Melihat Jeroan Bisnis ANTM, 80% Pendapatan Masih Bertumpu pada Emas

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Senin, 31 Agustus 2026 | 11:02 WIB
Melihat Jeroan Bisnis ANTM, 80% Pendapatan Masih Bertumpu pada Emas
Pengunjung bertransaksi emas Antam di Butik Emas Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam), Jakarta. [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/Spt/am]
baca 10 detik
  • Penjualan ANTAM tembus Rp62,71 triliun pada Semester I 2026.
  • Emas menyumbang 80% penjualan ANTAM atau Rp50,39 triliun.
  • Laba ANTAM naik 34% menjadi Rp6,91 triliun.

Suara.com - PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali membukukan kinerja positif pada Semester I 2026. Namun, di balik lonjakan laba yang mencapai 34 persen, terdapat persoalan yang patut dicermati dimana pendapatan ANTAM semakin bertumpu pada emas.

Berdasarkan laporan keuangan, ANTAM mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp62,71 triliun sepanjang enam bulan pertama 2026. Dari total tersebut, sekitar 80 persen atau Rp50,39 triliun berasal dari penjualan emas.

Kontribusi emas tersebut bahkan jauh meninggalkan bisnis komoditas lainnya. Penjualan emas naik tipis 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp49,68 triliun.

Ketergantungan tersebut menjadi semakin terlihat dari volume penjualan emas ANTAM yang mencapai 18.080 kilogram atau sekitar 581.286 troy ounce pada Semester I 2026.

Masalahnya, produksi emas yang berasal dari tambang perusahaan sendiri hanya mencapai 433 kilogram atau sekitar 13.921 troy ounce.

Artinya, terdapat kesenjangan yang sangat besar antara emas yang dijual dengan emas yang diproduksi dari tambang sendiri. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa performa penjualan emas ANTAM sangat dipengaruhi kemampuan perusahaan dalam memperoleh pasokan untuk memenuhi permintaan pasar.

Di sisi lain, kontribusi bisnis nikel memang menunjukkan pertumbuhan lebih kuat. Segmen feronikel dan bijih nikel menyumbang Rp10,41 triliun atau sekitar 17 persen dari total penjualan, tumbuh 32 persen secara tahunan.

Namun, angka tersebut masih jauh di bawah kontribusi emas.

Segmen bauksit dan alumina bahkan hanya menyumbang Rp1,88 triliun atau sekitar 3 persen dari total penjualan.

baca juga

Dengan komposisi tersebut, kinerja ANTAM masih sangat sensitif terhadap kondisi pasar emas. Ketika harga dan permintaan emas menguat, pendapatan perusahaan ikut terdorong. Sebaliknya, jika momentum emas melemah, sumber pendapatan utama ANTAM berpotensi ikut tertekan.

Ketergantungan itu juga terlihat dari pasar domestik. Sebanyak 96 persen penjualan ANTAM atau Rp60,15 triliun berasal dari pasar dalam negeri.

Kondisi ini memang memperkuat basis pelanggan domestik, tetapi sekaligus menunjukkan bahwa ekspansi penjualan ke pasar internasional belum menjadi sumber utama pertumbuhan perusahaan.

Di tengah sejumlah risiko tersebut, ANTAM tetap berhasil mencatatkan laba periode berjalan sebesar Rp6,91 triliun pada Semester I 2026.

Angka itu melonjak 34 persen dibandingkan laba pada Semester I 2025 yang sebesar Rp5,14 triliun. EBITDA perusahaan juga tumbuh 35 persen menjadi Rp9,62 triliun.

Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto mengatakan kinerja tersebut didukung penguatan operasional serta disiplin pengelolaan modal kerja dan arus kas.

"Pada 1H26 perusahaan mampu mempertahankan kinerja keuangan yang positif, didukung oleh penguatan kinerja operasional serta penerapan disiplin pengelolaan modal kerja, arus kas, dan likuiditas secara konsisten," kata Untung, dikutip Senin (31/8/2026).

Namun, kenaikan laba tersebut belum serta-merta menghilangkan tantangan fundamental perusahaan. ANTAM masih harus memastikan lonjakan profitabilitas dapat diterjemahkan menjadi arus kas yang kuat.

Hingga akhir Juni 2026, aset ANTAM memang meningkat 27 persen menjadi Rp61,27 triliun dari Rp48,38 triliun pada Semester I 2025.

Sementara itu, kas dan setara kas perusahaan mencapai Rp9,23 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM Arini Kasmira mengatakan perusahaan akan berfokus menjaga kualitas arus kas pada paruh kedua 2026.

"Fokus kami adalah memastikan kinerja tersebut dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat dan berkelanjutan. Untuk itu, ANTAM terus memperkuat disiplin pengelolaan modal kerja dan persediaan, cash conversion, serta alokasi modal secara prudent," kata Arini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram

Buruan Antre, Harga Emas Antam Masih Dipatok Rp2,67 Juta/Gram

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Cuan dari Emas, Laba Bersih ANTAM Tembus Rp6,91 Triliun di Semester I/2026

Cuan dari Emas, Laba Bersih ANTAM Tembus Rp6,91 Triliun di Semester I/2026

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 17:38 WIB

Terkini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Dari Traveling hingga Kulineran, Begini Gaya Hidup Generasi Muda Saat Ini

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:58 WIB

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Kewajiban Investasi Indonesia Turun, Modal Asing Tetap Masuk

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:56 WIB

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Sabun Apa yang Bisa Mencerahkan dan Memutihkan Badan? Ini 3 Pilihan Terjangkau

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 17:55 WIB

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:50 WIB

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Eks Kanitreskrim Polsek Rupat Utara Disidang Etik Terkait Penganiayaan Warga

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 17:47 WIB

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam, 107 Orang Selamat dan 6 Meninggal

KMP Virgo Transport 8 Tenggelam, 107 Orang Selamat dan 6 Meninggal

Bisnis | Minggu, 13 September 2026 | 17:37 WIB

Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2

Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:34 WIB

BRI Hadirkan Tiket Pertandingan Tribun Laga Kandang Hanya Rp1

BRI Hadirkan Tiket Pertandingan Tribun Laga Kandang Hanya Rp1

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 17:28 WIB

Dari The Changcuters hingga Doel Sumbang, Timeless Project Live Rayakan Warna Musik Bandung

Dari The Changcuters hingga Doel Sumbang, Timeless Project Live Rayakan Warna Musik Bandung

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 17:21 WIB

Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan

Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 17:20 WIB

×