- Penjualan ANTAM tembus Rp62,71 triliun pada Semester I 2026.
- Emas menyumbang 80% penjualan ANTAM atau Rp50,39 triliun.
- Laba ANTAM naik 34% menjadi Rp6,91 triliun.
"Pada 1H26 perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif, didukung oleh penguatan kinerja operasional serta penerapan disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas secara konsisten," kata Untung, dikutip Senin (31/8/2026).
Namun, kenaikan laba tersebut belum serta-merta menghilangkan tantangan fundamental perusahaan. ANTAM masih harus memastikan lonjakan profitabilitas dapat diterjemahkan menjadi arus kas yang kuat.
Hingga akhir Juni 2026, aset ANTAM memang meningkat 27 persen menjadi Rp61,27 triliun dari Rp48,38 triliun pada Semester I 2025.
Sementara itu, kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp9,23 triliun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM Arini Kasmira mengatakan perusahaan akan berfokus menjaga kualitas arus kas pada paruh kedua 2026.
"Fokus kami adalah memastikan kinerja tersebut dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, ANTAM terus memperkuat disiplin pengelolaan modal kerja dan persediaan, cash conversion, serta alokasi modal secara prudent," kata Arini.