Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.343,711
LQ45 630,859
Srikehati 307,881
JII 380,533
USD/IDR 17.914

Ekspor Melonjak, Tapi RI Tetap Defisit! Impor Migas Rp3,49 Miliar AS Jadi Biang Kerok

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:36 WIB
Ekspor Melonjak, Tapi RI Tetap Defisit! Impor Migas Rp3,49 Miliar AS Jadi Biang Kerok
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Defisit dagang Juni 2026 capai USD450 juta akibat impor migas melonjak.
  • Ekspor naik ke USD25,46 miliar, tetapi belum mampu menutup defisit energi.
  • Industri pengolahan tetap jadi tulang punggung ekspor Indonesia.

Suara.com - Lonjakan ekspor Indonesia pada Juni 2026 belum mampu menyelamatkan kinerja perdagangan nasional. Meski nilai ekspor meningkat tajam, Indonesia justru mencatat defisit neraca perdagangan sebesar USD450 juta, tertekan oleh membengkaknya impor minyak dan gas (migas) yang kembali menjadi beban utama perekonomian.

Berdasarkan data pemerintah, nilai ekspor Indonesia pada Juni 2026 mencapai USD25,46 miliar, naik 9,72 persen dibanding bulan sebelumnya dan meningkat 8,84 persen secara tahunan (year on year). Namun, kenaikan tersebut tidak cukup mengimbangi lonjakan impor, khususnya di sektor migas.

Defisit perdagangan pada Juni terjadi setelah sektor migas mencatat defisit hingga USD3,49 miliar. Sementara itu, surplus perdagangan nonmigas sebesar USD3,04 miliar belum mampu menutup besarnya arus impor energi.

Kondisi tersebut kembali menegaskan bahwa sektor migas masih menjadi titik lemah neraca perdagangan Indonesia. Di sisi lain, sektor nonmigas tetap menjadi penopang utama perdagangan luar negeri.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan penguatan ekspor nonmigas menunjukkan daya saing produk Indonesia masih mampu bertahan di tengah perlambatan ekonomi dan ketidakpastian global.

"Penguatan ekspor nonmigas menjadi bukti tetap terjaganya daya saing produk Indonesia. Pemerintah akan terus memperluas akses pasar, memperkuat promosi dagang, serta mengoptimalkan berbagai perjanjian perdagangan agar kinerja ekspor terus meningkat," ujar Budi, Jumat (7/8/2026).

Secara kumulatif sepanjang Semester I 2026, Indonesia masih membukukan surplus neraca perdagangan sebesar USD3,58 miliar. Namun, surplus tersebut sepenuhnya ditopang oleh perdagangan nonmigas yang menghasilkan surplus USD19,35 miliar.

Sebaliknya, sektor migas masih menjadi sumber tekanan dengan defisit mencapai USD15,77 miliar, mencerminkan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

Total ekspor Indonesia sepanjang Januari–Juni 2026 tercatat sebesar USD140,81 miliar, meningkat 4,13 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas menyumbang USD134,58 miliar.

baca juga

Kontributor terbesar ekspor nasional masih berasal dari industri pengolahan yang menguasai 82,02 persen total ekspor. Bahkan, sektor ini menjadi satu-satunya sektor yang mencatat pertumbuhan positif sebesar 7,37 persen pada Semester I 2026.

Sebaliknya, ekspor sektor pertanian, migas, serta pertambangan masih mengalami kontraksi.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok tetap menjadi pasar utama ekspor nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD34,56 miliar, disusul Amerika Serikat sebesar USD15,82 miliar dan India senilai USD9,25 miliar.

Di sisi lain, impor Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan. Pada Juni 2026, nilai impor mencapai USD25,91 miliar, naik 4,41 persen dibanding Mei dan melonjak 34,27 persen dibanding Juni tahun lalu.

Sepanjang Semester I 2026, total impor mencapai USD137,24 miliar, atau tumbuh 18,69 persen secara tahunan.

Lonjakan terbesar berasal dari impor migas yang meningkat 38,71 persen menjadi USD22 miliar. Sementara impor nonmigas naik 15,50 persen menjadi USD115,23 miliar.

Menurut Budi, kenaikan impor masih didominasi oleh bahan baku dan barang modal yang dibutuhkan untuk menopang aktivitas industri dan investasi, sehingga tidak seluruhnya mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi.

"Komposisi tersebut menunjukkan impor Indonesia masih didominasi kebutuhan untuk mendukung aktivitas produksi dan investasi," katanya.

Ia menambahkan pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri dan peningkatan ekspor agar neraca perdagangan tetap sehat dan berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ekonomi RI Belum Lepas dari Jawa, Indonesia-sentris Tinggal Slogan?

Ekonomi RI Belum Lepas dari Jawa, Indonesia-sentris Tinggal Slogan?

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:35 WIB

3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang

3 Mantan Pejabat Ditjen Bea Cukai Dicecar Soal Dugaan Suap Impor Barang

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 16:22 WIB

Kenaikan Harga Beras dan Rokok Dorong Warga Hampir Miskin Jatuh ke Jurang Kemiskinan

Kenaikan Harga Beras dan Rokok Dorong Warga Hampir Miskin Jatuh ke Jurang Kemiskinan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 12:06 WIB

Terkini

Kuasa Hukum Pastikan Febrie Adriansyah Kooperatif Saat Diperiksa Tim 9 Kejagung

Kuasa Hukum Pastikan Febrie Adriansyah Kooperatif Saat Diperiksa Tim 9 Kejagung

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Temuan 995 Senjata di Sekolah Disebut Ancaman Serius bagi Keamanan Negara

Temuan 995 Senjata di Sekolah Disebut Ancaman Serius bagi Keamanan Negara

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:35 WIB

Purbaya Relakan Rp 500 Triliun buat Bebas Pajak Konsolidasi BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Purbaya Relakan Rp 500 Triliun buat Bebas Pajak Konsolidasi BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:31 WIB

Ulasan Recipe for Farewell: Memaknai Perpisahan Lewat Sepiring Masakan

Ulasan Recipe for Farewell: Memaknai Perpisahan Lewat Sepiring Masakan

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:30 WIB

Bukan yang Pertama? KPK Endus Jejak Pemerasan Lain Staf Administrasi Selain Kasus Bupati Pemalang

Bukan yang Pertama? KPK Endus Jejak Pemerasan Lain Staf Administrasi Selain Kasus Bupati Pemalang

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:26 WIB

17 Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak-anak TK dan SD yang Seru dan Aman

17 Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak-anak TK dan SD yang Seru dan Aman

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:25 WIB

Rilis Trailer, Choi Min-sik Rajin Jadi Anak Magang Han So-hee di The Intern

Rilis Trailer, Choi Min-sik Rajin Jadi Anak Magang Han So-hee di The Intern

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:20 WIB

Gagal Nyalip di Jalan Gelap, Pemuda Jombang Tewas Terlindas Truk Tebu

Gagal Nyalip di Jalan Gelap, Pemuda Jombang Tewas Terlindas Truk Tebu

Jatim | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:19 WIB

Nasabah BRI Dapat Diskon Belanja BOLDe, Ini Caranya

Nasabah BRI Dapat Diskon Belanja BOLDe, Ini Caranya

Bri | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:18 WIB

Putra Legenda Singapura Kirim Sinyal Bahaya untuk Timnas Indonesia Jelang Duel Penentuan

Putra Legenda Singapura Kirim Sinyal Bahaya untuk Timnas Indonesia Jelang Duel Penentuan

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 11:17 WIB

×