Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan

Bella, Faqih Fathurrahman

Rabu, 19 Agustus 2026 | 19:08 WIB
Bukan Massa Mahasiswa, 21 Orang Bawa Petasan dan Diduga Molotov Dipulangkan
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto. [Suara.com/Adiyoga]
baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya menangkap 21 orang membawa petasan dan botol molotov di Bundaran HI pada Agustus 2026.
  • Ke-21 orang tersebut bukan mahasiswa demonstran, melainkan diduga sengaja datang untuk memicu kerusuhan massa aksi.
  • Satgas Gakkum Polda Metro Jaya telah memulangkan seluruh pihak terkait setelah memberikan edukasi pencegahan secara pre-emptive.

Suara.com - Polda Metro Jaya memulangkan 21 orang yang sempat ditangkap karena membawa 12 petasan, flare, dan enam botol kaca yang diduga akan digunakan sebagai bahan baku molotov menjelang aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan 21 orang tersebut dipulangkan setelah Satgas Gakkum Polda Metro Jaya memberikan edukasi secara pre-emptive kepada mereka.

“Terhadap 21 orang ini telah dipulangkan. Ada pendekatan pre-emptive education yang dilakukan oleh Satgas Gakkum Polda Metro Jaya,” kata Budi kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (19/8/2026).

Budi memastikan dari hasil pemeriksaan, ke-21 orang tersebut bukan bagian dari massa mahasiswa yang hendak berunjuk rasa.

Namun, mereka sengaja datang setelah mengetahui adanya informasi akan digelarnya demonstrasi di Bundaran HI.

Budi melanjutkan, mereka diduga sengaja datang untuk ikut dalam keributan apabila aksi berubah menjadi ricuh yang berujung pada terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“21 orang ini bukan merupakan bagian dari peserta penyampaian pendapat ataupun aspirasi di muka publik. Jadi memang mereka datang, mendengar akan adanya kegiatan-kegiatan penyampaian aspirasi, seandainya terjadi keributan, kerusuhan, chaos, dan lain-lain, mereka juga ikut di dalam kegaduhan itu,” jelasnya.

Kekinian, Budi masih melakukan pendekatan pencegahan dan edukasi terhadap orang-orang yang membawa barang yang tidak semestinya ke lokasi aksi.

Mahasiswa saling dorong dengan kepolisian saat berunjuk rasa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Mahasiswa saling dorong dengan kepolisian saat berunjuk rasa di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/8/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

“Ini dilakukan pre-emptive education bahwa langkah-langkah dan barang yang dibawa ini adalah salah, tidak pada peruntukan, tidak pada momen penyampaian,” tandasnya.

baca juga

Sebelumnya diberitakan, Polda Metro Jaya menciduk 21 orang karena membawa barang-barang berbahaya menjelang aksi demonstrasi mahasiswa di Bundaran HI.

Adapun barang-barang tersebut berupa petasan atau flare serta botol yang diduga dipersiapkan sebagai bahan bom molotov.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan penangkapan ini merupakan bagian dari preventive strike dan preemptive education.

“Polda Metro Jaya mengamankan 21 orang yang saat ini dalam dimintai keterangan di Ditreskrimum,” kata Budi di Polda Metro Jaya, Selasa (18/8/2026).

Budi menyampaikan, biasanya orang-orang yang membawa barang-barang yang membahayakan tidak terafiliasi atau bukan merupakan bagian dari mahasiswa yang menyampaikan pendapat.

“Tujuannya adalah membuat konflik antara petugas pengamanan dengan peserta yang menyampaikan pendapat di muka umum,” katanya.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) sebelumnya melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran HI.

Sedikitnya ada delapan tuntutan yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut, di antaranya:

  1. Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
  2. Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
  3. Wujudkan reforma agraria sejati.
  4. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
  5. Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.
  6. Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.
  7. Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatra dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
  8. Hentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

Menhub Bantah Intimidasi Sopir Bus Kopaja yang Dipesan BEM UI Sebelum Aksi

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB

16 Orang Diciduk! Sindikat Meterai Palsu dan Daur Ulang Bikin Negara Rugi Rp1 Triliun

16 Orang Diciduk! Sindikat Meterai Palsu dan Daur Ulang Bikin Negara Rugi Rp1 Triliun

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Belum Tetapkan Tersangka di Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik

Belum Tetapkan Tersangka di Kasus Kematian Sutrimo, Polisi Tunggu Hasil Lab Forensik

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:07 WIB

Lagu 'Bella Ciao' Bercerita Tentang Apa? Dinyanyikan Massa Demo BEM UI di Bundaran HI

Lagu 'Bella Ciao' Bercerita Tentang Apa? Dinyanyikan Massa Demo BEM UI di Bundaran HI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:51 WIB

Dari Dapur ke Piring: Mencegah Bom Waktu Keracunan Program MBG

Dari Dapur ke Piring: Mencegah Bom Waktu Keracunan Program MBG

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:11 WIB

Fatimah Az-Zahra, Wajah Baru Aktivisme Berbasis Bukti Akademik

Fatimah Az-Zahra, Wajah Baru Aktivisme Berbasis Bukti Akademik

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:45 WIB

Bukan Anti-Makan Gratis, Ini Alasan Mahasiswa Tolak MBG di Jalanan

Bukan Anti-Makan Gratis, Ini Alasan Mahasiswa Tolak MBG di Jalanan

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah Soal Penyitaan Emas dan Uang

Polri Minta Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah Soal Penyitaan Emas dan Uang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:12 WIB

Polri Minta Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak

Polri Minta Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Robot Humanoid Chery Group Catat Rekor Sertifikasi Keamanan Internasional

Robot Humanoid Chery Group Catat Rekor Sertifikasi Keamanan Internasional

Otomotif | Senin, 07 September 2026 | 12:34 WIB

Sekolah Rakyat Siapkan Opsi Lulusan Jadi Tenaga Terampil Sesuai Minat dan Bakat

Sekolah Rakyat Siapkan Opsi Lulusan Jadi Tenaga Terampil Sesuai Minat dan Bakat

News | Senin, 07 September 2026 | 12:33 WIB

3 Cara Lindungi Kulit dan Tubuh dari Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

3 Cara Lindungi Kulit dan Tubuh dari Bahaya Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 12:32 WIB

20.000 Warga Bekasi Masuk Daftar Hitam Kemensos Gara-gara Judi Online

20.000 Warga Bekasi Masuk Daftar Hitam Kemensos Gara-gara Judi Online

Bekaci | Senin, 07 September 2026 | 12:31 WIB

Hore! Purbaya Buka Opsi Ubah Batas Omzet UMKM Bebas Pajak, Rp 500 Juta Dinilai Terlalu Rendah

Hore! Purbaya Buka Opsi Ubah Batas Omzet UMKM Bebas Pajak, Rp 500 Juta Dinilai Terlalu Rendah

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 12:30 WIB

Ulasan The Newcomer: Ketika Rahasia Warga Nihonbashi Mengarah pada Sebuah Pembunuhan

Ulasan The Newcomer: Ketika Rahasia Warga Nihonbashi Mengarah pada Sebuah Pembunuhan

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 12:30 WIB

Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Dalam Rumah yang Tepat, Jangan Disapu Kering!

Cara Membersihkan Abu Vulkanik di Dalam Rumah yang Tepat, Jangan Disapu Kering!

Lifestyle | Senin, 07 September 2026 | 12:28 WIB

Harga Bahan Pokok Naik, Perlukah Nominal Bansos Dinaikkan? Begini Jawaban Gus Ipul

Harga Bahan Pokok Naik, Perlukah Nominal Bansos Dinaikkan? Begini Jawaban Gus Ipul

News | Senin, 07 September 2026 | 12:27 WIB

Bukan Sekadar Tren! Pasar Wellness RI Tembus $55 Miliar, Dua UMKM Lokal Curi Peluang di Shopee

Bukan Sekadar Tren! Pasar Wellness RI Tembus $55 Miliar, Dua UMKM Lokal Curi Peluang di Shopee

News | Senin, 07 September 2026 | 12:23 WIB

270 Ribu Orang Batal Terbang Gegara Erupsi Gunung Anak Krakatau

270 Ribu Orang Batal Terbang Gegara Erupsi Gunung Anak Krakatau

Bisnis | Senin, 07 September 2026 | 12:21 WIB

×