Saldo Simpeda Tembus Rp75 Triliun, BPD Siap Genjot Ekonomi Daerah Demi Target 6 Persen

Bangun Santoso, Fakhri Fuadi Muflih

Minggu, 23 Agustus 2026 | 09:28 WIB
Saldo Simpeda Tembus Rp75 Triliun, BPD Siap Genjot Ekonomi Daerah Demi Target 6 Persen
Foto sebagai ILUSTRASI: Kantor pusat PT BPD Kaltim-Kaltara di Samarinda. [Istimewa]
baca 10 detik
  • Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai enam persen pada tahun 2027 mendatang.
  • Otoritas Jasa Keuangan mencatat total aset Bank Pembangunan Daerah mencapai Rp1.036,51 triliun pada Maret 2026.
  • Asosiasi Bank Pembangunan Daerah mendorong peningkatan layanan digital dan perluasan pemanfaatan produk tabungan bersama Simpeda.

Suara.com - Pemerintah menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh 6 persen pada 2027, lebih tinggi dibandingkan target pertumbuhan dalam APBN 2026 sebesar 5,4 persen.

Target tersebut membutuhkan penguatan aktivitas ekonomi di berbagai daerah, termasuk melalui peran sektor keuangan dalam menyediakan pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha.

Bank Pembangunan Daerah (BPD) menjadi salah satu bagian dari sektor keuangan yang memiliki basis kuat di daerah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset BPD mencapai Rp1.036,51 triliun pada Maret 2026.

Pada periode yang sama, Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD mencapai Rp782,04 triliun, sedangkan kredit yang disalurkan mencapai Rp656,87 triliun.

Di tengah kapasitas aset dan dana yang besar tersebut, produk tabungan bersama BPD, Simpeda, mencatat saldo sekitar Rp74,86 triliun hingga Juni 2026.

Besarnya dana yang dihimpun melalui produk tersebut menjadi salah satu sumber dana ritel yang dapat menopang fungsi intermediasi BPD di daerah.

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H Widodo mengatakan capaian Simpeda tidak sekadar menunjukkan besarnya dana yang berhasil dihimpun BPD, tetapi juga mencerminkan kepercayaan masyarakat.

"Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah," ujar Agus dalam keterangannya, Minggu (23/8/2026).

Dengan aset BPD yang telah menembus Rp1.000 triliun dan saldo Simpeda yang mendekati Rp75 triliun, penguatan fungsi intermediasi menjadi relevan ketika pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.

baca juga

Namun, Asbanda menilai tantangan Simpeda ke depan tidak hanya memperbesar saldo dan jumlah rekening. Produk tersebut juga harus mengikuti perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan perbankan digital.

Menurut Agus, nasabah kini membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman dan terkoneksi dengan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, Asbanda mendorong BPD meningkatkan pengalaman digital Simpeda serta memperluas pemanfaatannya untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant dan berbagai layanan finansial lainnya.

"Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat—semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah," kata Agus.

Transformasi tersebut diharapkan dapat memperkuat Simpeda sebagai sumber dana ritel bagi BPD. Dana yang dihimpun dari masyarakat selanjutnya dapat mendukung fungsi intermediasi melalui penyaluran pembiayaan kepada masyarakat, UMKM dan dunia usaha.

Data OJK menunjukkan kredit BPD pada Maret 2026 mencapai Rp656,87 triliun atau tumbuh 1,59 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh DPK BPD yang mencapai Rp782,04 triliun dan tumbuh 4,74 persen secara tahunan.

Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya ruang bagi BPD untuk memperkuat penyaluran pembiayaan di daerah, terutama ketika pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada 2027.

Salah satu kekuatan Simpeda adalah keberadaannya sebagai produk bersama 27 BPD di seluruh Indonesia. Asbanda melihat jaringan tersebut sebagai pembeda yang perlu semakin diperkuat.

Masing-masing BPD memiliki pemahaman, kedekatan dan jaringan yang kuat di daerahnya. Ketika kekuatan tersebut semakin terkoneksi, Simpeda dinilai berpotensi berkembang menjadi salah satu jaringan perbankan ritel nasional berbasis kekuatan daerah.

"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," ujar Agus.

Asbanda selanjutnya akan mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran serta kualitas layanan. Pengembangan tersebut juga diarahkan untuk menjangkau berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.

Selain fungsi intermediasi, keberadaan BPD juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi daerah. Pelaksanaan Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu, misalnya, dihadiri sekitar 30 ribu masyarakat.

Kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai wilayah Indonesia turut menciptakan aktivitas ekonomi bagi Bengkulu melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM dan berbagai layanan lokal lainnya.

"BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah," katanya.

Agus juga menegaskan Undian Nasional Simpeda merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah. Namun, hubungan BPD dengan masyarakat harus dibangun lebih jauh melalui kualitas layanan perbankan.

"Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya undian. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan dan pelayanan yang semakin baik," tegas Agus.

Dengan target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027, penguatan peran perbankan daerah menjadi salah satu bagian dari upaya memperbesar aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Besarnya aset BPD, dana pihak ketiga dan saldo Simpeda menjadi modal yang dapat mendukung fungsi tersebut, sepanjang mampu diikuti peningkatan intermediasi dan kualitas layanan.

"Dana tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh BPD, dan kembali kepada masyarakat untuk membangun daerah. Itulah kekuatan Simpeda. Dari daerah kita tumbuh bersama masyarakat, dan dengan kekuatan 27 BPD kita terhubung untuk membangun Indonesia," pungkas Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Kalimantan Makin Parah, Airlangga: Kegiatan Ekonomi Terganggu

Karhutla Kalimantan Makin Parah, Airlangga: Kegiatan Ekonomi Terganggu

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:19 WIB

OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital

OSL Indonesia Bidik Peluang Tokenisasi Aset di Tengah Pertumbuhan Ekonomi Digital

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:50 WIB

BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM

BPD Diminta Jangan Parkir Dana Pemerintah, Salurkan Kredit ke UMKM

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 18:41 WIB

Ekonomi Syariah Belum Dilirik Pemerintah, Industri Usul Transaksi Zakat-Haji lewat Bank Syariah

Ekonomi Syariah Belum Dilirik Pemerintah, Industri Usul Transaksi Zakat-Haji lewat Bank Syariah

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:49 WIB

Mengapa RAPBN 2027 Dinilai Belum Cukup Mendukung Ekonomi Hijau?

Mengapa RAPBN 2027 Dinilai Belum Cukup Mendukung Ekonomi Hijau?

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 17:55 WIB

Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!

Iran Sindir Utang AS Bengkak saat Donald Trump Ancam Sanksi Ekonomi ke Teheran: Pengalihan Isu!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 10:49 WIB

Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung

Kemasan Rokok Polos Mau Diterapkan, Pengusaha Minta Dampak Ekonomi Dihitung

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 09:35 WIB

Terkini

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Unisa Festival 2026: Salurkan Donasi Rp20 Juta ke UMKM Disabilitas hingga Dukung Beasiswa Mahasiswa

Jogja | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 20:54 WIB

×