- Pemerintah melalui Danantara mengadakan pameran perumahan di Tangerang untuk mengatasi masalah jutaan keluarga yang belum memiliki rumah layak.
- Danantara Housing Expo 2026 menawarkan lebih dari 120 ribu pilihan properti dari ratusan pengembang BUMN dan swasta.
- Penyelenggaraan pameran ini didukung skema KPR berbunga rendah guna memberikan akses pembiayaan yang mudah bagi masyarakat.
Suara.com - Pemerintah melalui Danantara, mendorong penyediaan rumah murah untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat. Salah satunya dengan mengandalkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bunga rendah.
Pasalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat 9,29 juta rumah tangga belum memiliki rumah hingga Maret 2026.
Selain itu, sekitar 18 juta rumah tangga masih tinggal di hunian yang belum memenuhi standar kelayakan.
Di tengah kebutuhan tersebut, pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam kepemilikan rumah. Bank Indonesia mencatat 70,05 persen pembelian rumah primer pada kuartal II 2026 dilakukan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
Penjualan rumah primer pada periode yang sama masih mengalami kontraksi 2,36 persen secara tahunan. Meski demikian, angka tersebut membaik dibandingkan kuartal I 2026 yang mencatat kontraksi 25,67 persen.
![Ilustrasi salah satu rumah bersubsidi. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/02/17/88195-rumah-bersubsidi.jpg)
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan pihaknya menggandeng perbankan untuk menyediakan pilihan pembiayaan bagi masyarakat.
Skema yang ditawarkan mencakup bunga mulai 2,75 persen per tahun serta tenor hingga 30 bahkan 40 tahun, sesuai ketentuan dan kebijakan masing-masing bank.
“Yang paling penting juga adalah akses yang lebih mudah bagi masyarakat, khususnya segmen pendapatan ke bawah untuk mewujudkan rumah impiannya,” ujar Rosan kepada wartawan, Kamis (27/8/2026).
Rosan mengatakan, Danantara Housing Expo tidak hanya menjadi tempat untuk menawarkan proyek properti.
“Danantara Housing Expo tidak hanya menjadi tempat untuk menawarkan rumah, tetapi menjadi platform yang mempertemukan masyarakat, pengembang, perbankan, dan berbagai pelaku industri dalam satu ekosistem perumahan,” katanya.
Khusus pengembang BUMN, terdapat 16.559 unit dari 98 proyek yang tersebar di 23 provinsi. Nilai inventori properti tersebut mencapai Rp9,79 triliun.
Sebanyak 6.611 unit di antaranya merupakan hunian untuk MBR. Sementara 9.948 unit lainnya merupakan hunian non-MBR.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengatakan pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat.

Pemerintah telah meningkatkan kuota Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dari sekitar 220 ribu menjadi 350 ribu unit per tahun.
“Ini menunjukkan bahwa kebijakan dan dukungan pembiayaan yang kita bangun mulai dirasakan langsung,” ujar Maruarar.
Selain FLPP, pemerintah juga memberikan dukungan melalui Kredit Program Perumahan (KUR Perumahan) dengan nilai sekitar Rp880 miliar untuk 7.100 debitur.
Maruarar berharap, Danantara Housing Expo tidak hanya menjadi ajang promosi proyek. Ia ingin pameran tersebut mempertemukan masyarakat dengan pilihan pembiayaan yang sesuai sehingga dapat mendorong transaksi.
Danantara menargetkan lebih dari 50 ribu pengunjung selama empat hari penyelenggaraan pameran.