- Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menyampaikan bahwa kualitas SDM lebih menentukan daya saing negara dibandingkan kekayaan SDA.
- Bonus demografi Indonesia menuju 2045 harus dioptimalkan melalui peningkatan kapasitas, karakter adaptif, serta inovasi generasi muda agar tidak menjadi beban pembangunan.
- MIND ID berinvestasi pada pengembangan talenta dan hilirisasi SDM untuk menciptakan nilai tambah serta mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045.
Suara.com - Kekayaan sumber daya alam (SDA) tidak lagi menjadi faktor utama yang menentukan daya saing sebuah negara. Di tengah perkembangan teknologi dan artificial intelligence (AI), keunggulan bangsa kini lebih ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, melahirkan inovasi, dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian.
Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menyampaikan pesan itu dalam orasinya di Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru Institut Teknologi Bandung (ITB) Tahun Akademik 2026/2027 di Bandung, Rabu (5/8/2026).
Ia mengatakan perubahan lanskap persaingan global membuat investasi pada pengembangan SDM menjadi kebutuhan strategis. Indonesia memiliki peluang besar memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045, tetapi peluang tersebut hanya dapat diwujudkan melalui lahirnya generasi yang adaptif, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman.
"Keunggulan suatu negara tidak lagi semata bergantung pada kekayaan sumber daya alam, melainkan pada kualitas sumber daya manusia yang mampu menguasai ilmu pengetahuan, menciptakan inovasi, dan menghasilkan nilai tambah ekonomi yang berlipat ganda," kata Dany.
Ia mengingatkan bonus demografi tidak otomatis menjadi keunggulan kompetitif. Tanpa penguatan kualitas SDM secara berkelanjutan, potensi tersebut justru dapat berubah menjadi beban yang menghambat laju pembangunan nasional.
Karena itu, perguruan tinggi dinilai memegang peran penting dalam membangun kapasitas kepemimpinan generasi muda. Ia mendorong mahasiswa memiliki tiga karakter utama, yakni mampu menghadirkan perspektif baru (distinctive), terus belajar dan beradaptasi (adaptive), serta mengedepankan kolaborasi (inclusive) agar tetap relevan di tengah perubahan yang berlangsung cepat.
Selain itu, Dany memperkenalkan konsep Power of Belief, Power of Commitment, dan Power of Legacy sebagai fondasi pengembangan kepemimpinan generasi muda. Ketiga prinsip tersebut diyakini mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya sanggup menghadapi perubahan, tetapi juga menciptakan perubahan bagi Indonesia.
Ia menambahkan ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti di ruang kelas atau laboratorium. Pengetahuan harus berkembang menjadi inovasi, teknologi, dan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi industri maupun masyarakat.
Sejalan dengan itu, MIND ID menempatkan pengembangan talenta sebagai investasi strategis jangka panjang melalui penguatan kompetensi, riset, kolaborasi, serta kompetisi inovasi BigMIND untuk melahirkan generasi inovator di sektor pertambangan. Perseroan juga terus mendorong hilirisasi, tidak hanya pada sumber daya mineral, tetapi juga pada pengembangan SDM agar mampu menciptakan nilai tambah dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.