- Rupiah ditutup Rp17.723, mendekati asumsi kurs RAPBN 2027 Rp17.500.
- Fitch memproyeksikan ekonomi RI 2027 hanya tumbuh sekitar 5%.
- Dolar menguat di tengah tekanan AS terhadap Iran dan risiko geopolitik.
Yang menjadi persoalan bagi rupiah adalah ruang fiskal pemerintah.
Fitch menilai konsolidasi fiskal dapat lebih sulit dipertahankan apabila tekanan belanja meningkat. Pengalaman penyusunan anggaran sebelumnya juga menunjukkan target defisit yang awalnya lebih rendah dapat mengalami revisi ketika pemerintah membutuhkan tambahan belanja.
Target defisit 2,4% pada 2027 memang masih berada di bawah batas legal 3%. Namun, apabila tekanan ekonomi meningkat dan pemerintah harus memperbesar belanja, ruang fiskal tersebut berpotensi kembali tertekan.
Situasi ini membuat pergerakan rupiah menjadi lebih kompleks.
Di satu sisi, dolar AS mendapatkan dukungan dari ketidakpastian geopolitik dan kebijakan Washington terhadap Iran. Di sisi lain, Indonesia harus mempertahankan kredibilitas fiskal ketika menggunakan asumsi kurs Rp17.500 dalam RAPBN 2027.
Dengan posisi rupiah yang sudah berada di Rp17.723, pasar kini secara tidak langsung sedang menguji asumsi tersebut.
Jika rupiah terus bergerak melemah dan bertahan di atas Rp17.500 per dolar AS, maka pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga asumsi makro RAPBN tetap kredibel. Sebaliknya, apabila tekanan eksternal mereda dan dolar AS melemah, ruang bagi rupiah untuk kembali mendekati asumsi pemerintah akan semakin terbuka.
Karena itu, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada keputusan bank sentral Amerika Serikat. Data inflasi AS dan pidato pejabat The Fed di Jackson Hole juga akan menjadi penentu arah ekspektasi suku bunga.
Inflasi AS yang lebih rendah dapat memperkuat harapan terhadap kebijakan The Fed yang lebih longgar dan berpotensi mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
"Bagi Indonesia, persoalannya kini adalah apakah rupiah mampu kembali mendekati Rp17.500 atau justru semakin menjauh dari angka yang menjadi salah satu fondasi RAPBN 2027," pungkas Ibrahim.