- IHSG akhir pekan lalu ditutup naik 0,37 persen akibat aksi beli bersih investor asing mencapai Rp993 miliar.
- Tiga indeks utama Wall Street kompak menguat pada Jumat lalu didorong kenaikan sektor material, kesehatan, serta keuangan.
- Pelaku pasar global kini menantikan rilis laporan keuangan Nvidia serta data inflasi PCE dari bank sentral Amerika Serikat.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren pergerakan yang positif dengan potensi kelanjutan penguatan pada perdagangan hari ini. Proyeksi ini sejalan dengan efek rambatan (spillover effect) dari apresiasi yang terjadi di bursa Amerika Serikat.
Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, IHSG berhasil parkir di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,37 persen. Penguatan indeks komposit ini diiringi oleh tingginya minat beli investor asing yang mencatatkan aksi beli bersih (net buy) mencapai kurang lebih Rp993 miliar.
Arus modal asing tersebut mayoritas mengalir ke saham-saham perbankan dan berkapitalisasi besar, di mana saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menjadi sasaran utama akumulasi. Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini diperkirakan memiliki rentang level dukungan (support) di area 6.480 hingga 6.500, sementara titik resistensi berada pada kisaran 6.600 hingga 6.700.
Menyikapi dinamika teknikal tersebut, Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, membagikan sejumlah strategi perdagangan saham bagi para pelaku pasar.
Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) direkomendasikan untuk speculative buy dengan area beli di kisaran 3.440 hingga 3.460, membidik target terdekat pada 3.480–3.530, serta batas risiko (cutloss) jika melemah di bawah 3.430.
Saham PT Petrosea Tbk (PTRO) juga masuk dalam daftar speculative buy pada level 5.250–5.300, dengan target terdekat di area 5.375–5.500, dan batas cutloss di bawah 5.200.
Selanjutnya, saham PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (PADI) direkomendasikan untuk dibeli jika harganya berhasil menembus (break) level 73, menargetkan area 76–80, dengan mitigasi cutloss di bawah 70.
Rekomendasi speculative buy turut disematkan pada saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) di area beli 270–280 dengan target 300–320 dan cutloss di bawah 260.
Untuk saham PT Pancakarya Griyatama Tbk (KOTA), area beli yang ideal berada di kisaran 162–167 dengan target penguatan ke 172–185 serta cutloss di bawah 160. Terakhir, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) direkomendasikan speculative buy di rentang 685–695, dengan target terdekat pada 705–715 dan cutloss jika harga turun di bawah 680.
Indeks Global
Beralih ke kawasan global, bursa saham Amerika Serikat mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu dengan arah yang bervariasi. Tiga indeks utama Wall Street kompak ditutup menguat pada perdagangan Jumat (21/8).
Indeks Dow Jones Industrial Average memimpin dengan kenaikan 0,98 persen, disusul oleh indeks S&P 500 yang naik 0,43 persen, dan Nasdaq Composite yang menguat 0,44 persen. Kendati demikian, apabila dilihat secara akumulasi sepekan, pasar saham Amerika Serikat justru mencatatkan penurunan.
Pergerakan indeks pekan lalu sangat dibayangi oleh kekhawatiran para investor terhadap tingginya fluktuasi imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS, serta masih minimnya kejelasan mengenai perkembangan eskalasi di kawasan Timur Tengah. Berbeda dengan indeks utama, indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 justru terperosok dengan pelemahan sebesar 1,65 persen pada penutupan pekan lalu.
Dari sisi sektoral di bursa Wall Street, sektor material tampil memimpin dengan lonjakan kinerja sebesar 2,2 persen. Posisi ini diikuti oleh sektor kesehatan yang naik 1,3 persen dan sektor keuangan yang menguat 1 persen. Di ujung yang berbeda, sektor utilitas menjadi pemberat utama (laggard) dengan penurunan tajam mencapai 2,3 persen, melebihi sektor energi yang terkoreksi tipis 0,2 persen. Di jajaran saham individu, sentimen positif menyelimuti emiten yang berafiliasi dengan aset digital.
Saham platform investasi ritel Robinhood melesat 13,7 persen, operator bursa kripto Coinbase Global melonjak 8,2 persen, dan perusahaan pemegang Bitcoin, MicroStrategy, menguat 6 persen.
Lonjakan ini sejalan dengan tren kenaikan harga Bitcoin di pasar spot sebesar 6,4 persen. Sementara itu, di sektor ritel, saham Ross Stores ditutup naik 4,4 persen usai perusahaan tersebut merevisi perkiraan laba tahunannya ke arah yang lebih tinggi karena pencapaian hasil kuartalan yang melampaui ekspektasi.
Sentimen makroekonomi di Amerika Serikat juga tengah dipengaruhi oleh dinamika kebijakan fiskal dan moneter. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengisyaratkan bahwa pemerintah dapat melakukan peningkatan pembelian kembali (buyback) obligasi lebih lanjut. Langkah ini diwacanakan menyusul pengumuman sebelumnya bahwa pemerintah siap mengalokasikan dana dua kali lipat dari perkiraan awal untuk program buyback tersebut.
Memasuki pekan mendatang, fokus para pelaku pasar akan tertuju pada rilis laporan kinerja keuangan kuartalan dari perusahaan-perusahaan teknologi, termasuk pemimpin pasar cip kecerdasan buatan (AI) Nvidia, serta raksasa perangkat lunak seperti Intuit, Salesforce, dan CrowdStrike.
Rilis data indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) periode Juli—yang menjadi indikator inflasi andalan The Fed—serta pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium Jackson Hole pada akhir pekan juga menjadi agenda krusial yang diantisipasi investor.
Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia pada akhir pekan lalu ditutup bervariasi dengan mayoritas indeks menguat. Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin dengan kenaikan 1,21 persen, disusul Kospi Korea Selatan yang menguat 0,88 persen, Taiex Taiwan naik 0,65 persen, dan Straits Times Singapura yang terapresiasi 0,30 persen.
Sebaliknya, koreksi melanda Indeks Nikkei 225 Jepang yang turun 0,30 persen, ASX 200 Australia melemah 0,27 persen, dan FTSE Malaysia yang turun tipis 0,01 persen.
Disclaimer: Pemberitaan ini disajikan murni sebagai bentuk penyediaan informasi jurnalisme ekonomi dan pasar modal untuk konsumsi publik. Konten ini bukan merupakan saran, ajakan, rekomendasi, maupun panduan mutlak dalam transaksi keuangan atau investasi saham dan aset kripto. Seluruh keputusan penempatan dana dan pengelolaan finansial sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing investor.