Kronologi Penemuan Mayat Membusuk di Ruang Roda Pesawat Asal Tokyo

M Nurhadi

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:20 WIB
Kronologi Penemuan Mayat Membusuk di Ruang Roda Pesawat Asal Tokyo
Ilustrasi (Freepik)
baca 10 detik
  • Mayat pria tanpa identitas ditemukan teknisi di ruang roda pesawat penerbangan Tokyo-KLIA2 pada Kamis (27/8/2026).
  • Korban diduga penumpang gelap yang tewas akibat suhu ekstrem dan kekurangan oksigen saat penerbangan berlangsung.
  • Jenazah tanpa tanda kekerasan tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Serdang untuk menjalani autopsi forensik.

Suara.com - Mayat seorang pria tanpa identitas ditemukan di dalam ruang penyimpan roda (wheel well) pesawat di Terminal 2 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA2), Malaysia. Pesawat tersebut merupakan penerbangan internasional yang baru saja mendarat dari Tokyo, Jepang, pada Kamis (27/8/2026).

Jasad pria yang diperkirakan berusia antara 17 hingga 25 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi sudah membusuk. Diduga kuat korban merupakan penumpang gelap (stowaway) yang berusaha melakukan perjalanan secara ilegal, namun tewas di tengah penerbangan akibat suhu dingin yang ekstrem serta kekurangan oksigen di ketinggian.

Kronologi Penemuan Jasad di Area Landing Gear

Peristiwa ini berawal saat armada pesawat rute Tokyo-Kuala Lumpur mendarat secara selamat di KLIA2 pada pukul 06.30 waktu setempat.

Sekitar 25 menit setelah mendarat, tepatnya pukul 06.55, tim teknisi darat (ground engineering) mendekati pesawat untuk melakukan pemeriksaan pemeliharaan rutin pada bagian sistem roda pendaratan (landing gear).

Sebelum membuka kompartemen penyimpan roda sebelah kanan, petugas teknis mencium aroma busuk menyengat dari dalam celah roda.

Ketika kompartemen tersebut dibuka, petugas terkejut menemukan sosok mayat dalam posisi tertelungkup.

Pihak teknisi segera melaporkan temuan ini ke Pusat Kendali Operasi Bandara pada pukul 07.00 pagi, yang kemudian meneruskan informasi tersebut ke Markas Kepolisian Distrik KLIA.

Tak lama berselang, Tim Forensik Polisi Kerajaan Malaysia (PDRM) langsung dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan melakukan penyelidikan awal di area tarmac.

baca juga

Ciri-Ciri Fisik Korban dan Hasil Penyelidikan Awal

Kepala Kepolisian Distrik KLIA, Asisten Komisioner M. Ravi Munusamy, mengonfirmasi bahwa korban diperkirakan sudah meninggal dunia lebih dari 72 jam (sekitar tiga hari) sebelum ditemukan.

"Saat ditemukan, korban mengenakan jaket hoodie putih dengan gambar naga di bagian punggung dan tulisan 'Oakley' di bagian depan. Korban juga memakai celana jeans biru muda, ikat pinggang kulit berwarna cokelat, kaus kaki, serta sepatu olahraga hitam," terang ACP M. Ravi, dilansir dari The Star.

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tidak ditemukan dokumen identitas resmi, paspor, maupun tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.

Polisi menduga kuat korban tewas akibat paparan suhu ekstrem di bawah nol derajat dan krisis oksigen saat pesawat mengangkasa di ketinggian puluhan ribu kaki.

Setelah pemeriksaan di lokasi selesai dilakukan, jenazah korban dievakuasi dari ruang roda dan dibawa ke Departemen Forensik Rumah Sakit Serdang untuk diautopsi (post-mortem) guna memastikan penyebab pasti kematian serta mengidentifikasi identitas korban.

Pihak kepolisian Malaysia mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih jauh terkait insiden ini dan meminta siapa pun yang memiliki informasi terkait identitas korban untuk segera menghubungi pihak Kepolisian Distrik KLIA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jenis-Jenis Pesawat Sederhana dan Contoh Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Jenis-Jenis Pesawat Sederhana dan Contoh Kegunaannya dalam Kehidupan Sehari-hari

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 15:15 WIB

United Airlines Pusing Gara-Gara Kursi Mewah Boeing 737 MAX 10

United Airlines Pusing Gara-Gara Kursi Mewah Boeing 737 MAX 10

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:14 WIB

Review Freefall: A Reckoning for Boeing, Bongkar Tuntas Persoalan Boeing

Review Freefall: A Reckoning for Boeing, Bongkar Tuntas Persoalan Boeing

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu

Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 19:00 WIB

BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, Dari Tiket Hingga Visa Dalam Satu Zona Travel

BNI wondrX 2026 Hadirkan Solusi Traveling Lengkap, Dari Tiket Hingga Visa Dalam Satu Zona Travel

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:19 WIB

GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer

GMFI Mulai Cari Cuan dari Pesawat Militer

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:53 WIB

Terkini

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

Gibran Percaya Pilihan Prabowo, Suahasil Bisa Bikin APBN Lebih Sehat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:22 WIB

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Kasus Asusila di Ponpes Sleman: Eks Pengurus Ditetapkan Tersangka, Keberadaannya Masih Misterius

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 19:21 WIB

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Sinopsis Mame to Mugi, Drama Jepang Dibintangi Saito Asuka dan Tomita Miu

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 19:20 WIB

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Pemkot Batam Gelar Pasar Murah 15-17 September, Catat Lokasinya!

Batam | Senin, 14 September 2026 | 19:04 WIB

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Kisah Ahda Dhiyaurrohman, Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Solo, Nekat Merantau Tanpa Restu Ortu

Surakarta | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Kabut Asap Palembang, KAI Bagikan 2.800 Masker untuk Lindungi Pekerja Operasional

Sumsel | Senin, 14 September 2026 | 19:01 WIB

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

TNI AL Lanjutkan Pencarian Speedboat Jurnalis Hilang Kontak

Video | Senin, 14 September 2026 | 19:00 WIB

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Purbaya Dicopot: Kisruh Rekening Massal, Rp100 Miliar Jual Beli Jabatan dan Rombak Ratusan Pejabat

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 18:57 WIB

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Color Corrector Ungu untuk Apa? Kenali Fungsinya dalam Makeup

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 18:55 WIB

×