Nepal Terancam Banjir Bandang Susulan, Bendungan Danau Tibet Berisiko Jebol

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:59 WIB
Nepal Terancam Banjir Bandang Susulan, Bendungan Danau Tibet Berisiko Jebol
Banjir bandang Nepal (Antara)
baca 10 detik
  • Ancaman jebolnya danau bendungan berkapasitas 2,5 juta meter kubik air menangguhkan evakuasi di Tibet.

  • Banjir bandang akibat gempa dan longsor di Nepal menyebabkan 558 orang hilang.

  • Tim SAR dan 4.000 prajurit militer berhasil mengevakuasi ribuan korban selamat menggunakan armada helikopter.

Suara.com - Ancaman bahaya baru memaksa tim penyelamat menghentikan sementara evakuasi korban bencana banjir bandang di dekat pos pemeriksaan Gyirong, Daerah Otonomi Tibet. Keputusan krusial ini diambil setelah munculnya danau bendungan raksasa yang berpotensi memicu gelombang banjir susulan ke arah hilir.

Pembentukan danau secara mendadak di area perbatasan tersebut membawa risiko kehancuran yang jauh lebih besar bagi wilayah pegunungan sekitarnya. Situasi darurat ini kian memperpanjang daftar ancaman bagi ribuan jiwa yang tengah berjuang bertahan hidup di tengah kepungan bencana.

Sementara itu, wilayah perbatasan Nepal menghadapi krisis kemanusiaan hebat akibat gelombang banjir bandang yang datang tiba-tiba. Jalur evakuasi udara terus berpacu dengan waktu guna menjangkau para korban yang terjebak di area pegunungan terisolasi.

Bencana banjir bandang dan longsor dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China. [Istimewa]
Bencana banjir bandang dan longsor dahsyat menerjang kawasan perbatasan Nepal dan Tibet, China. [Istimewa]

Laporan media resmi China Central Television pada Jumat menyebutkan bahwa danau alami tersebut terbentuk di titik pertemuan dua aliran sungai utama. Luapan air dilaporkan terus meluas hingga mengancam struktur pembendung di sekitarnya.

Penampakan fragmen material lumpur terdeteksi di kedua sisi bendungan alami tersebut. Perhitungan awal mengindikasikan bahwa volume air yang tertampung di danau darurat itu telah menembus angka 2,5 juta meter kubik.

Mengapa Evakuasi di Perbatasan Tibet Harus Ditangguhkan?

Spesialis kebencanaan mengonfirmasi adanya tingkat kerentanan yang amat tinggi atas risiko jebolnya dinding danau bendungan akibat pergerakan lumpur. Dampak kerusakannya diprediksi memicu bencana dahsyat yang menyapu kawasan permukiman di sepanjang aliran hilir.

Musibah ini bermula saat air bah berarus deras menerjang sepanjang Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Nepal pada Rabu. Rentetan bencana geologi ini dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat yang seketika merontokkan lereng gunung hingga memicu tanah longsor skala besar.

Dampak terjangan air bah melenyapkan ratusan nyawa dalam waktu singkat. Sebanyak 558 orang, termasuk 260 warga asing, hilang setelah banjir tersebut.

baca juga

Pemerintah Nepal langsung mengerahkan seluruh sumber daya darurat untuk menyisir kawasan bencana. Penyelamatan berskala besar terus digencarkan guna menekan angka korban jiwa.

Sebanyak 3.253 orang berhasil dievaluasi dari zona bahaya banjir bandang selama operasi darurat berlangsung. Informasi resmi tersebut dikonfirmasi oleh juru bicara pemerintah Nepal, Sasmit Pokharel pada Jumat, seperti dikutip dari portal berita Ratopati.

Bagaimana Operasi Kemanusiaan Menembus Medan Terisolasi Nepal?

Seluruh korban selamat dari peristiwa mematikan pada Rabu (26/8) tersebut telah dievakuasi menuju kamp pengungsian sementara. Armada helikopter terus dipacu melintasi lembah pegunungan untuk mencari penyintas yang belum ditemukan.

Sebanyak 15 unit helikopter dikerahkan penuh untuk menembus titik-titik bencana yang terputus akses daratnya. Selain armada penyelamat, pemerintah mengoperasikan empat helikopter khusus guna menjatuhkan pasokan bahan pangan serta logistik mendesak.

Pusat bencana terparah berfokus di sepanjang daerah aliran Sungai Bhotekoshi yang mengalami kenaikan debit air secara drastis. Kombinasi gempa bumi dan tanah longsor menjadi pemicu utama rusaknya tanggul alami di wilayah tinggi tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

Pasca Banjir Bandang Tewaskan 390 Orang, Danau Raksasa Mendadak Muncul di Nepal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 17:45 WIB

Jalur Darat Terputus Total, Helikopter Jadi Tumpuan Evakuasi Korban Banjir Bandang Nepal

Jalur Darat Terputus Total, Helikopter Jadi Tumpuan Evakuasi Korban Banjir Bandang Nepal

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 14:38 WIB

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 390 Jiwa, 1.400 Orang Hilang

Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Tembus 390 Jiwa, 1.400 Orang Hilang

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:34 WIB

Terkini

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Rudy Susmanto dan Gerindra Bogor Rapatkan Barisan Kawal Program Prabowo hingga 2029

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Menhut Bidik 6 Perusahaan Lagi soal Karhutla, Siapa yang Terancam Kehilangan Izin Usaha?

Kalbar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Nilai Kinerja Positif, Gerindra Beri Lampu Hijau Rudy Susmanto Lanjut Periode Kedua

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:35 WIB

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Misteri Mayat Membusuk di Podomoro Tenjo, Sempat Titip Kucing ke Tetangga Sebelum Meninggal

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Asap Tebal Hambat Pemadaman Karhutla, 3 Helikopter Malaysia Masih Menunggu Respons RI

Sumsel | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:14 WIB

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Hilang 10 Hari, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Tangerang

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 23:03 WIB

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Pemkab Bogor Targetkan Utang Proyek Rp44 M Cair Akhir Oktober

Bogor | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:55 WIB

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Kronologi Bus Persib U-18 Diserang di Batang, Kaca Pecah hingga Official Dikeroyok

Jabar | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:48 WIB

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

PSSI Apresiasi Bobby Nasution Sebagai Satu-satunya Gubernur Peduli Timnas

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Polda Banten Gagalkan Peredaran 11 Kg Ganja dan Sabu Modus Jasa Ekspedisi di Bogor

Banten | Senin, 12 Oktober 2026 | 22:37 WIB

×