Rupiah Nyaris Rp17.750, Target Pemerintah Rp17.500 Mulai Diuji Pasar

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:17 WIB
Rupiah Nyaris Rp17.750, Target Pemerintah Rp17.500 Mulai Diuji Pasar
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Selasa (19/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah ditutup Rp17.723, mendekati asumsi kurs RAPBN 2027 Rp17.500.
  • Fitch memproyeksikan ekonomi RI 2027 hanya tumbuh sekitar 5%.
  • Dolar menguat di tengah tekanan AS terhadap Iran dan risiko geopolitik.

Suara.com - Rupiah kembali mendapat tekanan pada perdagangan Selasa (25/8/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah tipis 2 poin ke level Rp17.723 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat tertekan hingga Rp17.723 dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp17.721.

Pergerakan tersebut menjadi perhatian karena level rupiah saat ini semakin mendekati asumsi nilai tukar yang digunakan pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, yakni Rp17.500 per dolar AS.

Dengan demikian, tantangan rupiah tidak hanya datang dari penguatan dolar AS dan perkembangan geopolitik global. Pasar juga mulai menguji seberapa realistis asumsi makro yang digunakan pemerintah untuk menopang rancangan fiskal tahun depan.

Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah pada perdagangan Rabu (26/8/2026) masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.730-Rp17.750,” ujar Ibrahim.

Dari eksternal, penguatan indeks dolar AS terjadi ketika pasar mencermati langkah terbaru Washington dalam memberikan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Senin mengumumkan perluasan sanksi yang ditujukan untuk memutus jalur ekonomi Iran. Washington bahkan memperingatkan negara maupun pelaku usaha yang tetap menjalin hubungan bisnis dengan Teheran dapat menghadapi risiko dikeluarkan dari sistem keuangan berbasis dolar.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa konflik Iran tidak hanya berlangsung di medan geopolitik, tetapi mulai semakin kuat menjalar ke sektor keuangan global.

Pasar juga masih menghadapi risiko dari jalur perdagangan minyak di Timur Tengah. Sebuah kapal tanker minyak dilaporkan mengalami kerusakan setelah dihantam proyektil tak dikenal di sekitar perairan Oman pada Selasa.

baca juga

Namun, respons pasar minyak sejauh ini relatif terkendali. Reuters melaporkan harga minyak justru turun karena investor menilai tekanan ekonomi terhadap Iran memiliki risiko lebih kecil terhadap pasokan minyak dibandingkan eskalasi militer langsung.

Kondisi tersebut menjadi sedikit kabar baik bagi negara-negara importir minyak. Akan tetapi, risiko gangguan pelayaran di kawasan tetap menjadi sumber premi risiko bagi harga energi dan pada akhirnya dapat memengaruhi inflasi serta nilai tukar negara berkembang.

Di dalam negeri, perhatian pasar justru mengarah pada RAPBN 2027.

Pemerintah menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 6% dan nilai tukar Rp17.500 per dolar AS. Pada saat yang sama, target defisit anggaran ditetapkan 2,4% terhadap PDB.

Fitch Ratings menilai pertumbuhan ekonomi sekitar 6% pada 2027 lebih realistis dibandingkan ambisi pemerintah untuk mendorong pertumbuhan hingga 8% dalam jangka menengah. Namun, proyeksi Fitch sendiri masih berada di sekitar 5%.

Lembaga pemeringkat tersebut juga melihat sejumlah risiko yang dapat mengganggu prospek ekonomi Indonesia, mulai dari ketidakpastian geopolitik, kenaikan kembali harga minyak dunia hingga perlambatan ekonomi negara-negara mitra dagang utama.

Yang menjadi persoalan bagi rupiah adalah ruang fiskal pemerintah.

Fitch menilai konsolidasi fiskal dapat lebih sulit dipertahankan apabila tekanan belanja meningkat. Pengalaman penyusunan anggaran sebelumnya juga menunjukkan target defisit yang awalnya lebih rendah dapat mengalami revisi ketika pemerintah membutuhkan tambahan belanja.

Target defisit 2,4% pada 2027 memang masih berada di bawah batas legal 3%. Namun, apabila tekanan ekonomi meningkat dan pemerintah harus memperbesar belanja, ruang fiskal tersebut berpotensi kembali tertekan.

Situasi ini membuat pergerakan rupiah menjadi lebih kompleks.

Di satu sisi, dolar AS mendapatkan dukungan dari ketidakpastian geopolitik dan kebijakan Washington terhadap Iran. Di sisi lain, Indonesia harus mempertahankan kredibilitas fiskal ketika menggunakan asumsi kurs Rp17.500 dalam RAPBN 2027.

Dengan posisi rupiah yang sudah berada di Rp17.723, pasar kini secara tidak langsung sedang menguji asumsi tersebut.

Jika rupiah terus bergerak melemah dan bertahan di atas Rp17.500 per dolar AS, maka pemerintah menghadapi tantangan untuk menjaga asumsi makro RAPBN tetap kredibel. Sebaliknya, apabila tekanan eksternal mereda dan dolar AS melemah, ruang bagi rupiah untuk kembali mendekati asumsi pemerintah akan semakin terbuka.

Karena itu, perhatian pasar tidak hanya tertuju pada keputusan bank sentral Amerika Serikat. Data inflasi AS dan pidato pejabat The Fed di Jackson Hole juga akan menjadi penentu arah ekspektasi suku bunga.

Inflasi AS yang lebih rendah dapat memperkuat harapan terhadap kebijakan The Fed yang lebih longgar dan berpotensi mengurangi tekanan terhadap mata uang negara berkembang.

"Bagi Indonesia, persoalannya kini adalah apakah rupiah mampu kembali mendekati Rp17.500 atau justru semakin menjauh dari angka yang menjadi salah satu fondasi RAPBN 2027," pungkas Ibrahim.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Mata Uang Iran Ambruk, Tembus 2 Juta Rial per Dolar AS

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:33 WIB

Rupiah Lesu di Hari Kejepit, Ditutup ke Level Rp17.721

Rupiah Lesu di Hari Kejepit, Ditutup ke Level Rp17.721

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 16:23 WIB

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690

Rupiah Menguat Tipis, Dolar AS Lemas ke Level Rp17.690

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Terkini

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Dari Anak Sekolah hingga Orang Dewasa, 330 Warga Tangerang Dapat Akses Pendidikan

Banten | Senin, 14 September 2026 | 20:29 WIB

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 20:21 WIB

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Nikmati Cashback 20% Pakai QRIS BRImo di Cafe Kissa

Bri | Senin, 14 September 2026 | 20:18 WIB

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Malam Ini, Kualitas Udara di Pekanbaru Sangat Tidak Sehat

Riau | Senin, 14 September 2026 | 20:17 WIB

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Besok Sekolah Palembang Masuk atau Masih Daring? Ini Patokan ISPU untuk Tatap Muka

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 20:16 WIB

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 20:11 WIB

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Pencarian Hari Ketujuh Jurnalis Hilang, Tim SAR Fokus ke Wilayah Ditemukannya Life Jacket

Video | Senin, 14 September 2026 | 20:05 WIB

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Dibalik Pencopotan Purbaya: Ada Andil Bos Pajak-Bea Cukai dan Geng SMI?

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 20:03 WIB

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

Siswi Yang Diduga Hilang Ingatan Karena Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM, Ahli Turun Tangan

News | Senin, 14 September 2026 | 19:58 WIB

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Dukung Tumbuh Kembang Anak Sungai Rebo, Kilang Plaju Salurkan PMT di Posyandu Asparagus

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:56 WIB

×