- PT Bangun Kosambi Sukses Tbk mengalokasikan dana internal maksimal Rp250 miliar untuk buyback saham pada 20 Mei hingga 19 Agustus 2026.
- CBDK membukukan pendapatan Rp2,2 triliun dan laba bersih Rp1,68 triliun pada semester pertama 2026 akibat penjualan properti.
- Pertumbuhan kinerja ditopang penyerahan kaveling komersial CBD PIK2 serta operasional Nusantara International Convention & Exhibition.
Suara.com - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melanjutkan program pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp250 miliar di tengah pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang semester pertama 2026.
Perseroan mengalokasikan dana dari kas internal untuk pelaksanaan buyback yang berlangsung pada 20 Mei hingga 19 Agustus 2026. Hingga 30 Juni 2026, CBDK telah membeli kembali sebanyak 15.232.700 lembar saham.
Manajemen menyebut buyback, dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas harga saham sekaligus mencerminkan penilaian perseroan terhadap valuasi saham dan prospek pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Di sisi kinerja, CBDK membukukan pendapatan sebesar Rp2,2 triliun pada semester pertama 2026 atau tumbuh 84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Laba bersih perseroan juga meningkat signifikan hingga 225 persen menjadi Rp1,68 triliun. Nilai tersebut bahkan telah melampaui laba bersih yang dibukukan sepanjang tahun 2025.
Peningkatan kinerja terutama ditopang oleh penyerahan kaveling komersial di kawasan Central Business District (CBD) PIK2. Selain itu, pendapatan juga berasal dari penjualan Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rumah Milenial, serta Permata Hijau Residence.
![Presiden Direktur CBDK, Steven Kusumo. [CBD PIK2]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/06/46218-presiden-direktur-cbdk-steven-kusumo.jpg)
Presiden Direktur CBDK Steven Kusumo mengatakan capaian pada semester pertama tahun ini mencerminkan hasil dari strategi pengembangan kawasan yang dijalankan perusahaan.
“Kinerja semester ini mencerminkan kemampuan perusahaan dalam terus membangun dan memonetisasi ekosistem terintegrasi PIK2,” kata Steven kepada wartawan, Kamis (7/8/2026).
Ia mengatakan perseroan akan melanjutkan pengembangan kawasan secara berkelanjutan untuk mendukung aktivitas bisnis dan investasi.
Steven menambahkan, pengembangan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan produk properti, tetapi juga dengan melengkapi ekosistem kawasan.
Saat ini, Nusantara International Convention & Exhibition (NICE) telah beroperasi, sementara Hotel Hilton PIK2 ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan.
“Dengan NICE yang telah beroperasi dan pembangunan Hotel Hilton PIK2 yang berjalan sesuai rencana, kami sedang membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang yang semakin kuat,” pungkasnya.