Jakarta Makin Mahal, Koridor Timur Jadi Alternatif Pencari Rumah

Achmad Fauzi

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 09:32 WIB
Jakarta Makin Mahal, Koridor Timur Jadi Alternatif Pencari Rumah
Ilustrasi rumah di Koridor Timur/ist
baca 10 detik
  • Masyarakat beralih mencari rumah di Bekasi dan Cikarang karena harga hunian di Jakarta semakin mahal.
  • Riset awal 2026 menunjukkan Bekasi sangat diminati pekerja industri karena dekat dengan pusat pekerjaan dan akses Jakarta.
  • Meikarta menawarkan kemudahan kepemilikan hunian di Cikarang melalui skema cicilan tetap sekitar Rp1,7 jutaan per bulan.

Suara.com - Masyarakat mulai bergeser mencari alternatif untuk membeli rumah dari Jakarta. Hal ini imbas dari harga rumah di Jakarta yang semakin mahal.

Salah satu kawasan yang dinilai semakin relevan adalah Koridor Timur Jakarta, khususnya Bekasi dan Cikarang. Selain menawarkan pilihan Rumah, kawasan tersebut juga memiliki aktivitas industri dan ekonomi yang cukup tinggi sehingga dekat dengan pusat pekerjaan.

Kecenderungan tersebut terlihat dari meningkatnya minat pencari hunian di kawasan penyangga Jakarta. Riset Indonesia Property Watch yang dirilis awal 2026 menunjukkan Bekasi termasuk kota yang banyak diminati pencari hunian sepanjang 2025, seiring semakin terbatasnya pilihan hunian dengan harga terjangkau di Jakarta.

Data 123 PropInsight juga menunjukkan adanya permintaan rumah tapak di Bekasi yang berasal dari pekerja kawasan industri, khususnya di koridor Cikarang-Cibitung, serta komuter yang membutuhkan akses menuju Jakarta.

Ilustrasi Hunian Meikarta/ist.
Ilustrasi Hunian Meikarta/ist.

Kondisi ini membuat pertimbangan masyarakat dalam memilih rumah tidak lagi hanya soal harga. Lokasi, aksesibilitas, jarak menuju tempat kerja hingga kemampuan membayar cicilan dalam jangka panjang ikut menjadi faktor penting.

Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa Utama, pengembang Meikarta, Indra Azwar, mengatakan perkembangan kawasan ekonomi di Koridor Timur Jakarta membuat hunian di kawasan tersebut semakin relevan bagi masyarakat.

"Dalam memilih hunian, masyarakat tentu tidak hanya mempertimbangkan harga. Lokasi, akses menuju tempat kerja, serta kemampuan mengelola cicilan dalam jangka panjang juga menjadi faktor penting. Karena itu, kami melihat hunian di Koridor Timur Jakarta semakin relevan bagi masyarakat," ujar Indra di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Cikarang merupakan salah satu kawasan utama di Koridor Timur Jakarta yang memiliki konsentrasi aktivitas industri dan ekonomi. Kondisi tersebut menciptakan kebutuhan hunian bagi masyarakat yang bekerja maupun beraktivitas di kawasan tersebut dan wilayah sekitarnya.

Bagi pekerja, tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas ekonomi bukan hanya berkaitan dengan jarak. Waktu perjalanan dan biaya transportasi sehari-hari juga menjadi bagian dari pertimbangan ketika menentukan lokasi tempat tinggal.

baca juga

Pergeseran pilihan tersebut pada akhirnya membuat kawasan penyangga Jakarta tidak hanya dipandang sebagai alternatif karena harga rumah, tetapi juga karena kedekatannya dengan pusat pekerjaan.

Meikarta melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk memberikan pilihan hunian bagi masyarakat yang ingin tinggal lebih dekat dengan pusat aktivitas ekonomi di Koridor Timur Jakarta.

Untuk mendukung kepemilikan hunian, Meikarta menawarkan pilihan cicilan mulai sekitar Rp1,7 jutaan per bulan yang flat hingga lunas.

Skema cicilan tetap tersebut memberikan kepastian nominal pembayaran sehingga calon pembeli dapat memperkirakan pengeluaran dalam jangka panjang. Besaran cicilan aktual tetap menyesuaikan unit yang dipilih, uang muka, tenor, serta hasil evaluasi dan persetujuan pembiayaan.

"Kami ingin memberikan pilihan yang lebih mudah direncanakan bagi masyarakat yang ingin memiliki hunian di kawasanyang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi. Cicilan sekitar Rp1,7 jutaan yang flat hingga lunas diharapkan dapat membuat perencanaan kepemilikan hunian menjadi lebih terukur," kata Indra.

Meningkatnya minat terhadap kawasan Bekasi dan Cikarang menunjukkan bahwa keputusan membeli rumah semakin mempertimbangkan keseimbangan antara harga dan lokasi.

Bagi pekerja di kawasan industri, rumah yang lebih dekat dengan tempat kerja dapat menjadi pilihan untuk menekan waktu dan biaya perjalanan. Sementara bagi masyarakat yang masih beraktivitas di Jakarta, akses menuju ibu kota tetap menjadi salah satu pertimbangan.

Dengan berkembangnya pusat ekonomi di wilayah penyangga, pilihan tempat tinggal masyarakat pun berpotensi semakin bergeser dari pusat Jakarta menuju kawasan di sekitarnya.

"Kepemilikan hunian bukan hanya tentang membeli sebuah unit, tetapi juga memilih tempat untuk membangun kehidupan. Karena itu, kami ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi melalui skema cicilan yang lebih mudah direncanakan," pungkas Indra.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kebutuhan Rumah Capai 9,29 Juta Unit, Pemerintah Andalkan KPR Bunga Mulai 2,75 Persen

Kebutuhan Rumah Capai 9,29 Juta Unit, Pemerintah Andalkan KPR Bunga Mulai 2,75 Persen

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 07:10 WIB

Ada Rumah Murah di bawah Rp150 Juta di Danantara Housing Expo 2026

Ada Rumah Murah di bawah Rp150 Juta di Danantara Housing Expo 2026

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Integrasi Usaha Properti dan Kuliner, Apakah Dukung Nilai Komersial dan Aktivasi Kawasan?

Integrasi Usaha Properti dan Kuliner, Apakah Dukung Nilai Komersial dan Aktivasi Kawasan?

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Terkini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Waspada Hujan Petir dan Asap Kabut, BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Kota Besar Hari Ini

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Gubernur Kaltim ke Singapura saat Karhutla, anggaran Disorot

Video | Selasa, 13 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Pemprov Jabar Ajukan Pinjaman Rp3,4 Triliun

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Cek Harga Cabai Merah dan Unggas di Rangkasbitung Terbaru

Banten | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:48 WIB

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Siap-siap Regenerasi! Jukir Lansia di Kota Bogor Bakal Pensiun, Ini Syarat Penggantinya

Jabar | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:41 WIB

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp 494,3 T per September 2026, Suahasil Klaim Masih On Track

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:39 WIB

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Mobil Kijang Bawa 8 Jeriken Bensin Terbakar di Bogor, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

Bogor | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:37 WIB

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

Maya Miranda Ambarsari Tekankan Solidaritas Perempuan untuk Bangun Bengkulu

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Modus Pijat Panggilan Berujung Pemerasan, Detektif Jubun Ingatkan 5 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

Larangan Hijab di Sekolah Azerbaijan Memanas! Siswi Protes, 37 Orang Diciduk

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:50 WIB

×