- PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan Bright Gas dan kebutuhan dasar untuk dapur umum korban gempa di NTT.
- Bantuan disalurkan ke beberapa titik pengungsian, termasuk Desa Mekendetung, Desa Blatatatin, dan Desa Habi sejak Jumat (21/8/2026).
- Sebanyak 47 dari 52 SPBU di Flores kembali beroperasi setelah dilakukan pengalihan pasokan BBM dan penambahan mobil tangki.
Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga terus memasok LPG Bright Gas ke wilayah yang terdampak Gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Khususnya untuk mendukung kebutuhan dapur umum bagi warga yang terdampak Gempa NTT.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bantuan energi menjadi salah satu kebutuhan yang diperhatikan selama masyarakat menjalani masa pengungsian.
"Kami memberikan bantuan Bright Gas untuk mendukung kebutuhan dapur umum," ujar Roberth seperti dikutip, Jumat (21/8/2026).
Selain bantuan energi, Pertamina Patra Niaga juga menyalurkan berbagai kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak gempa di sejumlah titik pengungsian, termasuk Desa Mekendetung, Desa Blatatatin, dan Desa Habi.
![Petugas memeriksa tabung Bright gas yang akan disalurkan ke pangkalan. Pemerintah resmi menaikkan tarif gas LPG non subsidi di seluruh Indonesia sejak 18 April 2026 [SuaraSulsel.id/Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/21/19171-lpg.jpg)
Bantuan tersebut meliputi air bersih, mi instan, air minum, tenda pengungsian, dan beras. Pertamina juga menyediakan layanan kesehatan serta pendampingan psikologis bagi anak-anak dan lansia di posko.
Menurut Roberth, dukungan yang diberikan kepada pengungsi akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Pertamina Patra Niaga juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, Polri, serta berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana.
"Ke depan kami akan tetap memantau kebutuhan masyarakat, termasuk apabila diperlukan penambahan tenda, selimut, makanan maupun kebutuhan lainnya. Keselamatan Perwira Pertamina Patra Niaga sebagai relawan dan masyarakat di lokasi juga menjadi perhatian kami selama memberikan bantuan," imbuhnya.
Sebelumnya, Stok BBM di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diupayakan untuk pulih pascagempa. Sebanyak 47 dari total 52 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah kembali beroperasi setelah terdampak gempa bumi.
Sementara itu, masih terdapat lima SPBU yang belum beroperasi dan terus dipantau hingga dinilai siap kembali melayani masyarakat.
Pertamina Patra Niaga juga melakukan pengalihan pasokan (alih supply), penambahan mobil tangki dari Bima, Nusa Tenggara Barat, serta percepatan pemulihan operasional SPBU.
11 mobil tangki BBM berkapasitas 16 kiloliter (KL) dan satu mobil tangki avtur berkapasitas 16 KL dikerahkan dari Bima.