Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.365,374
LQ45 634,125
Srikehati 308,918
JII 383,968
USD/IDR 17.790

Petani Tembakau Dapat Kabar Buruk dari Wacana Aturan Pembatasan Nikotin

Achmad Fauzi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:01 WIB
Petani Tembakau Dapat Kabar Buruk dari Wacana Aturan Pembatasan Nikotin
Petani tembakau di Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)
baca 10 detik
  • Ketua Kelompok Tanaman Semusim Kementan Yudi Wahyudi menyatakan wacana pembatasan nikotin berpotensi melumpuhkan industri nasional dan petani.
  • Kementan dan BRIN menilai dibutuhkan masa transisi hingga 30 tahun guna merakit varietas tembakau lokal rendah nikotin yang sesuai iklim tropis.
  • Rapat koordinasi sebelumnya menyepakati penundaan kebijakan pembatasan nikotin demi mengamankan penyerapan hasil panen tembakau petani lokal.

Suara.com - Wacana pembatasan kadar nikotin dan TAR maksimal 1 miligram nikotin dan 10 miligram TAR per batang dinilai berpotensi berdampak terhadap penyerapan tembakau lokal hasil panen petani.

Ketua Kelompok Tanaman Semusim Direktorat Tanaman Semusim Kementan Yudi Wahyudi mengatakan diperlukan masa transisi yang panjang untuk menyiapkan varietas tembakau rendah nikotin yang mampu beradaptasi dengan iklim tropis.

Kementan bahkan menilai masa transisi hingga 30 tahun diperlukan bagi peneliti BRIN dan Kementan untuk merakit varietas rendah nikotin.

Tanpa waktu yang memadai, Yudi khawatir industri nasional justru mengalami kelumpuhan sebelum varietas tembakau yang sesuai dengan ketentuan berhasil dikembangkan.

"Kementerian Pertanian tidak dilibatkan secara menyeluruh dalam pembahasan ini karena rancangan aturan ini berlandaskan pada mandat undang-undang Kesehatan aspek hilir konsumsi, tanpa berpijak pada undang-undang pertanian di aspek hulu produksi," ujar Yudi di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Petani tembakau yang ada di Indonesia. (Dok: Komunitas Kretek)
Petani tembakau yang ada di Indonesia. (Dok: Komunitas Kretek)

Ia menjelaskan, tembakau lokal seperti Kemloko di Temanggung dan Mole di Jawa Barat memiliki karakteristik yang terbentuk oleh kondisi tanah vulkanik dan paparan sinar matahari.

Kondisi tersebut membuat kadar nikotin alaminya berada di kisaran 3 hingga 8 miligram per batang.

Sementara untuk menurunkan kadar nikotin hingga di bawah 1 miligram, dibutuhkan puluhan generasi persilangan genetik secara konvensional.

Menurut Yudi, proses tersebut tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat karena setiap generasi tanaman membutuhkan satu musim tanam penuh.

baca juga

"Setiap generasi tanaman membutuhkan waktu satu musim tanam penuh. Untuk menstabilkan sifat rendah nikotin tanpa merusak daya tahan tanaman terhadap hama lokal, dibutuhkan puluhan generasi persilangan," jelas Yudi.

Ia pun mengingatkan bahwa masa transisi 30 tahun sekalipun belum bisa memberikan jaminan mutlak varietas baru dapat tumbuh seragam di seluruh Indonesia.

Sementara, cKepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN Setiari Marwanto mengatakan penerapan batasan nikotin secara terburu-buru berpotensi menimbulkan gejolak. Menurutnya, dibutuhkan tenggat waktu yang panjang karena perubahan karakteristik tanaman tembakau di tingkat petani tidak mudah dilakukan.

Pengurangan kadar nikotin tanaman tembakau dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari penggunaan pupuk nitrogen, pemilihan varietas hingga perubahan formulasi campuran di tingkat pabrik.

"Padahal kadar nikotin sendiri sangat dipengaruhi banyak faktor karena unsur utamanya berkaitan dengan nitrogen," jelas Setiari.

BRIN mencatat dari lebih dari 1.200 koleksi plasma nutfah tembakau lokal yang dimiliki, rata-rata kandungan nikotin alaminya berada di atas 2 persen.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena komoditas tembakau lokal berpotensi tidak terserap oleh pabrikan apabila aturan batas nikotin diterapkan tanpa kesiapan yang memadai.

"Itu juga menjadi perhatian kami. Karena itulah dalam rapat koordinasi sebelumnya disepakati agar kebijakan yang bersentuhan langsung dengan tembakau petani ditunda terlebih dahulu sampai semuanya benar-benar dipastikan aman," pungkasnya

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bisnis Karet BUMN Berubah Total, Kini Andalkan Riset dan Nilai Tambah

Bisnis Karet BUMN Berubah Total, Kini Andalkan Riset dan Nilai Tambah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 20:20 WIB

Industri Manufaktur Tumbuh Lebih Kencang dari Ekonomi, Tapi Ledakan Impor Jadi Alarm Pemerintah

Industri Manufaktur Tumbuh Lebih Kencang dari Ekonomi, Tapi Ledakan Impor Jadi Alarm Pemerintah

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 19:05 WIB

Bukan Lagi Estetika, Kini Pembangunan Properti Bergeser ke Arah Keberlanjutan

Bukan Lagi Estetika, Kini Pembangunan Properti Bergeser ke Arah Keberlanjutan

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Terkini

Petani Tembakau Dapat Kabar Buruk dari Wacana Aturan Pembatasan Nikotin

Petani Tembakau Dapat Kabar Buruk dari Wacana Aturan Pembatasan Nikotin

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:01 WIB

GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir

GEMPAR Ramaikan Pasar Balangan, Kuatkan Pedagang Lepas dari Jerat Rentenir

Jogja | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Jurnal Jo: Sulitnya Jadi Remaja, Kebelet Dewasa tapi Daya Tak Mampu!

Jurnal Jo: Sulitnya Jadi Remaja, Kebelet Dewasa tapi Daya Tak Mampu!

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Terungkap, Ratusan Senjata Angin di Sekolah Jaksel Berawal dari Olahraga Air Rifle

Terungkap, Ratusan Senjata Angin di Sekolah Jaksel Berawal dari Olahraga Air Rifle

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:58 WIB

Hutan Bakau Dunia Tambah 2.000 kilometer Persegi Sejak 2010, Mampukah Kurangi Ancaman Krisis Iklim?

Hutan Bakau Dunia Tambah 2.000 kilometer Persegi Sejak 2010, Mampukah Kurangi Ancaman Krisis Iklim?

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Persiapan HUT RI ke-81: Istana Kirim Undangan ke Mantan Presiden, Pendaftar Tembus 336 Ribu

Persiapan HUT RI ke-81: Istana Kirim Undangan ke Mantan Presiden, Pendaftar Tembus 336 Ribu

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Cara Pakai Peeling Serum Viva yang Benar, Bolehkah Digunakan Setiap Hari?

Cara Pakai Peeling Serum Viva yang Benar, Bolehkah Digunakan Setiap Hari?

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:57 WIB

Kado HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Diskon Tarif Trans Jatim untuk Semua Rute Selama Sepekan

Kado HUT RI ke-81, Gubernur Khofifah Diskon Tarif Trans Jatim untuk Semua Rute Selama Sepekan

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Polisi Ungkap Peredaran 3,2 Kg Ganja di Kampus, 3 Orang Ditangkap

Polisi Ungkap Peredaran 3,2 Kg Ganja di Kampus, 3 Orang Ditangkap

Sumut | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Driver Ojol Bingung Soal Status UMKM: Kalau Cuma Buat Pinjam Uang, Sudah Ada Gopay!

Driver Ojol Bingung Soal Status UMKM: Kalau Cuma Buat Pinjam Uang, Sudah Ada Gopay!

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:52 WIB

×