- Nilai tukar rupiah menguat 51 poin ke level Rp17.693 per dolar AS pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026.
- Penguatan rupiah didorong oleh aksi demonstrasi yang terkendali serta respons positif investor terhadap pernyataan Gubernur Bank Indonesia.
- Sebagian besar mata uang Asia lainnya juga turut mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat pada akhir pekan tersebut.
Suara.com - Nilai tukar rupiah bangkit hingga akhir perdagangan, Jumat, 28 Agustus 2026. Bahkan, sepanjang perdagangan mata uang Garuda terus menghijau.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup ke level Rp 17.693 per dolar AS, menguat 51 poin atau turun 0,31 persen pada hari sebelumnya yang ada di Rp17.774 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, aksi demo yang terkendali menjadi pendorong rupiah tetap menghijau.
"Selain itu, Investor juga merespon positif pernyatan gubernur BI untuk tetap menjaga independensi BI dan stabilitas rupiah," ujarnya.
![Rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/22/76918-rupiah-dan-dolar.jpg)
Lukman melanjutkan, reli penguatan rupiah diproyeksikan akan tertahan pada minggu depan, karena perbaikan data ekonomi AS.
"Namun dengan padatnya data ekonomi baik dari dalam maupun luar negeri akan mendikte pergerakannya," jelasnya.
Sementara itu, mata uang Asia cenderung menguat. Rinciannya, won Korea mencatat penguatan terbesar yakni 0,71 persen, disusul rupiah yang menguat 0,29 persen. Diikuti dolar Taiwan menguat 0,25 persen.
Lalu ada rupee India menguat 0,18 persen, dolar Singapura menguat 0,08 persen dan ringgit Malaysia yang menguat 0,03 persen terhadap dolar AS.
Sedangkan, mata uang Asia lainnya melemah terhadap dolar AS sore ini. Peso Filipina melemah 0,66 persen, baht Thailand melemah 0,13 persen.
Diikuti yen Jepang melemah 0,08 persen dan yuan China melemah 0,01 persen. Lalu ada dolar Hong Kong melemah 0,008 persdn terhadap dolar AS.