- Harga minyak mentah dunia mencatatkan penutupan tertinggi dalam empat pekan pada Rabu, 19 Agustus 2026.
- Lonjakan harga dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah serta penurunan distribusi kapal komoditas di Selat Hormuz.
- Minyak Brent naik menjadi 91,62 dolar AS dan WTI AS meningkat ke level 85,83 dolar AS per barel.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia ditutup menguat pada perdagangan Rabu (19/8/2026) dan menyentuh level tertinggi dalam hampir empat pekan terakhir.
Lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, setelah Uni Emirat Arab (UEA) membekukan seluruh transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran, serta masih melambatnya lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent menguat 60 sen atau 0,7 persen menjadi 91,62 dolar AS per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 89 sen atau 1,1 persen menjadi 85,83 dolar AS per barel. Kedua harga acuan tersebut mencatatkan level penutupan tertinggi sejak 24 Juli.
Analis riset dari pialang Pepperstone, Ahmad Assiri, menilai pergerakan Brent di atas 91 dolar AS menandakan para pelaku pasar mulai memperhitungkan premi risiko yang lebih tinggi, dengan potensi harga kembali menembus angka tiga digit.
Eskalasi konflik di kawasan Teluk terus menahan laju distribusi energi global. Data Kpler menunjukkan, hanya ada enam kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Selasa, turun dari sembilan kapal pada hari sebelumnya dan berada di bawah rata-rata harian 10 hari terakhir sebesar 11 kapal.

Di sisi lain, pasokan global juga menghadapi tekanan tambahan setelah pengiriman minyak dari pelabuhan barat Rusia, turun 15 persen dari rencana awal pada separuh pertama Agustus akibat gangguan di pelabuhan Novorossiysk, Laut Hitam.
Meski demikian, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan adanya kenaikan stok minyak mentah domestik AS sebesar 4,4 juta barel menjadi 428,8 juta barel pada pekan lalu.
Peningkatan persediaan ini sedikit menahan laju kenaikan harga di tengah tingginya tingkat pemanfaatan kilang AS yang mencapai 97,2 persen.