- Presiden ASPIRASI Mirah Sumirat meminta evaluasi total pemerintah terkait ancaman hilangnya bansos akibat klasifikasi desil pada Senin (24/8/2026).
- ASPIRASI menilai perubahan kenaikan desil yang tidak sesuai kondisi lapangan dapat menyebabkan kesalahan pengecualian bagi warga miskin.
- ASPIRASI mendorong penghentian penetapan desil serta penggantian data sosial ekonomi yang lebih transparan dan objektif.
ASPIRASI juga menyoroti potensi exclusion error, yakni kondisi ketika masyarakat yang sebenarnya masih membutuhkan perlindungan sosial justru keluar dari daftar penerima manfaat.
![Ilustrasi kemiskinan. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/28/88406-angka-kemiskinan-di-sumatera-selatan.jpg)
Ia mengaku, tidak ingin berspekulasi mengenai jumlah kasus exclusion error sebelum dilakukan pendataan dan verifikasi secara menyeluruh.
Namun, keluhan masyarakat yang sebelumnya menerima bansos lalu kehilangan bantuan setelah terjadi perubahan data atau desil dinilai tidak boleh diabaikan.
"Jika data berubah tetapi kondisi kehidupan masyarakat tidak berubah, maka yang harus diperiksa adalah datanya, bukan rakyatnya yang disalahkan," pungkasnya.