Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:12 WIB
Banjir Bandang Nepal: Penjelasan Runtuhan Gletser, Benarkah Dampak Nyata Perubahan Iklim?
Runtuhan gletser raksasa di kawasan perbatasan Tibet dan Nepal memicu banjir bandang lumpur yang menewaskan lebih dari 270 orang. Petaka mendadak tanpa curah hujan ini menimbun banyak wilayah permukiman serta memutus akses transportasi utama. (BBC)
baca 10 detik
  • Runtuhan gletser skala besar di perbatasan Tibet-Nepal menewaskan ratusan orang dan melenyapkan ribuan warga.

  • Gelombang lumpur pekat menerjang cepat tanpa didahului hujan sehingga melumpuhkan sistem peringatan dini banjir.

  • Para ahli menyebut peningkatan suhu global memicu pemicuan penyusutan gletser Himalaya yang kian masif.

Suara.com - Runtuhan gletser raksasa di kawasan perbatasan Tibet dan Nepal memicu banjir bandang lumpur yang menewaskan lebih dari 270 orang. Petaka mendadak tanpa curah hujan ini menimbun banyak wilayah permukiman serta memutus akses transportasi utama.

Banjir material es dan tanah tersebut merusak infrastruktur vital serta menyebabkan lebih dari 1.500 warga dan wisatawan asing hilang. Para petugas penyelamat memprediksi jumlah korban tewas akan terus meningkat seiring sulitnya jangkauan ke lokasi terisolasi.

Awalnya bencana ini dikira dampak gempa bumi, namun pengamatan citra satelit mengonfirmasi bahwa runtuhan massal es gletser yang memicu getaran seismik. Peristiwa langka di ketinggian 5.200 meter tersebut meluncurkan jutaan meter kubik material batu dan es langsung ke lembah Sungai Lhende.

Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)
Banjir bandang dahsyat yang menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet melenyapkan rombongan pendaki berisi 47 orang. (ABC)

Bagaimana Runtuhan Es Ini Menghancurkan Permukiman Warga?

Limpasan air bercampur lumpur tebal mengalir cepat dari Sungai Lhende menuju Sungai Bhote Koshi hingga menerjang wilayah Trishuli di Nepal. Ketinggian permukaan air sungai dilaporkan melonjak secara mendadak hingga 9 meter hanya dalam kurun waktu 30 menit.

Sapuan arus kencang menenggelamkan rumah, hanyutkan kendaraan, dan merobohkan jembatan besi di Distrik Rasuwa. Banyak warga desa tidak sempat menyelamatkan diri karena luapan lumpur datang menyerupai gelombang beton cair yang sangat pekat.

Salah satu korban selamat, Keshav Prasad Baral (68 tahun), menceritakan kepanikan saat gelombang material gletser menerjang kediamannya secara tiba-tiba.

"Itu adalah semburan lumpur besar yang datang lurus ke arah kami," kata Keshav Prasad Baral.

Banjir bandang Nepal (NDTV)
Banjir bandang Nepal (NDTV)

Ia sempat berusaha menyelamatkan sang istri ke bagian teratas bangunan sebelum hempasan material lumpur memisahkan mereka.

baca juga

"Saat makin dekat, tingginya terus naik. Ketika saya melihatnya masuk ke rumah kami, saya mencoba memegang tangan istri saya dan membawanya ke teras. Tapi dia tersapu oleh lumpur," tuturnya.

Keshav berhasil dievakuasi menggunakan helikopter setelah empat jam bertahan di tengah kepungan material bencana.

"Istri saya masih ada di suatu tempat di bawah lumpur," tambah Keshav Prasad Baral. "Dia sudah pergi."

Apakah Pemanasan Global Menjadi Pemicu Utama Bencana Ini?

Peneliti geologi mengonfirmasi bagian moncong gletser runtuh dan membawa bongkahan batuan serta sedimen besar ke aliran sungai. Pencairan salju berskala masif dalam kurun waktu singkat diduga kuat melonggarkan ikatan massa es hingga meluncur bebas ke dasar lembah.

Para ahli menegaskan bahwa tren pemanasan global di kawasan Pegunungan Himalaya kian meningkatkan risiko bencana alam ekstrem. Laju penyusutan es gletser di wilayah pegunungan tersebut melaju 65 persen lebih cepat sepanjang dekade terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

100 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Kemungkinan Tersapu Air Bah

100 Warga China Hilang di Banjir Bandang Nepal, Kemungkinan Tersapu Air Bah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 16:26 WIB

Pecahan Gletser Raksasa Himalaya Penyebab Banjir Bandang Nepal, Bagaimana Bisa Terjadi?

Pecahan Gletser Raksasa Himalaya Penyebab Banjir Bandang Nepal, Bagaimana Bisa Terjadi?

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:04 WIB

Banjir Bandang di Nepal Telan 157 Korban Jiwa, Ratusan Lainnya Masih Hilang

Banjir Bandang di Nepal Telan 157 Korban Jiwa, Ratusan Lainnya Masih Hilang

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

KPK Dikabarkan OTT di BPN Kabupaten Bogor, Sejumlah Pihak Diamankan?

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 21:12 WIB

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Pria di Indragiri Hulu Diduga Sebabkan Karhutla 200 Hektare, Ada Bibit Sawit

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:05 WIB

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Saat Karhutla Mengancam Sumsel, Generasi Muda Lintas Agama Diajak Turun Tangan

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 21:02 WIB

×