- Ketua MPR Ahmad Muzani menegaskan proses demokrasi tetap berjalan sesuai perencanaan lima tahunan.
- Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menduga potensi pergantian kepemimpinan nasional terjadi lebih cepat.
- Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie saat forum bersama Presiden ketujuh RI Joko Widodo.
Suara.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani memberikan respons terkait pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang sempat menyinggung soal insting politik mengenai kemungkinan adanya "percepatan" pergantian kepemimpinan sebelum tahun 2029.
Muzani menegaskan, bahwa seluruh proses demokrasi di Indonesia tetap mengacu pada perencanaan yang telah ditetapkan.
"MPR sedang mempersiapkan bagaimana proses demokrasi berjalan sesuai dengan ritme dan perencanaan yang dilakukan lima tahunan," ujar Muzani di Rumah Dinasnya di Komplek Widya Chandra, Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Pernyataan ini sekaligus menegaskan posisi MPR RI dalam menjaga stabilitas politik dan ketaatan terhadap konstitusi, di mana siklus kepemimpinan nasional di Indonesia telah diatur secara periodik setiap lima tahun sekali.
Sebelumnya, sebuah potongan video yang menampilkan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dalam video tersebut, Budi Arie tampak berbicara di depan jajaran pendukungnya dalam sebuah forum pertemuan, di mana ia duduk tepat di samping Presiden ketujuh RI, Joko Widodo alias Jokowi.
Dalam pernyataannya, Budi Arie menyinggung soal dinamika politik nasional dan kemungkinan adanya perubahan yang lebih cepat dari jadwal politik yang telah ditentukan. Ia mengaku telah menyampaikan insting pribadinya langsung kepada Jokowi.
"Berbagai pandangan dan diskusi, dan menurut saya nanti akan kita diskusikan lagi lebih lanjut. Termasuk pandangan plus-minus dan sebagainya. Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'" ujar Budi dalam rekaman video tersebut.
Budi Arie kemudian melontarkan pertanyaan retoris kepada audiens mengenai kesiapan mereka jika skenario percepatan politik benar-benar terjadi, meskipun saat ini semua pihak masih fokus pada agenda tahun 2029.