Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:38 WIB
Tanpa Gaji Tetap, Kisah Penjaga Pantai Gaza Bertaruh Nyawa di Tengah Tawa Warga Palestina
Tim penjaga pantai Gaza terus berjuang menyelamatkan ribuan perenang tanpa peralatan dasar akibat perang. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Penjaga pantai Gaza bertugas tanpa menara pantau, kapal, dan pelampung penyelamat yang memadai.

  • Blokade dan pembatasan impor memicu lonjakan harga peralatan dasar seperti peluit keselamatan pantai.

  • Para petugas terus bekerja secara sukarela meski menghadapi penunggakan gaji dan trauma perang.

Suara.com - Ahmed Abu Haseira berdiri berjam-jam di dalam air laut untuk mengawasi anak-anak dan perenang yang berlindung dari hawa panas serta tekanan perang di Gaza Palestina. Tanpa menara pantau dan peralatan medis dasar, ia hanya mengandalkan gerakan tangan dan tiupan peluit yang harus dipakai bergantian.

Setahun setelah serangan udara Israel menghancurkan rumahnya dan menewaskan seluruh keluarganya, pria berusia 33 tahun itu memilih kembali bertugas di pesisir Gaza. Area pantai menjadi satu-satunya ruang terbuka yang tersisa bagi warga Palestina untuk mencari sedikit penghiburan di tengah kehancuran total.

Sebanyak 120 personel penyelamat kini bertugas menjaga garis pantai di bawah naungan Pemerintah Kota Gaza di tengah segala keterbatasan fasilitas fisik. Jumlah tersebut menurun dibanding masa sebelum perang yang mencapai 140 petugas terlatih.

“Kami berusaha memberikan upaya ekstra agar seluruh anak-anak dan pemuda dapat dipantau dan dijaga keselamatannya,” kata Abu Haseira.

Bagaimana Kondisi Pos Pantau dan Peralatan Keselamatan Saat Ini?

Gelombang warga yang memadati pantai tidak sebanding dengan hancurnya infrastruktur pendukung keselamatan maritim di sepanjang pesisir. Penjaga pantai kini terpaksa memantau area berenang hanya dari dalam tenda seadanya di atas pasir.

Hilangnya menara setinggi 3,3 meter dan kehancuran kapal penyelamat membuat jarak pandang petugas menjadi sangat terbatas saat mengamati bahaya. Hambatan visual kerap terjadi ketika ada pengunjung yang berdiri tepat di depan tenda darurat mereka.

“Jika ada orang yang berdiri di depan kami di dalam tenda, mereka menghalangi pandangan kami. Tenda di tingkat dasar membuat kami hampir tidak memiliki jarak pandang,” kata Kepala Departemen Penyelamatan Maritim Pemerintah Kota Gaza, Ibrahim Shamlakh.

Petugas harus menangani puluhan kasus kecelakaan air setiap hari, bahkan melonjak hingga ratusan kejadian saat akhir pekan. Dua kasus tenggelam hingga tewas telah tercatat musim ini di luar zona jangkauan tim penyelamat.

baca juga

“Tahun ini kami mengerahkan lebih banyak penjaga pantai dan memperkuat area yang padat pengunjung. Kami mengorganisir tim dengan lebih baik menggunakan sumber daya yang ada,” ujar Shamlakh.

Mengapa Harga Peralatan Dasar Menjadi Sangat Mahal?

Pembatasan ketat terhadap barang masuk membuat alat navigasi dan keselamatan dasar seperti peluit mengalami kenaikan harga berkali-kali lipat. Pemerintah daerah hanya mampu menyediakan sekitar 50 peluit untuk digunakan secara bergiliran oleh seluruh personel.

Masalah penanda batas aman juga terus terjadi karena banyak pengunjung mengabaikan bendera peringatan berbahaya di sepanjang pantai. Petugas terpaksa berteriak histeris dan membunyikan peluit berulang kali agar peringatan tersebut terdengar di antara gemuruh ombak.

“Kami memasang bendera merah, tetapi beberapa orang tetap memaksakan diri untuk berenang. Kami mencoba melindungi mereka. Kami menjaga keselamatan mereka sendiri,” kata seorang penjaga pantai berpengalaman, Bilal Bakar.

Kelangkaan pelampung penyelamat juga memaksa petugas mempertaruhkan keselamatan diri sendiri saat menolong korban tenggelam secara bersamaan. Mereka sering kali melompat ke laut lepas tanpa membawa alat bantu apung yang memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Cuma Membunuh, Israel Bikin Bodoh Anak-anak Palestina dengan Cara Ini

Tak Cuma Membunuh, Israel Bikin Bodoh Anak-anak Palestina dengan Cara Ini

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:22 WIB

Detik-detik Militer Israel Tembak Remaja Palestina di Gedung PBB, Netanyahu Bilang Itu Sah

Detik-detik Militer Israel Tembak Remaja Palestina di Gedung PBB, Netanyahu Bilang Itu Sah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:35 WIB

Mau Akses Nuklir dari AS, Arab Saudi Harus Berteman dengan Israel

Mau Akses Nuklir dari AS, Arab Saudi Harus Berteman dengan Israel

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:05 WIB

Terkini

Prasmanan MBG Dikritik Pakar: yang Perlu Dibenahi Pengolahan di SPPG, Bukan Penyajian

Prasmanan MBG Dikritik Pakar: yang Perlu Dibenahi Pengolahan di SPPG, Bukan Penyajian

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:22 WIB

Butuh Bahan Bacaan? Ini 5 Rekomendasi Novel tentang Kehidupan

Butuh Bahan Bacaan? Ini 5 Rekomendasi Novel tentang Kehidupan

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Kabut Asap, Sebagian Besar Kecamatan di Pelalawan Liburkan Sekolah

Kabut Asap, Sebagian Besar Kecamatan di Pelalawan Liburkan Sekolah

Riau | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Patokan Iuran Bulan Dana ke ASN Jakarta Bikin Gaduh! PMI DKI Panggil Seluruh Pimpinan Wilayah

Patokan Iuran Bulan Dana ke ASN Jakarta Bikin Gaduh! PMI DKI Panggil Seluruh Pimpinan Wilayah

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Agen Pos Butuh Internet Buat Kerja, Paket Khusus Disiapkan Mulai Rp12 Ribu

Agen Pos Butuh Internet Buat Kerja, Paket Khusus Disiapkan Mulai Rp12 Ribu

Tekno | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:19 WIB

Melihat Langsung Dapur 'Stunt Fighting': Saat 1 Detik Bertarung Butuh Keringat Panjang

Melihat Langsung Dapur 'Stunt Fighting': Saat 1 Detik Bertarung Butuh Keringat Panjang

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:18 WIB

4 Pemain Timnas Indonesia Tak Dipakai John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026, 2 dari Persija Jakarta

4 Pemain Timnas Indonesia Tak Dipakai John Herdman di FIFA ASEAN Cup 2026, 2 dari Persija Jakarta

Bola | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:18 WIB

5 Cara Mengepel Lantai agar Tidak Bau Amis, Auto Bersih dan Wangi

5 Cara Mengepel Lantai agar Tidak Bau Amis, Auto Bersih dan Wangi

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:16 WIB

Java United Butuh Dukungan di Jatidiri, Tiket Lawan Borneo FC Dipangkas Jadi Rp27 Ribu

Java United Butuh Dukungan di Jatidiri, Tiket Lawan Borneo FC Dipangkas Jadi Rp27 Ribu

Jawa Tengah | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Ijazah Gibran Disorot Media Asing Usai Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan PHPU

Ijazah Gibran Disorot Media Asing Usai Mahkamah Konstitusi Tolak Gugatan PHPU

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 10:07 WIB

×