Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.234,497
LQ45 623,931
Srikehati 302,648
JII 372,208
USD/IDR 17.986

Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000

Achmad Fauzi, Rina Anggraeni

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:18 WIB
Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000
Rupiah masih meloyo terhadap dolar AS berada di level Rp18.000. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp18.027 per dolar AS pada Selasa, 4 Agustus 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh data manufaktur AS yang positif serta ketidakpastian proses perdamaian Iran.
  • Investor domestik juga mengantisipasi rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II yang diperkirakan melambat.

Suara.com - Nilai tukar rupiah masih mengalami tekanan hingga akhir perdagangan, Selasa, 4 Agustus 2026. Mata uang Garuda masih betah di level Rp18.000 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah itutup ke level Rp 18.027 per dolar AS melemah 30 poin atau 0,17 persen dari hari sebelumnya di level Rp17.997 dolar AS.  

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah ini setelah data manufaktur AS yang positif membuat investor kembali berinvestasi di aset berisiko seperti dolar AS.

"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah data aktivitas manufaktur AS dirilis lebih kuat dari perkiraan," katanya saat dihubungi Suara.com.

Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Rupiah masih meloyo terhadap dolar AS berada di level Rp18.000. [Suara.com/Alfian Winanto]

Lukman melanjutkan, sentimen lain juga menekan rupiah yang berada di zona merah disebabkan proses perdamaian Iran dan Amerika Serikat masih belum terlihat.

"Rupiah tertekan oleh ketidakpastian proses perdamaian di Timur Tengah menyusul bantahan Iran atas pernyataan Presiden Trump mengenai rencana pembicaraan," katanya.

Sementara dari domestik, investor juga mengantisipasi rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II besok yang diperkirakan melambat. Sehingga pelemahan  rupiah masih terus berlanjuta.

"Rupiah masih akan melemah hingga besok di kisaran Rp17.950-Rp18.100," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang di Asia mengalami tekanan. peso Filipina menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ditutup anjlok 0,41 persen. Disusul, yen Jepang yang ambles 0,39 persen.

baca juga

Selanjutnya, ada won Korea Selatan tertekan 0,24 persen dan dolar Singapura terkoreksi 0,1 persen. Lalu ada rupee India dan baht Thailand yang sama-sama tergelincir 0,02 persen.

Berikutnya, dolar Hong Kong turun 0,004 persen dan dolar Taiwan yang sudah ditutup stabil dengan kecenderungan melemah tipis pada hari ini.

Sedangkan yuan China menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah menanjak 0,02 persen. Kemudian ada ringgit Malaysia yang terlihat menguat tipis terhadap the greenback.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS, Penguatan Greenback Kembali Tekan Mata Uang RI

Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS, Penguatan Greenback Kembali Tekan Mata Uang RI

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 09:27 WIB

Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas

Rupiah Menguat, BI Tahan Suku Bunga dan Perkuat Intervensi Pasar Valas

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa

Kerja Keras Tahan Rupiah Melemah, Gimana Kondisi Cadangan Devisa

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 19:25 WIB

Terkini

Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026

Perluas Cara Berinvestasi, BNI Tawarkan 2.600 Aset melalui Gelegar Lelang 2026

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:21 WIB

Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus

Febrie Adriansyah Lawan Status Tersangka, Kuasa Hukum Soroti 9 Kejanggalan Penanganan Kasus

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:20 WIB

Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000

Barang Impor Masih Mahal, Rupiah Terperangkap di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:18 WIB

Pilihan Smartwatch dengan GPS Akurat, Cocok untuk Hiking hingga City Walk

Pilihan Smartwatch dengan GPS Akurat, Cocok untuk Hiking hingga City Walk

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Anak Buah Prabowo Bicara Isu Pergantian Kapolri: Jabatan di Dunia Pasti Diganti, Tinggal Waktunya

Anak Buah Prabowo Bicara Isu Pergantian Kapolri: Jabatan di Dunia Pasti Diganti, Tinggal Waktunya

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:17 WIB

Liga Aspal Terancam Bubar, Pramono Janji Siapkan Lahan Pengganti

Liga Aspal Terancam Bubar, Pramono Janji Siapkan Lahan Pengganti

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:14 WIB

Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah: Kisah Cinta, Perjuangan, dan Makna Kehidupan

Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah: Kisah Cinta, Perjuangan, dan Makna Kehidupan

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Kasus Promosi Vape Libatkan Anak, Polisi Bakal Periksa Bigmo dan Produsen Liquid Tazelab

Kasus Promosi Vape Libatkan Anak, Polisi Bakal Periksa Bigmo dan Produsen Liquid Tazelab

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:10 WIB

Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah

Bongkar Korupsi Jumbo! Kejati NTB Bidik 3 Kasus Sekaligus di Bank Daerah

Bali | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:09 WIB

Viral Komentar Tak Berempati Nakes ke Pasien BPJS, RSUP Dr. Sardjito Buka Suara

Viral Komentar Tak Berempati Nakes ke Pasien BPJS, RSUP Dr. Sardjito Buka Suara

News | Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:04 WIB

×