- Pengusaha Haji Isam dikabarkan berencana mengakuisisi 62,2 persen saham PT Bayan Resources Tbk senilai US$5,5 miliar.
- Kabar akuisisi tersebut memicu kenaikan harga saham BYAN hingga menembus level Rp17.000 pada Selasa, 18 Agustus 2026.
- Sejumlah perusahaan sekuritas mencatatkan aksi beli bersih masif akibat mengantisipasi rencana transaksi besar tersebut di bursa.
Berikut adalah rincian peta pergerakan empat perusahaan sekuritas teratas ditambah satu sekuritas ritel yang mencatatkan net buy saham BYAN dengan nilai di atas Rp100 juta:
LG — Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk: Rp3.279.587.500
IH — Indo Harvest Sekuritas: Rp1.431.542.500
DP — DBS Vickers Sekuritas Indonesia: Rp1.199.045.000 (Broker asing)
YU — CGS International Sekuritas Indonesia: Rp1.175.202.500 (Broker asing)
XC — Ajaib Sekuritas Asia: Rp403.962.500
Kehadiran broker dengan kode DP dan YU dalam jajaran pembeli teratas menegaskan masuknya kapital asing dalam memanfaatkan momentum krusial emiten energi ini, diimbangi oleh antisipasi dari manajer investasi domestik dan ritel.
Kabar ekspansi bisnis ke tubuh Bayan Resources ini dinilai sangat selaras dengan rekam jejak ekspansif Haji Isam di pasar modal Indonesia.
Melalui kendaraan bisnis Jhonlin Group maupun jalur afiliasi keluarga inti, sang pengusaha saat ini telah menancapkan pengaruhnya di berbagai sektor krusial yang terdaftar resmi di bursa, yang meliputi:
PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR): Bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit terpadu hingga produksi biodiesel. Entitas ini dikendalikan secara langsung melalui PT Eshan Agro Sentosa.
PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN): Entitas agrobisnis di bidang perkebunan kelapa sawit yang operasionalnya dikendalikan melalui representasi putrinya, Liana Saputri, yang bersinergi dengan PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya.
PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE): Perusahaan penyedia jasa infrastruktur dan logistik penunjang pertambangan batu bara yang dikendalikan kuat melalui sayap bisnis anak usaha Jhonlin Group, yakni PT Dua Samudera Perkasa.
PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK): Berperan sebagai emiten di lini investasi strategis dan nikel, yang kepemilikannya secara resmi telah diakuisisi untuk memperluas jangkauan bisnis ke sektor mineral masa depan.