Viral Komentar Tak Berempati Nakes ke Pasien BPJS, RSUP Dr. Sardjito Buka Suara

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 04 Agustus 2026 | 16:04 WIB
Viral Komentar Tak Berempati Nakes ke Pasien BPJS, RSUP Dr. Sardjito Buka Suara
Viral Komentar Tak Berempati ke Pasien BPJS. (kolase)
baca 10 detik
  • Sejumlah tenaga kesehatan diduga menulis komentar nir-empati di Threads terhadap pasien BPJS bernama Yurizal pada 22 Juli.
  • Pasien Yurizal dikabarkan meninggal dunia sehingga memicu gelombang kritik publik terkait etika tenaga kesehatan di ruang digital.
  • RSUP Dr. Sardjito menyatakan akun kontroversial tersebut milik peserta didik PPDS FKKMK UGM dan akan melakukan klarifikasi objektif.

Suara.com - Kasus dugaan komentar tidak berempati yang diunggah sejumlah tenaga kesehatan terhadap seorang pasien BPJS bernama Yurizal di media sosial Threads memicu gelombang kritik publik. 

Polemik itu semakin menjadi sorotan setelah Yurizal dikabarkan meninggal dunia. Sementara warganet mempertanyakan etika tenaga kesehatan dalam menyampaikan komentar di ruang digital.

Kasus itu bermula ketika unggahan Yurizal di akun Threads miliknya, @yurizaltrich pada 22 Juli lalu. Dalam unggahan itu, Yurizal menuliskan pengalamannya tak kunjung mendapat ruangan untuk berobat di sebuah rumah sakit.

"8 jam belum dapat ruangan. Ga mau spill RS-nya, soalnya gue pake BPJS," tulis Yurizal, dikutip Selasa (4/8/2026).

Namun unggahan itu justru ditanggapi dengan berbagai komentar sinis dan dinilai nir-empati oleh sejumlah akun yang belakangan diduga milik tenaga kesehatan, termasuk dokter. Komentar-komentar tersebut viral usai Yurizal dikabarkan meninggal dunia.

Penelusuran warganet kemudian mengarah pada identitas sejumlah pemilik akun yang diduga melontarkan komentar nirempati. Salah satu akun Threads @erudarahaadini disebut merupakan seorang alumni UGM sekaligus dokter di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta.

Saat dikonfirmasi terkait hal itu, RSUP Dr. Sardjito mengakui telah mengetahui unggahan yang menjadi polemik itu. 

Manager Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, mengungkap bahwa salah satu akun yang menjadi sorotan merupakan milik seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), bukan pegawai RSUP Dr. Sardjito.

"Setelah kita melakukan penelusuran ya terkait dengan IG (Threads) kami, karena kami memang mengetahui, artinya Sardjito mengetahui adanya unggahan itu, yang itu memang dilakukan oleh salah satu peserta didik ya. Jadi bukan pegawai RSUP Dr. Sardjito. Dia adalah murni peserta didik ya," ungkap Banu saat dikonfirmasi, Selasa siang.

baca juga

Adapun salah satu akun yang diketahui milik dokter berinisial EPR itu merupakan seorang peserta PPDS dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM.

"Nggih. Nggih, betul (dari FKKMK UGM), selaku yang punya peserta didik," ujarnya.

Disampaikan Banu, pihaknya tidak akan terburu-buru mengambil kesimpulan terkait kasus ini. Rumah sakit memilih melakukan penelusuran dan klarifikasi bersama FKKMK UGM agar penanganan dilakukan secara objektif.

"Kami akan lakukan kolaborasi dalam penanganan permasalahan ini. Jadi supaya ini lebih proporsional begitu ya. Kita tidak melihat potong-potongan, tapi kita akan melihat seperti apa sih sesungguhnya unggahan atau upload-an dari yang bersangkutan," ungkapnya.

Ia mengakui unggahan yang viral tersebut membuat pihak rumah sakit terkejut. Kendati demikian, RSUP Dr. Sardjito tetap mengedepankan asas kehati-hatian dan tidak ingin memberikan penilaian sebelum mendengar penjelasan langsung dari pihak yang bersangkutan.

"Dengan adanya upload-an seperti ini kami ya cukup kaget. Namun demikian kami tidak bisa menjustifikasi seperti apa kondisi itu. Sehingga kita akan melakukan klarifikasi bersama terlebih dahulu. Gitu ya, supaya ini lebih objektif," tandasnya.

Banu bilang hingga wawancara ini dilakukan pihak rumah sakit baru melakukan koordinasi awal dengan fakultas melalui komunikasi telepon. Klarifikasi kepada peserta PPDS tersebut masih dijadwalkan untuk dilakukan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari UGM atau FKKMK UGM mengenai polemik yang melibatkan salah satu peserta PPDS-nya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Enam Dokter Muda Wafat Dalam 5 Bulan! Mayoritas Burnout Akibat Sistem Internship  yang Eksploitatif

Enam Dokter Muda Wafat Dalam 5 Bulan! Mayoritas Burnout Akibat Sistem Internship yang Eksploitatif

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 11:24 WIB

Stop Romantisasi Pengabdian: Guru dan Nakes Juga Berhak Hidup Layak

Stop Romantisasi Pengabdian: Guru dan Nakes Juga Berhak Hidup Layak

Your Say | Minggu, 19 Juli 2026 | 14:45 WIB

Dugaan Perundungan PPDS Anestesi Unsrat Diaudit, Kemenkes Target Rampung 2 Pekan

Dugaan Perundungan PPDS Anestesi Unsrat Diaudit, Kemenkes Target Rampung 2 Pekan

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:02 WIB

Terkini

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Grace Natalie Soroti Perdebatan Kunjungan Jokowi ke Palue: Fokus pada Pemulihan Warga

Jakarta | Sabtu, 19 September 2026 | 21:32 WIB

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

Nusron Wahid Mundur dari Pengurus Golkar, Sudah Pamit ke Bahlil 6 Bulan Lalu

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:18 WIB

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

Bertemu Presiden UMNO, Surya Paloh: Hubungan Indonesia-Malaysia Tak Boleh Sekadar Hitung Untung Rugi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:05 WIB

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

4 Cushion Matte Finish untuk Kulit Berminyak, Bikin Makeup Flawless Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Saat Abu Vulkanik Ancam Kualitas Udara, Teknologi Air Purifier Jadi Benteng di Rumah

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 21:00 WIB

×