Mulai September, BI Hilangkan Insentif Bank yang Kebanyakan Pegang Surat Berharga

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 16:12 WIB
Mulai September, BI Hilangkan Insentif Bank yang Kebanyakan Pegang Surat Berharga
Mulai 1 September 2026, Bank Indonesia (BI) bakal menghilangkan insentif bagi perbankan yang terlalu banyak menempatkan dana pada surat-surat berharga. Foto ANTARA.
baca 10 detik
  • BI hentikan tambahan insentif bagi bank dengan SSB/funding di atas 19%.
  • Bank di bawah 19% bisa mendapat tambahan KLM PPU maksimal 2%.
  • Kepemilikan SSB perbankan mencapai Rp2.452 triliun pada Juli 2026.

Suara.com - Mulai 1 September 2026, Bank Indonesia (BI) bakal menghilangkan insentif bagi perbankan yang terlalu banyak menempatkan dana pada surat-surat berharga. Insentif yang dimaksud adalah pendalaman pasar uang (PPU).

BI menetapkan batas atau threshold rasio surat-surat berharga (SSB) terhadap funding sebesar 19 persen. Bank yang memiliki rasio SSB/funding di atas angka tersebut tidak akan mendapatkan tambahan insentif PPU maksimal 2 persen.

Sebaliknya, bank dengan rasio SSB/funding di bawah 19 persen akan mendapatkan tambahan fleksibilitas likuiditas melalui skema tersebut.

Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Alexander Lubis mengatakan kebijakan ini dirancang untuk mendorong terjadinya redistribusi likuiditas di industri perbankan.

“Kalau Anda SSB-nya lebih dari 19 persen, surat-surat berharganya, ya kita tidak tambahin lagi,” kata Alexander dalam taklimat media di Gedung BI, Jumat (28/8/2026).

Menurut dia, bank yang sudah memiliki surat berharga dalam porsi tinggi pada dasarnya masih mempunyai pilihan untuk mendapatkan likuiditas dengan melakukan repo terhadap aset tersebut.

Sementara itu, bank dengan kepemilikan surat berharga di bawah threshold justru membutuhkan fleksibilitas likuiditas lebih besar agar mampu meningkatkan penyaluran kredit.

“Kalau di bawah 19 persen SSB overfunding-nya, akhirnya Anda butuh likuiditas nih. Oke, kami tambahin lagi nih insentif supaya kamu (bank) bisa salurkan kredit,” ujarnya.

Kebijakan baru BI tersebut menjadi penting karena kepemilikan surat berharga oleh perbankan terus berada pada level tinggi.

baca juga

BI mencatat total kepemilikan surat berharga perbankan mencapai sekitar Rp2.452 triliun pada Juli 2026.

Dari jumlah tersebut, hampir separuh berupa Surat Berharga Negara (SBN), dengan porsi 49,96 persen. Kemudian, kepemilikan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai 24,67 persen, sementara surat berharga selain SBN dan SRBI sebesar 25,37 persen.

Surat berharga memang memiliki fungsi penting sebagai buffer dalam pengelolaan likuiditas bank. Namun, peningkatan yield yang semakin menarik juga membuat instrumen tersebut menjadi alternatif investasi bagi perbankan.

Di sinilah BI melihat adanya ruang untuk mengoptimalkan kembali penggunaan likuiditas perbankan.

Alih-alih terlalu banyak dana ditempatkan pada instrumen surat berharga, BI ingin sebagian likuiditas tersebut kembali mendukung fungsi utama perbankan sebagai penyalur kredit.

Perubahan skema ini merupakan bagian dari kebijakan KLM yang ditetapkan BI dengan total insentif maksimal 6 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Payroll hingga QRIS, Bank BSN Garap Ekosistem Pesantren Bahrul Ulum

Dari Payroll hingga QRIS, Bank BSN Garap Ekosistem Pesantren Bahrul Ulum

Foto | Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:45 WIB

Komisi XI DPR Setuju Destry Damayanti Diangkat Jadi Gubernur BI

Komisi XI DPR Setuju Destry Damayanti Diangkat Jadi Gubernur BI

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 19:26 WIB

BI Optimalkan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

BI Optimalkan Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:13 WIB

Terkini

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

×