- Motor tetap bisa membeli Pertalite meski pembatasan diterapkan.
- Mobil mewah dan masyarakat kaya jadi sasaran pembatasan subsidi.
- Pemerintah masih menghitung penghematan dan menyiapkan sistem pembatasan.
Suara.com - Rencana pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite mulai menemukan titik terang. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kebijakan tersebut nantinya tidak akan menyasar sepeda motor.
Artinya, masyarakat pengguna kendaraan roda dua tetap dapat membeli Pertalite meskipun pemerintah mulai memperketat penyaluran BBM bersubsidi kepada kelompok masyarakat yang dinilai mampu.
“Enggak, sepeda motor enggak dibatasi kok,” kata Bahlil usai mengikuti rapat di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Bahlil menggelar pembahasan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait penataan subsidi BBM. Pemerintah kini tengah menyusun skema agar subsidi energi lebih tepat sasaran sekaligus menekan beban APBN.
Bahlil menjelaskan, pembatasan nantinya akan mempertimbangkan kemampuan ekonomi masyarakat serta jenis kendaraan yang digunakan. Kelompok masyarakat yang masuk kategori desil 9 dan 10 atau kelompok ekonomi atas menjadi salah satu sasaran evaluasi.
Selain kondisi ekonomi, jenis kendaraan juga akan menjadi pertimbangan. Pemerintah menilai penggunaan BBM bersubsidi oleh pemilik kendaraan mewah tidak sesuai dengan tujuan subsidi.
“Menyangkut dengan pembatasan itu nanti kan ada jenis kendaraan, ya. Jangan pakai BMW, pakai Mercy, masa pakai minyak subsidi? Itu yang dimaksudkan oleh Pak Menteri (Purbaya) tadi,” jelas Bahlil.
Pemerintah ingin memastikan subsidi BBM benar-benar dinikmati masyarakat yang membutuhkan. Selama ini, konsumsi BBM bersubsidi yang juga dinikmati kelompok berpenghasilan tinggi dinilai membuat anggaran negara menjadi kurang efektif.
Bahlil bahkan menyoroti kelompok masyarakat kaya yang masih mendapatkan subsidi Pertalite.
“Masa orang kaya harus kita subsidi? Contoh Pertalite. Desil 9, desil 10 masih kena, masih dapat subsidi,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah akan melakukan penataan berdasarkan profil ekonomi konsumen dan karakteristik kendaraan. Namun, Bahlil belum mengungkapkan berapa besar penghematan subsidi yang ditargetkan dari kebijakan tersebut.
Menurut dia, besaran penghematan masih dalam tahap perhitungan.
“Semuanya lagi di-exercise. Kita ingin semua subsidi dari sektor migas itu tepat sasaran,” jelasnya.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih mematangkan mekanisme teknis pembatasan Pertalite.
Pemerintah belum menetapkan waktu pasti implementasi kebijakan tersebut. Sistem penyaluran juga masih disiapkan dengan memanfaatkan sistem yang telah dikembangkan PT Pertamina (Persero).
“Belum, belum tahu. Tapi kita siapkan sistemnya seperti apa dengan masukan dari Pak Bahlil,” kata Purbaya.
Dengan demikian, pembatasan Pertalite belum akan diterapkan dalam waktu dekat. Pemerintah masih menguji skema dan sistem yang diperlukan sebelum kebijakan diberlakukan.