- Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp18.027 per dolar AS pada Selasa, 4 Agustus 2026.
- Pelemahan rupiah dipicu oleh data manufaktur AS yang positif serta ketidakpastian proses perdamaian Iran.
- Investor domestik juga mengantisipasi rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II yang diperkirakan melambat.
Suara.com - Nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan hingga akhir perdagangan, Selasa, 4 Agustus 2026. Mata uang Garuda masih betah di level Rp18.000 per dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah itutup ke level Rp 18.027 per dolar AS melemah 30 poin atau 0,17 persen dari hari sebelumnya di level Rp17.997 dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah ini setelah data manufaktur AS yang positif membuat investor kembali berinvestasi di aset berisiko seperti dolar AS.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah data aktivitas manufaktur AS dirilis lebih kuat dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.
![Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/61895-nilai-tukar-rupiah-ilustrasi-dolar-ilustrasi-dollar-ilustrasi-rupiah.jpg)
Lukman melanjutkan, sentimen lain juga menekan rupiah yang berada di zona merah disebabkan proses perdamaian Iran dan Amerika Serikat masih belum terlihat.
"Rupiah tertekan oleh ketidakpastian proses perdamaian di Timur Tengah menyusul bantahan Iran atas pernyataan Presiden Trump mengenai rencana pembicaraan," katanya.
Sementara dari domestik, investor juga mengantisipasi rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II besok yang diperkirakan melambat. Sehingga pelemahan rupiah masih terus berlanjuta.
"Rupiah masih akan melemah hingga besok di kisaran Rp17.950-Rp18.100," jelasnya.
Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia mengalami tekanan. peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,41 persen. Disusul, yen Jepang yang ambles 0,39 persen.
Selanjutnya, ada won Korea Selatan tertekan 0,24 persen dan dolar Singapura terkoreksi 0,1 persen. Lalu ada rupee India dan baht Thailand yang sama-sama tergelincir 0,02 persen.
Berikutnya, dolar Hong Kong turun 0,004 persen dan dolar Taiwan yang sudah ditutup stabil dengan kecenderungan melemah tipis pada hari ini.
Sedangkan yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,02 persen. Kemudian ada ringgit Malaysia yang terlihat menguat tipis terhadap the greenback.