Petani Tembakau Dapat Kabar Buruk dari Wacana Aturan Pembatasan Nikotin

Achmad Fauzi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:01 WIB
Petani Tembakau Dapat Kabar Buruk dari Wacana Aturan Pembatasan Nikotin
Petani tembakau di Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)
baca 10 detik
  • Ketua Kelompok Tanaman Semusim Kementan Yudi Wahyudi menyatakan wacana pembatasan nikotin berpotensi melumpuhkan industri nasional dan petani.
  • Kementan dan BRIN menilai dibutuhkan masa transisi hingga 30 tahun guna merakit varietas tembakau lokal rendah nikotin yang sesuai iklim tropis.
  • Rapat koordinasi sebelumnya menyepakati penundaan kebijakan pembatasan nikotin demi mengamankan penyerapan hasil panen tembakau petani lokal.

Suara.com - Wacana pembatasan kadar nikotin dan TAR maksimal 1 miligram nikotin dan 10 miligram TAR per batang dinilai berpotensi berdampak terhadap penyerapan tembakau lokal hasil panen petani.

Ketua Kelompok Tanaman Semusim Direktorat Tanaman Semusim Kementan Yudi Wahyudi mengatakan diperlukan masa transisi yang panjang untuk menyiapkan varietas tembakau rendah nikotin yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis.

Kementan bahkan menilai masa transisi hingga 30 tahun diperlukan bagi peneliti BRIN dan Kementan untuk merakit varietas rendah nikotin.

Tanpa waktu yang memadai, Yudi khawatir industri nasional justru mengalami kelumpuhan sebelum varietas tembakau yang sesuai dengan ketentuan berhasil dikembangkan.

"Kementerian Pertanian tidak dilibatkan secara menyeluruh dalam pembahasan ini karena rancangan aturan ini berlandaskan pada mandat undang-undang Kesehatan aspek hilir konsumsi, tanpa berpijak pada undang-undang pertanian di aspek hulu produksi," ujar Yudi di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Petani tembakau yang ada di Indonesia. (Dok: Komunitas Kretek)
Petani tembakau yang ada di Indonesia. (Dok: Komunitas Kretek)

Ia menjelaskan, tembakau lokal seperti Kemloko di Temanggung dan Mole di Jawa Barat memiliki karakteristik yang terbentuk oleh kondisi tanah vulkanik dan paparan sinar matahari.

Kondisi tersebut membuat kadar nikotin alaminya berada di kisaran 3 hingga 8 miligram per batang.

Sementara untuk menurunkan kadar nikotin hingga di bawah 1 miligram, dibutuhkan puluhan generasi persilangan genetik secara konvensional.

Menurut Yudi, proses tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat karena setiap generasi tanaman membutuhkan satu musim tanam penuh.

baca juga

"Setiap generasi tanaman membutuhkan waktu satu musim tanam penuh. Untuk menstabilkan sifat rendah nikotin tanpa merusak daya tahan tanaman terhadap hama lokal, dibutuhkan puluhan generasi persilangan," jelas Yudi.

Ia pun mengingatkan bahwa masa transisi 30 tahun sekalipun belum bisa memberikan jaminan mutlak varietas baru dapat tumbuh seragam di seluruh Indonesia.

Sementara, cKepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN Setiari Marwanto mengatakan penerapan batasan nikotin secara terburu-buru berpotensi menimbulkan gejolak. Menurutnya, dibutuhkan tenggat waktu yang panjang karena perubahan karakteristik tanaman tembakau di tingkat petani tidak mudah dilakukan.

Pengurangan kadar nikotin tanaman tembakau dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari penggunaan pupuk nitrogen, pemilihan varietas hingga perubahan formulasi campuran di tingkat pabrik.

"Padahal kadar nikotin sendiri sangat dipengaruhi banyak faktor karena unsur utamanya berkaitan dengan nitrogen," jelas Setiari.

BRIN mencatat dari lebih dari 1.200 koleksi plasma nutfah tembakau lokal yang dimiliki, rata-rata kandungan nikotin alaminya berada di atas 2 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena komoditas tembakau lokal berpotensi tidak terserap oleh pabrikan apabila aturan batas nikotin diterapkan tanpa kesiapan yang memadai.

"Itu juga menjadi perhatian kami. Karena itulah dalam rapat koordinasi sebelumnya disepakati agar kebijakan yang bersentuhan langsung dengan tembakau petani ditunda terlebih dahulu sampai semuanya benar-benar dipastikan aman," pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisnis Karet BUMN Berubah Total, Kini Andalkan Riset dan Nilai Tambah

Bisnis Karet BUMN Berubah Total, Kini Andalkan Riset dan Nilai Tambah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Industri Manufaktur Tumbuh Lebih Kencang dari Ekonomi, Tapi Ledakan Impor Jadi Alarm Pemerintah

Industri Manufaktur Tumbuh Lebih Kencang dari Ekonomi, Tapi Ledakan Impor Jadi Alarm Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Bukan Lagi Estetika, Kini Pembangunan Properti Bergeser ke Arah Keberlanjutan

Bukan Lagi Estetika, Kini Pembangunan Properti Bergeser ke Arah Keberlanjutan

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Terkini

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

5 Toner untuk Kulit Berjerawat: Bantu Redakan Bruntusan dan Minyak Berlebih

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:10 WIB

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

PSPS Pekanbaru Taklukkan Sumsel United di Kandang Lawan

Riau | Minggu, 27 September 2026 | 08:06 WIB

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

3 Zodiak yang Menarik Keberuntungan Finansial Hari Ini 27 September 2026, Ada Scorpio

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 08:05 WIB

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Batas Tipis Antara Ramah dan Micro-Cheating: Kapan Kamu Harus Mulai Curiga ke Pasangan?

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 08:00 WIB

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Ulasan Berani Tidak Disukai: Belajar Jadi Diri Sendiri Tanpa Perlu Validasi

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:45 WIB

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Kapan Ada Tanggal Merah Lagi? Cek Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:40 WIB

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Gambut Bukan Sekadar Lahan Basah, Ia Penentu Masa Depan Karbon Dunia

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:25 WIB

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 07:22 WIB

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

3 Shio Paling Beruntung Sepanjang Oktober 2026, Kehidupan Membaik dan Berpeluang Sukses

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:15 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Bagaimana Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Berdasarkan Weton?

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 07:09 WIB

×