanpa mengubah besaran bagi hasil.
  • Perubahan mekanisme baru tersebut bertujuan untuk meningkatkan transparansi pendapatan bersih bagi mitra pengemudi ojek online.

Suara.com - Perubahan mekanisme pemotongan komisi yang diterapkan Grab untuk layanan GrabBike Hemat dinilai dapat meningkatkan transparansi pendapatan bagi mitra pengemudi ojek online (ojol). Dengan skema baru ini, pengemudi dapat langsung mengetahui pendapatan bersih setelah menyelesaikan setiap perjalanan.

Mulai 1 Agustus 2026, Grab mengubah mekanisme pemotongan komisi untuk layanan GrabBike Hemat. Jika sebelumnya komisi diproses secara akumulatif pada H+1, kini pemotongan dilakukan langsung setelah order selesai.

Meski demikian, besaran komisi yang dikenakan tetap sebesar 8 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam skema tersebut, mitra pengemudi menerima 92 persen dari tarif dasar perjalanan, sedangkan platform memperoleh 8 persen.

Pengemudi ojek online menjemput penumpang di seberang Stasiun Palmerah, Jakarta, Kamis (2/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Potongan komisi saat ini membuat transparansi pendapatan ojol. [Suara.com/Alfian Winanto]

Penyesuaian mekanisme ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara peningkatan pendapatan mitra dan keberlanjutan layanan.

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menegaskan perubahan tersebut hanya menyangkut proses pemotongan komisi, bukan besaran bagi hasil yang diterima mitra.

Sementara, Pemerhati Transportasi Online Pandowo Kusumo menilai mekanisme baru tersebut akan memberikan kejelasan lebih besar bagi mitra pengemudi dalam memantau pendapatan mereka.

Menurutnya, skema pemotongan pada H+1 selama ini membuat pengemudi tidak dapat langsung mengetahui hasil bersih dari setiap order yang diselesaikan.

"Kalau mekanisme baru dinilai lebih memudahkan driver memahami pendapatan mereka, mengapa tidak diterapkan sejak awal?" ujar Pandowo seperti dikutip, Selasa (4/8/2026).

baca juga

Menurut Pandowo, pemotongan komisi di keesokan harinya atau H+1 membuat pengemudi tidak dapat langsung mengetahui pendapatan bersih dari setiap perjalanan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan ketika pengemudi mencocokkan pendapatan yang diterima dengan potongan komisi dari platform.

Ia pun membandingkan langkah Grab dengan Gojek yang telah lebih dahulu menerapkan skema pembagian tarif 92 persen untuk mitra dan 8 persen untuk aplikator sejak 1 Juli 2026, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah.

"Dalam konteks ini, Gojek terlihat lebih proaktif, sedangkan Grab baru melakukan perubahan setelah tekanan meningkat," ujarnya.

Pandowo menambahkan, kepatuhan platform tidak hanya diukur dari besaran komisi yang dipotong, tetapi juga dari transparansi sistem serta kemudahan mitra memahami perhitungan pendapatan mereka.

Karena itu, implementasi mekanisme baru Grab tetap perlu diawasi agar berjalan konsisten dan benar-benar memberikan kejelasan bagi mitra pengemudi.

Di sisi lain, Pandowo memastikan perubahan mekanisme komisi tersebut tidak serta-merta membuat tarif yang dibayarkan pelanggan berubah secara seragam. Menurutnya, tarif perjalanan tetap ditentukan oleh berbagai faktor seperti jarak tempuh, kondisi lalu lintas, tingkat permintaan, hingga ketersediaan mitra pengemudi di masing-masing wilayah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jawab Ketidakpastian, Dasco dan DPR Perkuat Serap Aspirasi Jelang Finalisasi Perpres Ojol

Jawab Ketidakpastian, Dasco dan DPR Perkuat Serap Aspirasi Jelang Finalisasi Perpres Ojol

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 15:12 WIB

Perpres Ojol Segera Rampung, Aplikator Nakal Bakal Ditindak Pemerintah

Perpres Ojol Segera Rampung, Aplikator Nakal Bakal Ditindak Pemerintah

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:25 WIB

Tinggal Satu Rapat Lagi, DPR Pastikan Perpres Ojol Segera Final

Tinggal Satu Rapat Lagi, DPR Pastikan Perpres Ojol Segera Final

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

Sikapi Konflik Papua, Panglima TNI Tegaskan Militer Tak Bisa Bekerja Sendirian

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:32 WIB

VISION+ Hadirkan POTE, Serial Horor Soal Kutukan Mematikan di Pulau Marunda

VISION+ Hadirkan POTE, Serial Horor Soal Kutukan Mematikan di Pulau Marunda

Entertainment | Minggu, 20 September 2026 | 11:27 WIB

Jangan Tertipu Visualnya! Ini Pesan Kelam Takopi's Original Sin tentang Trauma

Jangan Tertipu Visualnya! Ini Pesan Kelam Takopi's Original Sin tentang Trauma

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:21 WIB

6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level

6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 11:20 WIB

Houthi Targetkan Warga Sipil di Riyadh dan 4 Kota Lain, Arab Saudi Siapkan Balasan Mengerikan

Houthi Targetkan Warga Sipil di Riyadh dan 4 Kota Lain, Arab Saudi Siapkan Balasan Mengerikan

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:18 WIB

Kemenhaj Periksa 19 Saksi Terkait Dugaan Manipulasi Nomor Porsi Haji di Jatim

Kemenhaj Periksa 19 Saksi Terkait Dugaan Manipulasi Nomor Porsi Haji di Jatim

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:15 WIB

8 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil, Apakah Selalu Pertanda Buruk?

8 Arti Mimpi Kecelakaan Mobil, Apakah Selalu Pertanda Buruk?

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 11:13 WIB

8 Cara Mengunci Kelembapan Ekstra pada Kulit Lansia tanpa Memicu Gatal

8 Cara Mengunci Kelembapan Ekstra pada Kulit Lansia tanpa Memicu Gatal

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 11:09 WIB

Komandan Elite Houthi Tewas dalam Serangan Udara, Selat Bab el-Mandeb Jadi Medan Panas

Komandan Elite Houthi Tewas dalam Serangan Udara, Selat Bab el-Mandeb Jadi Medan Panas

News | Minggu, 20 September 2026 | 11:07 WIB

KAI Commuter Tambah Empat Perjalanan Lintas Bogor Mulai Senin

KAI Commuter Tambah Empat Perjalanan Lintas Bogor Mulai Senin

News | Minggu, 20 September 2026 | 10:56 WIB

×