Purbaya Ungkap Alasan Utang ke China lewat Panda Bond, Lebih Murah dari Amerika

Dicky Prastya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 11:00 WIB
Purbaya Ungkap Alasan Utang ke China lewat Panda Bond, Lebih Murah dari Amerika
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. [Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi Panda Bond di China senilai Rp18,5 triliun pada 23 Juli 2026.
  • Penerbitan surat utang berdenominasi Yuan ini bertujuan mendiversifikasi sumber pendanaan luar negeri dan menekan rupiah.
  • Langkah tersebut berhasil memperoleh tingkat imbal hasil lebih rendah dengan sambutan positif dari investor Tiongkok.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan alasan Pemerintah untuk mencari pendanaan utang baru lewat penerbitan obligasi Panda Bond di China beberapa waktu lalu.

Bagi yang belum tahu, Panda Bond adalah surat utang atau obligasi yang diterbitkan oleh entitas asing, dalam hal ini Pemerintah Indonesia. Surat utang ini diterbitkan di pasar domestik China dengan denominasi mata uang Yuan atau Renminbi (RMB).

Menkeu Purbaya menjelaskan kalau sebelum Panda Bond diumumkan, rating utang Pemerintah Indonesia mesti dinilai dulu oleh lembaga pemeringkat kredit China. Hasilnya, RI mendapatkan nilai AAA yang diklaim peringkat tertinggi.

"Kalau diibaratkan main ML (Mobile Legends) rata kanan," katanya dalam acara GIIAS 2026 di ICE BSD, Tangerang, dikutip Rabu (5/8/2026).

Purbaya mengklaim, penilaian itu membuktikan kalau kondisi dan manajemen Pemerintah RI bagus. Maka dari itu, mereka merekomendasikan investor Tiongkok untuk membeli Panda Bond milik Pemerintah.

Bendahara Negara kemudian memaparkan dua keuntungan utang lewat penerbitan Panda Bond China. Pertama ia bisa mendiversifikasi sumber pendanaan agar tidak hanya bergantung pada Dolar AS.

"Hal ini jelas mengurangi tekanan terhadap nilai tukar Rupiah kita," imbuhnya.

Kedua, tingkat bunga Panda Bond lebih rendah, begitu pula imbal hasil (yield). Jika dibandingkan Amerika Serikat, yield obligasi mencapai sekitar 4,5 persen. Sementara untuk Panda Bond China, yield hanya sekitar 1,9 persen hingga 2,19 persen.

"Jadi, biayanya jauh lebih murah. Caranya pun mudah," jelas Purbaya.

baca juga

Sekadar informasi, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan Panda Bond untuk pertama kalinya. Surat Utang Negara (SUN) dalam valuta asing berdenominasi Yuan Tiongkok ini mencapai CNY7 miliar atau setara Rp 18,5 triliun.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengungkapkan kalau Panda Bond ini diterbitkan dalam dua seri tenor mencakup RICNY0729 dan RICNY0731.

Seri RICNY0729 memiliki tenor tiga tahun dengan tanggal jatuh tempo 30 Juli 2029. Nominal penerbitan seri ini mencapai CNY5,6 miliar (setara Rp 14,8 triliun) dengan yield (imbal hasil) kupon 1,90 persen.

Sedangkan seri RICNY0731 memiliki tenor lima tahun dengan tanggal jatuh tempo 30 Juli 2031. Nominal penerbitannya mencapai CNY1,4 miliar (setara Rp 3,7 triliun) dengan yield kupon 2,19 persen.

"Dengan mengoptimalkan momentum positif di pasar obligasi domestik Tiongkok, Pemerintah melaksanakan penerbitan perdana Panda Bonds pada tanggal 23 Juli 2026," kata DJPPR, dikutip dari siaran pers, Jumat (24/7/2026).

Pemerintah juga memamerkan kalau transaksi Panda Bond perdana ini mendapat sambutan amat baik dari investor China dengan total peak order book mencapai sekitar CNY17,0 miliar (setara Rp 45 triliun) atau bid-to-cover ratio sebesar 2,4 kali.

Menurutnya, besarnya permintaan investor memungkinkan Pemerintah memperoleh biaya pendanaan yang efisien melalui penetapan tingkat imbal hasil (yield) yang kompetitif.

"Tingginya order book dan pricing yang kompetitif mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi dan kredibilitas pengelolaan fiskal Indonesia, komunikasi yang efektif dengan investor di Tiongkok, serta pemanfaatan momentum pasar yang tepat," tulis DJPPR.

Nantinya, hasil penerbitan Panda Bond ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN Tahun Anggaran 2026.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi

Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:37 WIB

Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang

Purbaya Janji Tambah Dana SAL ke Bank Jika Rp 400 Triliun Masih Kurang

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:16 WIB

Purbaya Akui Masih Deg-degan Meski Industri Otomotif RI Tumbuh per Juni 2026

Purbaya Akui Masih Deg-degan Meski Industri Otomotif RI Tumbuh per Juni 2026

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:37 WIB

Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun

Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:18 WIB

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Pertamina Marine Solutions Resmi Jalin Kerjasama dengan Perusahaan China, Ini Rinciannya

Bisnis | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Terkini

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:48 WIB

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:28 WIB

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:20 WIB

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online

Sumut | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

Zulhas: PAN Akan Terus Bersama Bapak Prabowo

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:14 WIB

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:11 WIB

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

Di Depan Prabowo, Zulhas Pamer Rp8 Miliar Hasil Potong Gaji Anggota DPR PAN untuk Rakyat

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:06 WIB

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Asing Mulai Serbu RI, Arus Modal Tembus Rp 141,6 T di Q3 2026

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:03 WIB

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Ketika Hijab Harus Mengikuti Gerak Perempuan Modern

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 21:56 WIB

×