Menag Sebut Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Apa Maksudnya?

M Nurhadi

Senin, 10 Agustus 2026 | 07:50 WIB
Menag Sebut Masjid Istiqlal Masuk Bursa Efek, Apa Maksudnya?
Menteri Agama Nasaruddin Umar sebut Masjid Istiqlal masuk ekosistem [Suara.com/Hdi]
baca 10 detik
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan Masjid Istiqlal terintegrasi Bursa Efek Indonesia di Jakarta pada Minggu (9/8).
  • Pengelola menginvestasikan dana wakaf tunai melalui Istiqlal Global Fund ke saham syariah untuk pemberdayaan ekonomi umat.
  • Langkah ini menuntut tata kelola transparan dan profesional karena pasar modal memiliki risiko fluktuasi nilai aset.

Suara.com - Masjid Istiqlal mencatatkan sejarah baru sebagai masjid pertama di Indonesia, dan kemungkinan di dunia, yang terintegrasi dengan ekosistem Bursa Efek Indonesia (BEI).

Langkah ini diumumkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam acara Doa Bersama dan Zikir Kebangsaan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/8).

Nasaruddin mengklaim, inovasi ini mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta berbagai mitra dari dalam maupun luar negeri yang terus mendukung pengembangan dan penyediaan fasilitas di Masjid Istiqlal.

Bukan Jual Saham Masjid, Melainkan Wakaf Produktif

Penting untuk dipahami bahwa masuknya Masjid Istiqlal ke ekosistem bursa efek bukan berarti pihak pengelola melakukan Penawaran Saham Perdana (IPO) atau menjual aset masjid. Integrasi ini berfokus pada pengelolaan dana wakaf tunai secara produktif.

Mekanisme ini dijalankan melalui unit usaha resmi masjid, yakni Istiqlal Global Fund (IGF). Dana wakaf tunai yang terkumpul dari masyarakat tidak lagi sekadar disimpan dalam bentuk instrumen perbankan konvensional, melainkan diinvestasikan ke dalam instrumen saham-saham berbasis syariah di BEI.

Sesuai prinsip syariat Islam, nilai pokok dari dana wakaf tersebut dijaga agar tetap utuh, sementara keuntungan atau imbal hasil dari investasi di pasar modal akan dialokasikan untuk pemberdayaan ekonomi umat.

Beberapa program yang didanai dari keuntungan ini meliputi pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembiayaan fasilitas pendidikan, kegiatan sosial keagamaan, serta penguatan kemandirian masjid itu sendiri.

Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H. (Suara.com/Dea)
Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H. (Suara.com/Dea)

Risiko di Balik Pasar Modal

baca juga

Meski menawarkan potensi pemberdayaan ekonomi yang terstruktur, langkah mengelola dana umat di pasar modal menuntut kehati-hatian tingkat tinggi.

Berbeda dengan instrumen simpanan yang nilainya tetap, saham memiliki sifat fluktuatif yang membawa sejumlah risiko finansial, operasional, hingga sosial.

Dari aspek finansial, fluktuasi pasar memunculkan risiko penurunan nilai aset (capital loss) yang dapat menggerus pokok dana wakaf. Selain itu, terdapat risiko likuiditas apabila saham yang dikoleksi sepi peminat atau mengalami suspensi perdagangan oleh otoritas bursa.

Hal ini berpotensi membuat imbal hasil dari dividen menjadi tidak menentu, yang pada gilirannya dapat mengganggu arus kas untuk program-program sosial yang telah direncanakan.

Di sisi sosial dan reputasi, pengelola menghadapi tantangan persepsi masyarakat. Sebagian kalangan awam masih melihat pasar modal sebagai arena yang sarat dengan spekulasi.

Kerugian investasi, sekecil apa pun, berpotensi memicu kritik tajam dan mengikis kepercayaan umat untuk menyalurkan wakaf atau infak ke Masjid Istiqlal.

Dengan demikian, tata kelola yang transparan dan profesional menjadi syarat mutlak. Pihak Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI) dan IGF dituntut untuk memiliki kompetensi manajemen investasi yang mumpuni serta kepatuhan syariah yang ketat.

Pengelola harus secara dinamis memantau portofolio mereka agar saham-saham yang dimiliki tetap berada dalam Daftar Efek Syariah (DES), mengingat status syariah sebuah emiten bisa dicabut jika rasio utang berbunganya melebihi batas ketentuan otoritas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar

IHSG Melonjak 2,78% Sepekan, Transaksi Saham Tembus 39,95 Miliar Lembar

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026

Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:11 WIB

Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi

Lampaui Target, Menag Klaim Indeks Kerukunan Beragama RI Capai Level Tertinggi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:06 WIB

Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag

Batal Hadir di Zikir Monas Karena Tugas Negara, Prabowo Titip Salam Hangat Lewat Menag

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:30 WIB

Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo

Dijaga Ketat 7 Ribu Personel, Ribuan Jemaah Mulai Padati Monas Jelang Zikir Bersama Prabowo

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Ditanya soal Caketum PBNU, Menag Nasaruddin Pilih Irit Bicara

Ditanya soal Caketum PBNU, Menag Nasaruddin Pilih Irit Bicara

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:51 WIB

Terkini

Penembak Jitu dan Bom Israel Incar Anak-anak di Gaza yang Berangkat ke Sekolah

Penembak Jitu dan Bom Israel Incar Anak-anak di Gaza yang Berangkat ke Sekolah

News | Minggu, 08 November 2026 | 15:05 WIB

Usut Dalang Penyadapan Ilegal Presiden, Komisi III Panggil Kapolri Kamis Pekan Depan

Usut Dalang Penyadapan Ilegal Presiden, Komisi III Panggil Kapolri Kamis Pekan Depan

News | Minggu, 08 November 2026 | 14:57 WIB

Soroti Disharmoni Putusan Bawaslu dan MK, APHTN-HAN Usulkan Mekanisme Baru Sengketa Pemilu

Soroti Disharmoni Putusan Bawaslu dan MK, APHTN-HAN Usulkan Mekanisme Baru Sengketa Pemilu

Sumbar | Minggu, 08 November 2026 | 14:57 WIB

9 Sunscreen SPF 50 untuk Wajah Usia 40 Tahun ke Atas agar Awet Muda

9 Sunscreen SPF 50 untuk Wajah Usia 40 Tahun ke Atas agar Awet Muda

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 14:55 WIB

Harga Sebuah Stempel

Harga Sebuah Stempel

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 14:54 WIB

Bosan Kulit Kusam? Coba 4 Serum Bi-Phase yang Bikin Wajah Auto-Glowing Ini!

Bosan Kulit Kusam? Coba 4 Serum Bi-Phase yang Bikin Wajah Auto-Glowing Ini!

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 14:40 WIB

Cara Mengubah Foto ke PDF Lewat HP Tanpa Aplikasi, Praktis dan Cepat

Cara Mengubah Foto ke PDF Lewat HP Tanpa Aplikasi, Praktis dan Cepat

Tekno | Minggu, 08 November 2026 | 14:39 WIB

Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Kalsel, Begini Kondisi Tiga Kru

Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Kalsel, Begini Kondisi Tiga Kru

News | Minggu, 08 November 2026 | 14:39 WIB

Kereta KRL Buatan INKA Beroperasi 1 Desember, Bisa Kurangi Desak-desakan?

Kereta KRL Buatan INKA Beroperasi 1 Desember, Bisa Kurangi Desak-desakan?

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 14:35 WIB

Kenapa NIK Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa NIK Tidak Terdaftar di Dukcapil? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 14:31 WIB

×