Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS

Dicky Prastya

Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:25 WIB
Purbaya Jengkel DTSEN Banyak Masalah, Padahal Sudah Keluar Anggaran Rp 7 Triliun ke BPS
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/8/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya mengalokasikan anggaran Rp7 triliun kepada BPS untuk memperbaiki Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional hingga awal tahun depan.
  • Pemerintah berencana membatasi pembelian BBM bersubsidi untuk masyarakat golongan Desil 10 guna menghemat anggaran negara sebanyak sepuluh persen.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa skema pembatasan BBM bersubsidi masih dalam tahap kajian dan belum diberlakukan saat ini.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal banyaknya keluhan masyarakat terkait Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Badan Pusat Statistik (BPS). 

Menkeu Purbaya menyebut kalau saat ini Pemerintah masih memperbaiki DTSEN. Lebih lagi ia sudah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 7 triliun ke BPS.
 
"Makanya sedang diperbaiki itu DTSEN nya, saya ngeluarin uang cukup banyak loh ke BPS tahun ini. Jadi DTSEN sama sensus itu kalau enggak salah hampir Rp 7 triliun, Rp 7 triliun lebih sedikit," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Bendahara Negara mengakui kalau BPS sudah meminta waktu perbaikan DTSEN hingga awal tahun depan. Ia pun sudah pula menambahkan anggaran demi perbaikan tersebut.

"Cukup banyak yang dimasukin ke BPS. Jadi mereka minta waktu awal-awal tahun ya, penambahan anggaran kita penuhi untuk memastikan DTSENnya bagus. Jadi tahun depan harusnya sih akan lebih baik. Kalau salah satu dua kan biasanya selalu ada kalau di survei. Tapi saya harapkan setahun depan lebih rapi," beber dia.

Soal pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) subdisi seperti Pertalite yang menggunakan data DTSEN, Purbaya masih ingin melihat kondisi perekonomian maupun masyarakat.

Apabila sistem DTSEN sudah siap, Purbaya baru akan menerapkan kebijakan pembatasan BBM subsidi sesuai data tersebut. 

"Kita lihat kondisi seperti apa ekonominya dan masyarakat. Tapi kita semua siapkan sistemnya. Nanti kalau sudah siap ya sudah kita jalankan," jelas dia.

Sebelumnya Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan Pemerintah bakal membatasi bahan bakar minyak (BBM) subsidi, seperti Pertalite (RON 90) dan Bio Solar, bagi masyarakat yang berstatus Desil 10.

Menkeu Purbaya juga membantah kalau penyaluran BBM subsidi bakal diperketat. Ia memastikan kebijakan pembatasan BBM berlaku untuk warga Desil 10.

baca juga

"Enggak diperketat, cuma akan dipastikan nanti, yang saya tahu ya, supaya tepat sasaran. Mungkin kita akan coba nanti beberapa bulan ke depan, yang Desil 10 kita batasi dulu," katanya, dikutip Jumat (21/8/2026).

Bendahara Negara juga menyebut kalau pembatasan BBM subsidi seperti Pertalite ke Desil 10 bisa menghemat 10 persen dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Nanti ada penghematan, kita masih hitung. Kira-kira sepersepuluhnya," jelas Purbaya.

Sementara itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan skema tersebut masih dalam tahap kajian.

“Pembatasan Pertalite sekarang kan kita masih dalam kajian, lagi dikaji sekarang. Kalau sampai dengan keputusan kajian belum ada, masih seperti sekarang ini jalan,” kata Bahlil saat ditemui wartawan di JCC, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Dengan demikian, masyarakat masih dapat membeli Pertalite seperti biasa. Pemerintah juga belum memberlakukan perubahan terhadap batas pembelian BBM bersubsidi tersebut.

“Kan untuk bus, truk, itu kan 200 liter per hari kan? Tapi kalau yang untuk kendaraan-kendaraan yang biasa, itu 50 liter, masih seperti itu aja,” jelas Bahlil.

Bahlil menegaskan, rencana pembatasan bukan ditujukan untuk mengurangi akses masyarakat terhadap BBM bersubsidi, melainkan memastikan subsidi energi diterima kelompok yang memang membutuhkan.

“Yang sudah kaya-kaya, yang sudah mampu itu jangan mengambil hak rakyat lah, kira-kira begitu. Subsidi itu ya untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anomali Desil Ancam Bantuan Sosial, Pemerintah Janji Lakukan Koreksi

Anomali Desil Ancam Bantuan Sosial, Pemerintah Janji Lakukan Koreksi

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:47 WIB

Purbaya Siapkan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan, Minta BNPB Tak Mark Up Dana

Purbaya Siapkan Anggaran Penanganan Karhutla Kalimantan, Minta BNPB Tak Mark Up Dana

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!

Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 09:11 WIB

Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus

Tukang Becak Masuk Desil 9, DPR Desak Pemerintah Bentuk Tim Khusus

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 20:42 WIB

Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly Gantina Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS

Anomali Desil Ancam Penerima KIP, Selly Gantina Desak Pembentukan Timsus Evaluasi Data BPS

News | Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Masuk Desil 3 Belum Tentu Dapat Bansos, Begini Cara Menentukannya

Masuk Desil 3 Belum Tentu Dapat Bansos, Begini Cara Menentukannya

Bisnis | Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:29 WIB

Terkini

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

84 Persen Perusahaan Indonesia Optimistis AI Bisa Ubah Pengelolaan Keuangan

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:36 WIB

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Rencana Rusuh Demo di Balai Kota Malang Digagalkan, 12 Penyusup Bawa Molotov & Positif Narkoba

Malang | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Dompet Ayah Sepatu Ibu: Novel yang Membuat Saya Lebih Menghargai Perjuangan Orang Tua

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:30 WIB

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

20 Kode Redeem FF Hari Ini 30 Oktober 2026: Klaim Skin M1887 dan Diamond Gratis

Tekno | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:26 WIB

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Niat Cari Madu, Petani Pesawaran Temukan Kerangka Manusia di Tebing 1.150 MDPL

Lampung | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:22 WIB

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

3 Alasan Disney Adventure Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Liburan Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Review Film Love of Your Life: Sajikan Kisah Cinta Modern yang Penuh Makna

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

Dicecar Soal Dugaan Terima Mobil dan Apartemen, Legislator Bengkulu Vinna Ledy: No Comment, Sorry Ya

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 07:00 WIB

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

5 Shio Paling Hoki 30 Oktober 2026: Panen Rezeki di Hari Kerbau Api

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:56 WIB

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

Digugat di PTUN, Kuasa Hukum Beberkan Rute Pendidikan Wapres Gibran dari O Level hingga S1

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 06:33 WIB

×