- PINTU dan Ruangguru menggelar edukasi aset crypto bagi lebih dari 70 karyawan pada 6 Agustus 2026.
- Peserta mendapat materi tentang crypto, manajemen risiko, keamanan, dan investasi bijak.
- Program ini mendorong literasi finansial dan investasi crypto yang lebih bertanggung jawab di kalangan pekerja muda.
Suara.com - PT Pintu Kemana Saja (PINTU), perusahaan platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar program edukasi Pintu Goes to Office bekerja sama dengan PT Ruang Raya Indonesia (Ruangguru).
Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di kantor pusat Ruangguru pada 6 Agustus 2026 ini diikuti lebih dari 70 karyawan Ruangguru.
Kolaborasi antara PINTU dan Ruangguru sebagai salah satu perusahaan teknologi pendidikan terbesar di Asia Tenggara ini sejalan dengan misi kedua perusahaan untuk meningkatkan pemahaman finansial masyarakat, khususnya pekerja generasi muda.
Turut hadir dalam kegiatan ini Chief Marketing Officer (CMO) PINTU, Timothius Martin dan Chief Financial Officer (CFO) Ruangguru, Arman Wiratmoko, yang menyambut baik kolaborasi ini.
CMO PINTU Timothius Martin mengungkapkan, "Program Pintu Goes to Office dirancang untuk menjawab kebutuhan literasi finansial yang relevan dengan gaya hidup pekerja urban saat ini, sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung masyarakat agar dapat memiliki pemahaman yang baik terhadap berbagai instrumen keuangan, khususnya aset crypto."
"Kami melihat semakin banyak karyawan muda, khususnya di industri teknologi yang mulai melirik aset crypto sebagai bagian dari portofolio investasi, tetapi belum sepenuhnya memahami karakteristik produk, risiko, dan cara mengelolanya dengan bijak," lanjutnya.
"Melalui program ini, kami ingin memastikan edukasi ini menjangkau mereka langsung di tempat kerja, dengan materi yang aplikatif dan mudah dipahami."
CFO Ruangguru Arman Wiratmoko menilai kolaborasi ini penting untuk mendukung kesejahteraan finansial jangka panjang karyawan.
"Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan, kami percaya literasi keuangan adalah bagian tak terpisahkan dari pengembangan diri karyawan," katanya.
"Kolaborasi dengan PINTU ini memberikan kesempatan bagi tim kami untuk memahami aset crypto secara komprehensif dan bertanggung jawab, sehingga karyawan yang berminat untuk melakukan trading atau berinvestasi dalam aset kripto dapat mengambil keputusan investasi dengan didasari pengetahuan yang memadai, bukan sekadar ikut tren."
Dalam aktivitas Pintu Goes to Office ini, para peserta mendapatkan pengenalan mengenai dasar-dasar aset crypto, manajemen risiko dalam berinvestasi, serta praktik keamanan untuk menghindari berbagai modus peniupan yang kian marak menyasar investor pemula.
Materi juga mencakup pengenalan fitur-fitur PINTU yang dirancang untuk membantu pengguna bisa berinvestasi secara terukur dan disiplin.
Pendekatan edukasi berbasis studi kasus dan sesi tanya jawab interaktif ini bertujuan agar karyawan Ruangguru dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pengambilan keputusan trading maupun investasi.
Program Pintu Goes to Office terus hadir di tengah tren pertumbuhan investor aset crypto di Indonesia yang tumbuh positif.
Berdasarkan data OJK, jumlah investor aset crypto di Indonesia tembus 22,69 juta orang per Juni 2026, dengan nilai transaksi mencapai Rp28,58 triliun.
Pertumbuhan ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap aset crypto sebagai instrumen investasi.
Tingginya minat tersebut perlu diimbangi dengan literasi yang komprehensif agar masyarakat dapat mengambil keputusan investasi secara bijak dan terhindar dari risiko kerugian akibat kurangnya pemahaman, sehingga program edukasi langsung ke tempat kerja seperti Pintu Goes to Office menjadi semakin relevan untuk mendukung peningkatan literasi tersebut.
“Kami memberikan apresiasi kepada tim Ruangguru atas kolaborasi baik ini. Kami percaya bahwa trader dan investor yang teredukasi akan menjadi fondasi ekosistem crypto yang lebih matang," ucap Timothius Martin, CMO PINTU.
"Kami berharap inisiatif ini dapat mendorong lahirnya lebih banyak trader dan investor yang memahami peluang dan risiko terkait aset crypto, sehingga mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam mendukung perkembangan industri aset crypto di Indonesia," pungkasnya.