Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.186,363
LQ45 618,857
Srikehati 301,720
JII 368,583
USD/IDR 18.073

Ini Penyebab Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Panasnya Konflik Global

M Nurhadi

Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:39 WIB
Ini Penyebab Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Panasnya Konflik Global
Tiga supertanker bermuatan minyak berhasil keluar dari Selat Hormuz di tengah gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengusulkan pembentukan koalisi maritim internasional bersama lebih dari 40 negara untuk mengamankan jalur pelayaran.
  • Harga minyak mentah Brent dan WTI di bursa komoditas internasional mengalami penurunan signifikan hampir dua persen pada penutupan perdagangan.
  • Organisasi OPEC+ dijadwalkan menggelar pertemuan untuk mengumumkan rencana penambahan pasokan minyak mentah sebesar 188.000 barel per hari pada September mendatang.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia turun, menyusul langkah proaktif Arab Saudi yang mengusulkan pembentukan koalisi angkatan laut internasional.

Di bursa komoditas internasional, kontrak berjangka minyak mentah Brent yang menjadi tolok ukur global merosot hampir 2 persen hingga ditutup pada level $89,03 per barel.

Tren penurunan senada juga terjadi pada kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat yang terkikis sekitar 1 persen untuk menetap di posisi $83,59 per barel.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengonfirmasi bahwa lebih dari 40 negara telah hadir dalam pertemuan khusus guna membahas langkah strategis kawasan.

Berdasarkan pernyataan resmi terjemahan dari Bahasa Arab, agenda utama pertemuan tersebut difokuskan pada "memperkuat kerja sama pertahanan maritim dan menyatukan upaya untuk melindungi keamanan jalur pelayaran," yang belakangan ini mengalami gangguan intensif.

Inisiatif penggalangan aliansi maritim oleh Riyadh mengemuka setelah kelompok Houthi di Yaman, yang didukung oleh Tehran, secara terbuka mendeklarasikan embargo maritim terhadap Arab Saudi pada pekan lalu.

Dilansir dari CNBC, situasi kian memanas lantaran Iran secara berulang kali dilaporkan melakukan aksi pencegatan dan serangan terhadap kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz, salah satu urat nadi terpenting bagi distribusi minyak mentah dunia.

Momen ini menjadi pembalik arah yang cukup signifikan dari lonjakan tajam pada hari sebelumnya. Pada Rabu, harga minyak Brent sempat meroket hingga hampir 8 persen akibat eskalasi bentrokan bersenjata di Timur Tengah.

Eskalasi tersebut dipicu oleh tindakan Amerika Serikat yang meluncurkan serangan balasan "gelombang besar" terhadap target-target Iran pada Rabu malam.

baca juga

Kepanikan pasar makin diperparah oleh laporan dari Mesir yang mengonfirmasi bahwa dua unit kapal terkena hantaman serangan pesawat nirawak (drone) di Pelabuhan Damietta yang berada di pesisir Laut Tengah.

Pelabuhan tersebut memegang peranan amat strategis sebagai pusat (hub) pemrosesan dan distribusi gas alam cair (LNG). Hingga saat ini, belum ada kelompok atau pihak mana pun yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi sabotase tersebut.

Rangkaian gempuran terbaru ini menandai babak baru dalam pertempuran yang terus mengombang-ambingkan stabilitas pasar minyak global sekaligus mengganggu kelancaran lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sejak pertempuran pecah pada akhir Februari lalu.

Sebelumnya, Washington dan Teheran sempat menangguhkan gempuran udara selama dua pekan terhadap sasaran-sasaran Iran guna memberi "ruang" bagi diplomasi dan negosiasi perdamaian.

Namun, Presiden Donald Trump telah memberi sinyal tegas mengenai rencana aksi militer balasan tersebut beberapa jam sebelum serangan dilancarkan.

"Kami akan memukul mereka dengan keras. Mereka akan mendapat pukulan telak," ujar Trump kepada wartawan Fox News pada Rabu pagi.

Di luar gejolak geopolitik dan bentrokan fisik di lapangan, perhatian para pelaku pasar kini mulai teralih pada agenda krusial organisasi negara-negara pengekspor minyak dan sekutunya (OPEC+). Kelompok produsen utama tersebut dijadwalkan menggelar pertemuan penting pada hari Minggu mendatang.

Diperkirakan luas, OPEC+ akan mengumumkan keputusan penambahan pasokan minyak mentah sebesar 188.000 barel per hari yang bakal mulai berlaku efektif pada September mendatang.

Meskipun terdapat rencana peningkatan pasokan singkat, para analis mengingatkan bahwa volatilitas jangka panjang belum akan surut. Strategis dari ING dalam catatan risetnya menyebutkan, "Ketidakpastian besar hingga tahun 2027 akan berkisar pada kebijakan kelompok tersebut, dengan potensi penolakan terhadap kuota produksi." 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Donald Trump Ultimatum Iran: Gencatan Senjata atau Kami Hantam Lebih Keras

Donald Trump Ultimatum Iran: Gencatan Senjata atau Kami Hantam Lebih Keras

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 07:06 WIB

Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111

Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:18 WIB

Arab Saudi Akan Melawan Jika Infrastruktur Energinya Diserang Rudal Milisi Pro Iran

Arab Saudi Akan Melawan Jika Infrastruktur Energinya Diserang Rudal Milisi Pro Iran

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 15:52 WIB

Rudal Iran Hancurkan Perusahaan China di Kuwait, 1 Orang Tewas

Rudal Iran Hancurkan Perusahaan China di Kuwait, 1 Orang Tewas

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 15:04 WIB

Aneh, Kenapa Rudal Amerika Serikat Gempur Lokasi yang Sama di Iran dari Serangan Sebelumnya?

Aneh, Kenapa Rudal Amerika Serikat Gempur Lokasi yang Sama di Iran dari Serangan Sebelumnya?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 13:02 WIB

Serangan Amerika Serikat ke Qeshm Iran Tewaskan Satu Keluarga, Termasuk Balita

Serangan Amerika Serikat ke Qeshm Iran Tewaskan Satu Keluarga, Termasuk Balita

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 12:44 WIB

Terkini

Terbongkar! Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya ke Jantung Afrika

Terbongkar! Penyelundupan 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya ke Jantung Afrika

Jatim | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:36 WIB

UEFA Tolak FIFA Jual Saham Piala Dunia, PSSI Dukung Penuh: Indonesia Butuh Duit

UEFA Tolak FIFA Jual Saham Piala Dunia, PSSI Dukung Penuh: Indonesia Butuh Duit

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:36 WIB

Chery Q Bakal Hadirkan Fitur 'Sultan' dalam Segmen Compact EV yang Gak Masuk Akal!

Chery Q Bakal Hadirkan Fitur 'Sultan' dalam Segmen Compact EV yang Gak Masuk Akal!

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:35 WIB

5 Rekomendasi Laptop Gaming Murah yang Sekaligus Bisa untuk Produktivitas Tinggi

5 Rekomendasi Laptop Gaming Murah yang Sekaligus Bisa untuk Produktivitas Tinggi

Tekno | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:34 WIB

PGRI Jateng Dukung Putusan MK: Anggaran MBG Jangan Lagi Ambil Jatah Pendidikan

PGRI Jateng Dukung Putusan MK: Anggaran MBG Jangan Lagi Ambil Jatah Pendidikan

Jawa Tengah | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:30 WIB

Meracik Penawar Luka Sendiri dari Buku Jika Lukamu Sedalam Laut, Ikhlasmu Harus Seluas Langit

Meracik Penawar Luka Sendiri dari Buku Jika Lukamu Sedalam Laut, Ikhlasmu Harus Seluas Langit

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:30 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 31 Juli 2026, Hoki Apa yang Menantimu?

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 31 Juli 2026, Hoki Apa yang Menantimu?

Lifestyle | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:29 WIB

Habis Libas Kamboja 5-1, Pelatih Timor Leste Gemetar Jelang Lawan Timnas Indonesia

Habis Libas Kamboja 5-1, Pelatih Timor Leste Gemetar Jelang Lawan Timnas Indonesia

Bola | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:27 WIB

Pilih Fokus Kerja, Istana Tak Ambil Pusing Survei Kepuasan Publik ke Prabowo Merosot Tajam

Pilih Fokus Kerja, Istana Tak Ambil Pusing Survei Kepuasan Publik ke Prabowo Merosot Tajam

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:24 WIB

Permata Bank Cetak Laba Bersih Tumbuh 4,5 Persen pada Semester I-2026, Kredit Naik Jadi Rp171,2 T

Permata Bank Cetak Laba Bersih Tumbuh 4,5 Persen pada Semester I-2026, Kredit Naik Jadi Rp171,2 T

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 08:24 WIB

×