- Harga emas batangan di Pegadaian mencatatkan lonjakan serempak pada perdagangan hari Minggu tanggal 9 Agustus 2026.
- Lonjakan harga terjadi pada seluruh merek logam mulia termasuk cetakan Galeri 24, Antam, dan UBS.
- Pergerakan harga dipengaruhi oleh sentimen geopolitik dan kekhawatiran inflasi akibat potensi penutupan Selat Hormuz.
Suara.com - Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian mencatatkan lonjakan serempak pada perdagangan hari Minggu (9/8/2026). Kenaikan harga ini terpantau pada seluruh merek logam mulia yang tersedia, mulai dari emas cetakan Galeri 24, Antam, UBS, hingga Antam Mulia Retro.
Secara umum, harga emas untuk ukuran 1 gram mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Berikut adalah rincian kenaikan harga untuk ukuran 1 gram:
Emas Galeri 24: Melonjak menjadi Rp2.669.000, dari sebelumnya Rp2.647.000.
Emas Antam: Dipatok seharga Rp2.798.000, naik dari harga hari sebelumnya yakni Rp2.756.000.
Emas UBS: Dijual seharga Rp2.729.000, lebih mahal dibandingkan sebelumnya yang berada di level Rp2.685.000.
Daftar Lengkap Harga Emas di Pegadaian (9 Agustus 2026)
Galeri 24 Pegadaian menyediakan berbagai ukuran logam mulia, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut adalah rincian harga jual dan harga beli kembali (buyback) untuk masing-masing merek tanpa menggunakan format tabel:
1. Emas Cetakan Galeri 24
0,5 gram: Harga Jual Rp1.400.000 | Buyback Rp1.249.000
1 gram: Harga Jual Rp2.669.000 | Buyback Rp2.498.000
2 gram: Harga Jual Rp5.273.000 | Buyback Rp4.996.000
5 gram: Harga Jual Rp13.087.000 | Buyback Rp12.490.000
10 gram: Harga Jual Rp26.103.000 | Buyback Rp24.980.000
25 gram: Harga Jual Rp64.908.000 | Buyback Rp62.144.000
50 gram: Harga Jual Rp129.712.000 | Buyback Rp124.289.000
100 gram: Harga Jual Rp259.296.000 | Buyback Rp248.579.000
250 gram: Harga Jual Rp646.647.000 | Buyback Rp618.380.000
500 gram: Harga Jual Rp1.293.293.000 | Buyback Rp1.236.760.000
1.000 gram: Harga Jual Rp2.586.586.000 | Buyback Rp2.473.521.000
2. Emas Cetakan Antam
0,5 gram: Harga Jual Rp1.451.000 | Buyback Rp1.245.000
1 gram: Harga Jual Rp2.798.000 | Buyback Rp2.490.000
2 gram: Harga Jual Rp5.533.000 | Buyback Rp4.981.000
3 gram: Harga Jual Rp8.274.000 | Buyback Rp7.471.000
5 gram: Harga Jual Rp13.754.000 | Buyback Rp12.452.000
10 gram: Harga Jual Rp27.451.000 | Buyback Rp24.905.000
25 gram: Harga Jual Rp68.497.000 | Buyback Rp61.958.000
50 gram: Harga Jual Rp136.911.000 | Buyback Rp123.917.000
100 gram: Harga Jual Rp273.741.000 | Buyback Rp247.835.000
3. Emas Cetakan UBS
0,5 gram: Harga Jual Rp1.474.000 | Buyback Rp1.245.000
1 gram: Harga Jual Rp2.729.000 | Buyback Rp2.490.000
2 gram: Harga Jual Rp5.415.000 | Buyback Rp4.981.000
5 gram: Harga Jual Rp13.381.000 | Buyback Rp12.452.000
10 gram: Harga Jual Rp26.620.000 | Buyback Rp24.905.000
25 gram: Harga Jual Rp66.419.000 | Buyback Rp61.958.000
50 gram: Harga Jual Rp132.565.000 | Buyback Rp123.917.000
100 gram: Harga Jual Rp265.026.000 | Buyback Rp247.835.000
250 gram: Harga Jual Rp662.368.000 | Buyback Rp616.530.000
500 gram: Harga Jual Rp1.323.179.000 | Buyback Rp1.233.061.000
Di pasar global, harga emas dunia sempat melandai setelah mengalami reli panjang. Berdasarkan data Refinitiv pada Kamis (6/8/2026), harga emas ditutup melemah 0,15% ke posisi US$ 4.239,23 per troy ons, memutus tren positif tiga hari beruntun yang sebelumnya melonjak 5,1%. Namun, pada Jumat (7/8/2026) pagi, harga emas kembali menguat tipis 0,18% menjadi US$ 4.246,89 per troy ons.
Meski sempat menguat tajam, harga emas saat ini masih berada sekitar 24% di bawah rekor tertingginya sepanjang masa, yakni di level US$ 5.594,82 per troy ons yang dicetak pada akhir Januari lalu.
Pergerakan harga emas ini sangat dipengaruhi oleh sentimen geopolitik dan kekhawatiran inflasi. Harga minyak dunia melonjak lebih dari US$ 3 per barel menyusul laporan kantor berita Fars. Laporan tersebut menyebutkan bahwa komite parlemen Iran sedang meninjau rancangan undang-undang untuk melarang kapal Amerika Serikat, Israel, dan kapal "bermusuhan" lainnya melintasi Selat Hormuz.
Analis pasar dari American Gold Exchange, Jim Wyckoff, menjelaskan bahwa ancaman pemblokiran jalur energi strategis ini memicu lonjakan harga minyak mentah.
"Harga energi yang lebih tinggi dapat mendorong inflasi karena produsen akan meneruskan kenaikan biaya kepada konsumen. Kondisi ini berpotensi membuat bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama untuk menekan tekanan harga," papar Wyckoff.
Suku bunga yang tinggi sejatinya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan opportunity cost (biaya peluang) bagi investor.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga bank sentral AS (The Fed) sebesar 57% pada bulan September, dan melonjak menjadi 84% pada pertemuan Desember mendatang.