Selat Hormuz Siap Dibuka Jika AS Mau Bayar Kompensasi ke Iran, Berapa Nominalnya?

M Nurhadi

Senin, 10 Agustus 2026 | 08:28 WIB
Selat Hormuz Siap Dibuka Jika AS Mau Bayar Kompensasi ke Iran, Berapa Nominalnya?
Kapal-kapal di Selat Hormuz dekat pantai Bandar Abbas, Iran, pada 21 Juni. [West Asia News Agency/via Reuters]
baca 10 detik
  • Iran dan Oman hampir menyepakati jalur pelayaran baru di Selat Hormuz setelah pemblokiran akibat serangan militer.
  • Teheran menolak membuka Selat Hormuz kecuali Amerika Serikat membayar kompensasi, mencabut sanksi, dan menghentikan ancaman militer.
  • Komunikasi Iran dan Amerika Serikat saat ini hanya melalui perantara tanpa adanya perundingan diplomatik langsung.

Suara.com - Iran menyatakan bahwa pihaknya saat ini hampir mencapai kesepakatan final dengan Oman terkait penetapan jalur pelayaran baru di kawasan perairan Selat Hormuz.

Kendati demikian, otoritas Teheran kembali menegaskan bahwa jalur air strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia tersebut tidak akan dibuka kembali hingga Amerika Serikat memenuhi sejumlah persyaratan mutlak.

Persyaratan yang diajukan mencakup pembayaran kompensasi penuh, pencabutan sanksi ekonomi, serta penghentian segala bentuk ancaman militer.

Untuk jumlahnya, pada Mei lalu, Pemerintah Iran secara resmi menuntut ganti rugi perang sebesar 270 miliar dolar AS atau sekitar Rp4.625 triliun (hingga Rp4,6 kuadriliun) kepada Amerika Serikat dan Israel. Tuntutan kompensasi fantastis ini diajukan Teheran atas kerusakan besar akibat agresi militer gabungan yang berlangsung sejak akhir Februari. 

Saat ini, harga minyak dunia berkisar di USD78 sementara Brent berada di kisaran USD84.

Menurut keterangan dari seorang pejabat Amerika Serikat pada hari Jumat, proses negosiasi antara Iran dan Oman memang sudah mendekati kata sepakat.

Kesepakatan strategis ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pemulihan perlintasan aman di Selat Hormuz. Kawasan perairan ini dikenal secara global sebagai saluran utama pengiriman minyak mentah dan gas alam sebelum akhirnya diblokade oleh pihak Iran.

Pemblokiran tersebut merupakan respons balasan atas serangkaian serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Teheran yang dimulai pada akhir bulan Februari lalu.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, pada hari Minggu mengonfirmasi bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai pengelolaan Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir.

baca juga

Namun, ia kembali mengulangi pernyataan tegasnya pada hari sebelumnya bahwa Teheran tidak akan membuka saluran pelayaran internasional tersebut kecuali pihak Washington memenuhi seluruh tuntutan yang telah diajukan.

Berdasarkan pemberitaan dari kantor berita Mehr, kesepakatan bilateral dengan Oman ini nantinya akan memetakan rute pelayaran baru yang hanya akan diaktifkan setelah Amerika Serikat memenuhi kondisi-kondisi yang diminta.

Araqchi juga menekankan bahwa hingga saat ini, Iran dan Amerika Serikat tidak terlibat dalam pembicaraan diplomatik secara langsung.

Pihak Teheran menolak untuk memulai perundingan tatap muka selama Washington dianggap masih melanggar perjanjian sementara yang telah ditandatangani pada bulan Juni lalu. Proses komunikasi antar-kedua belah pihak saat ini murni hanya berlangsung melalui pertukaran pesan via perantara.

Syarat dan Tuntutan Kompensasi

Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh Araqchi adalah bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan sangat bergantung pada kesediaan Amerika Serikat untuk membayar kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan luas mereka terhadap Iran.

Melengkapi tuntutan tersebut, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Baqer Zolqadr, turut merinci deretan syarat esensial lainnya.

Dilansir dari Reuters, syarat tersebut meliputi penghentian ancaman lebih lanjut dari AS terhadap Iran, serta penghentian agresi militer terhadap negara tersebut beserta sekutu-sekutunya yang berada di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.

Washington juga dituntut untuk segera menghapus blokade angkatan laut di kawasan Teluk, mencabut seluruh sanksi ekonomi yang mencekik ruang gerak Iran, dan mencairkan aset-aset finansial Iran yang selama ini dibekukan secara internasional.

Ketegangan di kawasan ini bermula ketika Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran lebih dari lima bulan yang lalu. Terkait serangan tersebut, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer itu bertujuan untuk mencegah Republik Islam Iran mengembangkan senjata nuklir serta melemahkan kapasitas mereka dalam mengancam stabilitas kawasan.

Menanggapi situasi geopolitik saat ini, Presiden Donald Trump dalam sebuah wawancara dengan Axios menyebutkan bahwa pihak AS mengambil pendekatan yang tidak terlalu reaktif.

"Kami hanya setengah bernegosiasi dengan mereka. Kami hanya mengamati Iran dengan inflasi mereka yang sangat besar dan fakta bahwa mereka tidak punya uang,"

Sebelumnya, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata pada bulan Juni. Namun, ketegangan kembali memuncak setelah Amerika Serikat kembali memberlakukan blokade terhadap aktivitas pelayaran Iran di Teluk pada bulan Juli. Langkah tersebut dinilai oleh Teheran sebagai pelanggaran nyata terhadap kesepakatan gencatan senjata yang pada saat itu memang sudah mulai runtuh.

Di sisi lain, pihak Amerika Serikat mengisyaratkan bahwa pelonggaran dari pihak mereka akan diikat secara ketat dengan sejauh mana Iran mengimplementasikan komitmennya di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Senin Pagi Harga Minyak Dunia Melonjak karena Ketidakpastian Selat Hormuz

Senin Pagi Harga Minyak Dunia Melonjak karena Ketidakpastian Selat Hormuz

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:50 WIB

Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang

Iran Janji Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Perang

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 07:35 WIB

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

Kilang Minyak Aramco Diserang Houthi, Asap Tebal Membumbung di Arab Saudi

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

Iran Beri Syarat Berat ke AS Jika Ingin Selat Hormuz Dibuka, Apa Saja?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

Dua Warga Ditangkap Gegara Komentar Pidato Nuklir Prabowo, Amnesty: Negara Kembali Represif

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:14 WIB

Respons Istana Usai Polisi Tangkap Dua Orang Pengunggah Konten Prabowo Soal Nuklir Iran

Respons Istana Usai Polisi Tangkap Dua Orang Pengunggah Konten Prabowo Soal Nuklir Iran

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Terkini

Buntut Gugatan Denny Indrayana Cs, Relawan Gibran Ajukan Surat Keberatan ke MK

Buntut Gugatan Denny Indrayana Cs, Relawan Gibran Ajukan Surat Keberatan ke MK

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:49 WIB

Gandeng Kepolisian, Transjakarta Buru Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Mikrotrans JAK 31

Gandeng Kepolisian, Transjakarta Buru Terduga Pelaku Pelecehan Seksual di Mikrotrans JAK 31

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:44 WIB

Bupati Gowa Jadi Tersangka: Minta Rumah Diskon 70 Persen hingga Palak Minimarket Berkedok CSR

Bupati Gowa Jadi Tersangka: Minta Rumah Diskon 70 Persen hingga Palak Minimarket Berkedok CSR

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:41 WIB

Vietnam hingga Thailand Bawa Skuad Terbaik, Erick Thohir Ungkap Keistimewaan FIFA ASEAN Cup 2026

Vietnam hingga Thailand Bawa Skuad Terbaik, Erick Thohir Ungkap Keistimewaan FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 16:39 WIB

Beda Versi Ombudsman dan Kanwil Soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, DPR Bakal Turun Cek Langsung

Beda Versi Ombudsman dan Kanwil Soal Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, DPR Bakal Turun Cek Langsung

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:38 WIB

Sidang Daycare Little Aresha: Anak Sakit Dibiarkan Tidur Beralas Perlak Tipis Tanpa Baju dan Diikat

Sidang Daycare Little Aresha: Anak Sakit Dibiarkan Tidur Beralas Perlak Tipis Tanpa Baju dan Diikat

News | Jum'at, 25 September 2026 | 16:34 WIB

Lawan Singapura Malam Ini, Legenda Timnas Indonesia Kasih Wejangan ke Kevin Diks Cs

Lawan Singapura Malam Ini, Legenda Timnas Indonesia Kasih Wejangan ke Kevin Diks Cs

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 16:33 WIB

Meski Obligasi BLBI Lunas, Suahasil Akui Pemerintah Akan Terus Tarik Utang Baru

Meski Obligasi BLBI Lunas, Suahasil Akui Pemerintah Akan Terus Tarik Utang Baru

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 16:31 WIB

Review Serial Ted Lasso Season 1: Drama Olahraga yang Sangat Menginspirasi

Review Serial Ted Lasso Season 1: Drama Olahraga yang Sangat Menginspirasi

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:30 WIB

Penampakan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Umbar Janji Manis, Apa Itu?

Penampakan Trofi FIFA ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Umbar Janji Manis, Apa Itu?

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 16:28 WIB

×