BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:30 WIB
BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap
Ilustrasi desil 1-10 (ChatGPT)
baca 10 detik
  • Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa rincian desil warga disembunyikan untuk memutakhirkan data di Jakarta pada Jumat, 28 Agustus 2026.
  • BPS kini hanya menampilkan rentang desil seperti 1-5 dan 6-10 dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional guna mengatasi polemik penggolongan sebelumnya.
  • Amalia memastikan kerahasiaan data terjaga aman dan masyarakat dapat mengisi kuesioner secara mandiri tanpa harus dikunjungi petugas sensus.

Suara.com - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti angkat bicara soal tak lagi menampilkan rincian desil warga. Menurutnya hal itu dilakukan karena pihaknya sedang memutakhirkan data.

Diketahui, kini BPS hanya memberitahukan rentang desil warga, seperti 1-5 dan 6-10 tak lagi secara jelas menulis berapa pengelompokan desil. Hal ini terjadi setelah adanya polemik soal desil masyarakat yang tidak sesuai.

"Data itu kan dinamis. Tentunya, setelah kami lakukan pemutakhiran, ternyata mereka kooperatif, untuk masyarakat tersebut, melakukan pemutakhiran didampingi oleh BPS," ucapnya di Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].

Ia mengeklaim, setelah adanya pemutakhiran, hasil penggolongan ekonomi masyarakat telah sesuai dengan fakta di lapangan. 

"Terbukti setelah dimutakhirkan, sesuai dengan fakta yang ada di lapangan. Jadi kuncinya adalah pemutakhiran itu penting. Pemutakhiran data itu penting supaya sesuai dengan kondisi terkini dari masyarakat," urai Amalia.

Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak menolak ketika didatangi petugas BPS yang tengah melakukan sensus ekonomi untuk penggolongan ekonomi tersebut. 

Kata Amalia, masyarakat juga dapat mengisi sendiri penggolongan ekonomi, jika memang tidak berkenan didatangi petugas BPS. Ia meyakini data masyarakat yang diserahkan kepada BPS tidak akan tersebar.

"Jangan khawatir, data akan kami jaga kerahasiaannya dan juga kami jamin ini tidak ada kaitannya dengan pajak," tuturnya.

"Kami juga sudah siapkan questionnaire online. Dengan link-nya nanti bisa dimintakan kepada para petugas yang datang, supaya kalau ingin mengisi secara sendiri, tidak perlu ditanyakan oleh petugas, ada yang kita sebut dengan questionnaire online yang bisa dilakukan dan diisi secara mandiri," lanjut Amalia.

baca juga

Sebagai informasi, tampilan status kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) mengalami perubahan. Kini, masyarakat hanya mengetahui rentang dari desil masing-masing.

Misalnya, masyarakat yang termasuk dalam desil 8, tampilan situs DTSEN BPS hanya menunjukkan masyarakat itu tergolong dalam desil 6-10. 

Sebelumnya, masyarakat dapat secara jelas mengetahui penggolongan desil mereka saat masuk ke dalam situs DTSEN BPS.

Masyarakat pun banyak bertanya terkait penentuan penggolongan desil tersebut. Mulai dari indikator yang digunakan, bobot setiap indikator, serta kondisi ekonomi masyarakat yang tidak tercerminkan dari penggolongan desil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9

Dalih BPS Masukkan Tukang Becak ke Desil 9

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:48 WIB

RI Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang Senilai Rp137 Miliar ke AS dan China

RI Ekspor 1.928 Monyet Ekor Panjang Senilai Rp137 Miliar ke AS dan China

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 15:20 WIB

Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Terkini

BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap

BPS Akui Data Desil Masyarakat Belum Siap

Bisnis | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:30 WIB

Polisi Sebut TL Slipi Aman Dilalui Pasca Demo Ricuh, Warga Tak Perlu Ragu Melintas

Polisi Sebut TL Slipi Aman Dilalui Pasca Demo Ricuh, Warga Tak Perlu Ragu Melintas

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Media Singapura soal Demo 27 Agustus: Prabowo Sedang Berjuang Pulihkan Kepercayaan Publik

Media Singapura soal Demo 27 Agustus: Prabowo Sedang Berjuang Pulihkan Kepercayaan Publik

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:29 WIB

Kisah Sulaiman, Anak Petani dari Flores yang Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat

Kisah Sulaiman, Anak Petani dari Flores yang Kini Mengabdi di Sekolah Rakyat

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:25 WIB

Ketua MPR Jawab Isu 'Percepatan' Budi Arie: Demokrasi Bukan Soal Insting, Tapi Aturan

Ketua MPR Jawab Isu 'Percepatan' Budi Arie: Demokrasi Bukan Soal Insting, Tapi Aturan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:24 WIB

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:23 WIB

AI Terus Berkembang, Indonesia Perlu Perkuat Talenta Keamanan Siber

AI Terus Berkembang, Indonesia Perlu Perkuat Talenta Keamanan Siber

Tekno | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:21 WIB

Pilihan Mobil Listrik Harga di Bawah Rp 200 Juta yang Dipasarkan di Indonesia

Pilihan Mobil Listrik Harga di Bawah Rp 200 Juta yang Dipasarkan di Indonesia

Otomotif | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:18 WIB

Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak

Ricuh Demo DPR: 322 Orang Ditangkap, 160 di Antaranya Masih Anak-anak

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:14 WIB

'Kami Tak Akan Hilangkan Nilai Tradisional', Komitmen Warga Sade Bangkit dari Puing Kebakaran

'Kami Tak Akan Hilangkan Nilai Tradisional', Komitmen Warga Sade Bangkit dari Puing Kebakaran

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:13 WIB

×